Sabtu, 13 Oktober 2012

My Lover A Girl At Home Part 1

Pagi hari, seperti biasa vanny duduk di dekat jendela kamarnya di lantai 3, menatap halaman rumah yang sangat luas, dengan udara pegunangan yang sangat sejuk, vanny seorang gadis rumahan, ia hanya tau, tujuan yang ada di rumahnya seperti, ruang makan, ruang keluarga, dan toilet. vanny tidak pernah melihat dunia luar seperti apa dunia luar itu, vanny pun menyelesaikan semua pendidikannya dengan home school, saat jam 8 pagi piano di lantai 2 di mana di luar jendelanya terdapat pohon yang tubuh besar dan subur, vanny selalu memainkan pianonya, suara piano yang lembut, dimainkan dengan perasaan yang sangat polos, membuat suara piano sangat indah.

hingga saat sore hari bapak suryadinata ayahnya vanny menerima tamu, ayah vanny memperkenalkan kepada teman ayahnya, dan menceritakan teryata mereka adalah teman dari sd hingga kuliah bisa di bilang sahabat karib. di samping teman papa terlihat seorang laki laki, tiggi besar berkulit coklat, tapi cubby alias ndut. karena laki laki itu bertubuh besar dan tinggi, jadi ndutnya tidak ketara kelihatan. kemudia teman papa memperkenalkan anaknya yang bernama Vannya, vanny pun menunjukan raut wajah yang heran, kaerna nama mereka sangat mirip.

tidak lama terjadi omongan serius antara papa dan teman papa, tentang perjodohan dirinya, vanny hanya bisa terdiam kaku. begitu juga vannya mendengar omongan orang tua mereka, vannya harus diam karena harus menurut apa kata orang tua.

malam harinya, vannya mengajak vanny jalan jalan, kekota dengan berjalan kaki, memang tidak terlalu jauh dari rumah vany ke kota cukup berjalan kaki selama 30 menit, lagi pula udara pegungan sangatlah bersih tidak ada polusi seperti di kota.

vannya selalu bergumam di dalam hatinya kenapa harus di jodohkan dengan wanita rumahan, begitu juga vanny tidak menyukai vannya yang dingin dan sifatnya bikin vanny eneg. vanny berjalan di belakang vannya, saat di kota, vanya melihat ke wajah vanny, teryata vanny sangat senang terlihat dari raut wajahnya, selama ini vanny hanya melihat dari televisi soal dunia luar kini ia merasakan langsung. vannya mulai kewalahan, mengikuti vanny seperti layang layang putus kesana kemari, membeli makanan di luar, melihat sesuatu yang aneh dan hanya bisa ia lihat di televisi. hingga karena senangnya vanny hendak di tabrak oleh mobil vanya dengan sigap menarik tangan vanny.

"lo punya mata gak sih, lo hampir saja mati konyol, kalo mau yebrang lihat kiri kanan" vannya marah
"tapi... tapi.." vanny menundukan wajahnya
"tapi tapi apa hah!!!!!, kalo kamu kenapa napa gw juga yang repot" dengan nada tinggi vanya saking kesalnya
"maaf..." tiba tiba vanny meneteskan air mata

melihat air mata yang mulai berjatuhan, vannya langsung kalangkabut, dan berhenti.

"jangan di ulangin lagi ya vanny plase jangan nangis" vanya dengan nada lembut
"iya... janji yah gak marah marah lagi" ujar vanny sambil melihat wajah vannya
"janji" walau dalam hati vannya gak janji

vanny dengan polosnya tersenyum lagi, vannya pun memberikan ice cream, vanny sangat senang sekali, setelah habis ice creamnya vanny minta ice cream lagi, lama lama emosi vannya meledak lagi, dan vanny terkejut, vannya terdiam lagi, ingat akan janjinya, vanny mengembungkan kedua pipinya, sambil menatap tajam vannya.vannya pun mengajak vanny pulang dan membelikan ice cream lagi, kini vanny berjalan di depan vannya, sambil menari nari kegirangan, telah melihat dunia luar, tiba tiba vanny terjatuh.

