Senin, 01 Oktober 2012

Manusia Dan Athan part 2

serenite hanya terdiam, saat itu mereka keluar dari rumah, hujan kini sudah berhenti, ferazh menarik ganggang cakram senjata lupin dan terbelah menjadi dua, dan dengan sekejap menjadi sebuah sabit, dan di letakan di punggung ferazh.

"dengan ini aku akan mengembara ke muka bumi, akan aq luruskan tentang legenda dan kisah kisah dari 400 tahun yang lalu, antara perperangan athan dan manusia. apa yang sebenarnya terjadi, akan ku rubah semuanya, bahwa bangsa athan tidak seperti yang mereka dengar" ujar ferazh
"bagai mana caranya kamu merubah semuanya ?" serenite menoleh ke arah ferazh
"jika dengan kata kata tidak mungkin aku akan lakukan dengan senjata ku" ferazh menghadak ke rumahnya
"............."

ferazh pun berjalan meninggalkan serenite, tiba tiba rumah tersebut terbakar, ferazh melewati hutan dan menuju kota, semua orang tercengang, dengan ferazh berjalan, di tambah lambang naga biru di senjatanya. menuju pusat kota, di mata tatapan mata ferazh yang sangat tajam. di pusat kota ada sebuah patung dimana manusia menikam seorang dari bangsa athan.

"hei untuk apa kau mendekati patung kebanggaan ini" ujar tetua desa
"aku datang untuk menghancurkannya" ferazh dengan nada datar
"jika kau mencoba menghancurkanya maka, semua clan dan aly di kota ini akan menjadi musuh mu" tetua desa memperingatkan ferazh
"cih... coba saja jika kalian bisa menghentikan ku" ferazh dengan tatapan tajam
"ferazh jangan!!!!!!!!!" teriak serenite dari belakang ferazh
"serenite jika kau menghalangi q maka kau akan menjadi musuh ku" ujar ferazh memperingati serenite

ferazh mengambil ke dua sabitny, dan tetua desa pun meniup peluit, dari clan ally wart datang, mereka mengelilingi ferazh. ferazh memperhatikan semuanya. mereka adalah para pengguna jurus bangsa athan, tapi mereka bukanlah keturunan langsung darah athan, sungguh membuat ferazh sangat geli. ferazh pun langgung menggunakan jurus shadow dance ya. dan menyerang ally wart tanpa banyak bicara lagi, gerakan yang sangat sulit di tebak. tapi ferazh tidak menyerang mereka, hanya melewati, dan menuju patung besar tersebut, menggunakan Dragon Cut, menghantam patung tersebut hingga terbelah, semua mata mengarah ke patung, yang telah di belah menjadi dua dan runtuh ke tanah.

orang orang di sana tidak menyangka patung besar kuat dan kokoh serta tebal tersebut dapat di hancurkan dengan sekali menggunakan sebuah tehnik dari ferazh.  dan di dalam batu tersebut terdapat tulisan.
"kami meminta maaf kepada para bangsa athan, telah merusak perjanjian yang telah kami buat sendiri, aku sebagai kaisar meminta maaf, aku harap kalian memaafkan kami, dalam perperangan itu, telah terjadi banyaknya penghiyanat di dalam tubuh pemerintahan bangsa manusia, dan aku sebagai kaisar meminta maaf" tulisan yang di ukir berwarna merah dengan stempel kerajaan.

ferazh pun berjalan melewati bangsa manusia, dan berpapasan pula dengan serenite. ferazh berjalan menuju keluarkota, dengan di balut kain berwarna hitam serta penutup kepalanya.terlihat tentara perompak menuju ke arah ia, dan ferazh memiliki dendam terhadap mereka, yang pernah membuat alm istrinya menjadi tidak dapat berjalan.  tidak lama gerbang kota di tutup, tentara berjejer di benteng pertahanan, melihat kawanan perompak yang berjumblah besar.

semua orang ketakutan melihat kejadian tersebut. begitu juga tentara kota yang sangat sedikit kalah jumblah dengan perompak tersebut. ferazh berdiri di depan gerbang sendirian. serenite berlari menuju benteng dan menyuruh ferazh agar sembunyi. ferazh pun mengambil 2 sabit ya yang terbuat dari senjata cakram lupin. mereka menganggap ferazh orang yang bodoh dan akan mengantar yawa. dan ferazh pun melemparkan ke dua sabitnya ke arah pasukan berkuda perompak tersebut. dan memotong kaki kuda dan sabit itu bagaikan bumerang dan kembali lagi ke dua tangan ferazh, ferazh berlari dengan badan badan condong ke depan dengan kedua tangannya di belakang sambil membawa sabit yang sangat tajam.

tubuh ferazh pun terasa samar terlihat dan memutar 2 buah yangan yang sangat mirip dengannya, pun muncul dan menyebar. serenite terkejut apakah itu jurus asli sedow dance milik keluarga rayan dari bangsa athan. ferazh mengayunkan sabitnya sambil melompat di udara memenggal kepala musuh, sebuah anak panah melesat ke arah ferazh, dan terkena di jantungnya, serenite tercengang, teryata yang terkena hanyalah bayangan ferazh, ferazh pun menggunakan shadow dance ya kini muncul 4 bayangan yang sangat mirip dengannya. melihat kejadian tersebut kawanan prompak pun merubah formasi menjadi 4 barisan memutari ferazh, serenite pun me lompat dari benteng, dan berlari ke arah ferazh, dari sebuah kotak yang serenite bawa di bukanya dan keluar 6 pedang 2 dipegang oleh kiri dan kanan serenite dan 4 lagi terbang mengitari tubuh serenite.

dan memberikan meteor fire, menghantam bumi, melihat kepanikan tersebut ferazh pun memanfaatkan dan bergerak kali ini sulit di ikuti dengan gerakan mata. gerakanya makin cepat dan cepat. serenite terpana dengan gerakan ferazh yang luar biasa. mengandalakan kecepatan dari