"mata kamu kemana sih hah, jatuh kan, makanya biasa aja dong jangan pake acara nari nari muter muter keq di sinetron aja" vannya marah lagi
"..............." vanny terdiam sambil memegang betisnya
"sini berdri " vannya sambil mengulurkan tanganya

tiba tiba vanny menepis uluran tangan vannya, dan berdiri sendiri dengan pipi di kembungin, vannya memulai langkah duluan, vannya pun menoleh kebelakang dan melihat vanny berjalan pincang. lalu vannya berbalik ke vanny, vannya jongkok di depan vanny, vanny heran posisi itu buat apa.

"udah jangan bengong entar kaki kamu tu bengkak, sini aq gendong sampai ke rumah" ujar deva dengan nada marah
"......iya... maaf..." teryata vanya perduli dengan vany, gumam vanny

lalu vannya berjalan sambil menggendong vanny di belakang vanny memeluk  tubuh vanya karena kalo gak d peluk akan jatuh, tangan kanan vanya menjaga ke seimbangan tubuh vanny yang ia gendong belakang, dengan sambil membawa 2 sendal vanny. di jalan vanny melihat ke langit malam yang di taburi bintang bintang. vanny belum pernah di perlakukan seperti ini oleh seorang laki laki, entah kenapa perasaan aneh ini muncul dalam tubuh vanny rasa yaman dan terjaga. walau vannya galak tapi sebenarnya dia perduli akan ke adaan vanny, perjalanan ini tidak lah mudah bagi vannya karena jalannya menanjak, vannya terus berusaha agar tidak terjatuh, karena jika terjatuh vanny akan tertawakan dirinya sebagai laki laki yang lemah. tapi teryata keadaan berkehendak lain, kaki vannya sudah gemetaran, tiba tiba mereka berdua terjatuh tergulung ke ladang rumput. saat mereka duduk saling berpandangan tiba tiba mereka berdua tertawa, saling meledek tapi beberapa saat kemudian mereka terdiam dengan wajah memerah.

vannya pun berdiri, dan memeriksa kaki vanny yang sudah mulai membengkak. mereka pun memutuskan untuk istirahat sambil melihat bintang di langit, tiba tiba vanny degan polosnya menyendarkan kepalanya ke pundak vannya. vanya pun terdiam.

"vannya tau gak, ada legenda mengatakan bahwa jika kita melihat bintang jatuh, kita langsung panjatkan doa kepada tuhan, dan doa kita akan terkabul" vanny dengan nada pelan
"tapi itu hanya legenda" ujar vanya dengan nada datar

tiba tiba ada sebuah bintang jatuh, dan vanny memejamkan matanya,
"tuhan aku harap laki laki yang telah engkau antarkan ini adalah laki laki yang baik dari yang terbaik yang pernah engkau ciptakan, amin" vanny berdoa
vanya menoleh ke arah vanny saat vanny memejamkan matanya, entah kenapa rasa jantung vannya berdetak dengan kencang, melihat vanny apa ini yang di sebut cinta, tapi vannya terus diam saja menolak semua rasanya.

setelah itu vannya menggendong vanny lagi, hingga tiba di rumah, vanny langsung di obati oleh pembantunya dan dokter keluarga di rumah vanny. saat dalam ke adaan di bawah sinar lampu baru terlihat, banyak lecet di tubuh vannya, karena terjatuh sambil memeluk vanny, untuk melindungi vanny, darah di kepala vannya pun terlihat, begitu juga kaki vannya yang melepuh. 

vanny pun langsung memegang erat tangan vannya dan bilang "maaf" vannya pun tersenyum. tiba tiba kepala vannya berkunang - kunang dan vannya jatuh pingsan.

"teryata anak kita saling menjaga" ujar papa vanny
"sekarang bagai mana kapan kita tentukan hari perjodohan mereka?" ayah vannya bertanya
"secepatnya teman ku" papa vanny tersenyum

mereka pun tertawa bersama....


bersambung......................



 
READ MORE - My Lover A Girl At Home Part 1
Pagi hari, seperti biasa vanny duduk di dekat jendela kamarnya di lantai 3, menatap halaman rumah yang sangat luas, dengan udara pegunangan yang sangat sejuk, vanny seorang gadis rumahan, ia hanya tau, tujuan yang ada di rumahnya seperti, ruang makan, ruang keluarga, dan toilet. vanny tidak pernah melihat dunia luar seperti apa dunia luar itu, vanny pun menyelesaikan semua pendidikannya dengan home school, saat jam 8 pagi piano di lantai 2 di mana di luar jendelanya terdapat pohon yang tubuh besar dan subur, vanny selalu memainkan pianonya, suara piano yang lembut, dimainkan dengan perasaan yang sangat polos, membuat suara piano sangat indah.

hingga saat sore hari bapak suryadinata ayahnya vanny menerima tamu, ayah vanny memperkenalkan kepada teman ayahnya, dan menceritakan teryata mereka adalah teman dari sd hingga kuliah bisa di bilang sahabat karib. di samping teman papa terlihat seorang laki laki, tiggi besar berkulit coklat, tapi cubby alias ndut. karena laki laki itu bertubuh besar dan tinggi, jadi ndutnya tidak ketara kelihatan. kemudia teman papa memperkenalkan anaknya yang bernama Vannya, vanny pun menunjukan raut wajah yang heran, kaerna nama mereka sangat mirip.

tidak lama terjadi omongan serius antara papa dan teman papa, tentang perjodohan dirinya, vanny hanya bisa terdiam kaku. begitu juga vannya mendengar omongan orang tua mereka, vannya harus diam karena harus menurut apa kata orang tua.

malam harinya, vannya mengajak vanny jalan jalan, kekota dengan berjalan kaki, memang tidak terlalu jauh dari rumah vany ke kota cukup berjalan kaki selama 30 menit, lagi pula udara pegungan sangatlah bersih tidak ada polusi seperti di kota.

vannya selalu bergumam di dalam hatinya kenapa harus di jodohkan dengan wanita rumahan, begitu juga vanny tidak menyukai vannya yang dingin dan sifatnya bikin vanny eneg. vanny berjalan di belakang vannya, saat di kota, vanya melihat ke wajah vanny, teryata vanny sangat senang terlihat dari raut wajahnya, selama ini vanny hanya melihat dari televisi soal dunia luar kini ia merasakan langsung. vannya mulai kewalahan, mengikuti vanny seperti layang layang putus kesana kemari, membeli makanan di luar, melihat sesuatu yang aneh dan hanya bisa ia lihat di televisi. hingga karena senangnya vanny hendak di tabrak oleh mobil vanya dengan sigap menarik tangan vanny.

"lo punya mata gak sih, lo hampir saja mati konyol, kalo mau yebrang lihat kiri kanan" vannya marah
"tapi... tapi.." vanny menundukan wajahnya
"tapi tapi apa hah!!!!!, kalo kamu kenapa napa gw juga yang repot" dengan nada tinggi vanya saking kesalnya
"maaf..." tiba tiba vanny meneteskan air mata

melihat air mata yang mulai berjatuhan, vannya langsung kalangkabut, dan berhenti.

"jangan di ulangin lagi ya vanny plase jangan nangis" vanya dengan nada lembut
"iya... janji yah gak marah marah lagi" ujar vanny sambil melihat wajah vannya
"janji" walau dalam hati vannya gak janji

vanny dengan polosnya tersenyum lagi, vannya pun memberikan ice cream, vanny sangat senang sekali, setelah habis ice creamnya vanny minta ice cream lagi, lama lama emosi vannya meledak lagi, dan vanny terkejut, vannya terdiam lagi, ingat akan janjinya, vanny mengembungkan kedua pipinya, sambil menatap tajam vannya.vannya pun mengajak vanny pulang dan membelikan ice cream lagi, kini vanny berjalan di depan vannya, sambil menari nari kegirangan, telah melihat dunia luar, tiba tiba vanny terjatuh.

"mata kamu kemana sih hah, jatuh kan, makanya biasa aja dong jangan pake acara nari nari muter muter keq di sinetron aja" vannya marah lagi
"..............." vanny terdiam sambil memegang betisnya
"sini berdri " vannya sambil mengulurkan tanganya

tiba tiba vanny menepis uluran tangan vannya, dan berdiri sendiri dengan pipi di kembungin, vannya memulai langkah duluan, vannya pun menoleh kebelakang dan melihat vanny berjalan pincang. lalu vannya berbalik ke vanny, vannya jongkok di depan vanny, vanny heran posisi itu buat apa.

"udah jangan bengong entar kaki kamu tu bengkak, sini aq gendong sampai ke rumah" ujar deva dengan nada marah
"......iya... maaf..." teryata vanya perduli dengan vany, gumam vanny

lalu vannya berjalan sambil menggendong vanny di belakang vanny memeluk  tubuh vanya karena kalo gak d peluk akan jatuh, tangan kanan vanya menjaga ke seimbangan tubuh vanny yang ia gendong belakang, dengan sambil membawa 2 sendal vanny. di jalan vanny melihat ke langit malam yang di taburi bintang bintang. vanny belum pernah di perlakukan seperti ini oleh seorang laki laki, entah kenapa perasaan aneh ini muncul dalam tubuh vanny rasa yaman dan terjaga. walau vannya galak tapi sebenarnya dia perduli akan ke adaan vanny, perjalanan ini tidak lah mudah bagi vannya karena jalannya menanjak, vannya terus berusaha agar tidak terjatuh, karena jika terjatuh vanny akan tertawakan dirinya sebagai laki laki yang lemah. tapi teryata keadaan berkehendak lain, kaki vannya sudah gemetaran, tiba tiba mereka berdua terjatuh tergulung ke ladang rumput. saat mereka duduk saling berpandangan tiba tiba mereka berdua tertawa, saling meledek tapi beberapa saat kemudian mereka terdiam dengan wajah memerah.

vannya pun berdiri, dan memeriksa kaki vanny yang sudah mulai membengkak. mereka pun memutuskan untuk istirahat sambil melihat bintang di langit, tiba tiba vanny degan polosnya menyendarkan kepalanya ke pundak vannya. vanya pun terdiam.

"vannya tau gak, ada legenda mengatakan bahwa jika kita melihat bintang jatuh, kita langsung panjatkan doa kepada tuhan, dan doa kita akan terkabul" vanny dengan nada pelan
"tapi itu hanya legenda" ujar vanya dengan nada datar

tiba tiba ada sebuah bintang jatuh, dan vanny memejamkan matanya,
"tuhan aku harap laki laki yang telah engkau antarkan ini adalah laki laki yang baik dari yang terbaik yang pernah engkau ciptakan, amin" vanny berdoa
vanya menoleh ke arah vanny saat vanny memejamkan matanya, entah kenapa rasa jantung vannya berdetak dengan kencang, melihat vanny apa ini yang di sebut cinta, tapi vannya terus diam saja menolak semua rasanya.

setelah itu vannya menggendong vanny lagi, hingga tiba di rumah, vanny langsung di obati oleh pembantunya dan dokter keluarga di rumah vanny. saat dalam ke adaan di bawah sinar lampu baru terlihat, banyak lecet di tubuh vannya, karena terjatuh sambil memeluk vanny, untuk melindungi vanny, darah di kepala vannya pun terlihat, begitu juga kaki vannya yang melepuh. 

vanny pun langsung memegang erat tangan vannya dan bilang "maaf" vannya pun tersenyum. tiba tiba kepala vannya berkunang - kunang dan vannya jatuh pingsan.

"teryata anak kita saling menjaga" ujar papa vanny
"sekarang bagai mana kapan kita tentukan hari perjodohan mereka?" ayah vannya bertanya
"secepatnya teman ku" papa vanny tersenyum

mereka pun tertawa bersama....


bersambung......................



 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku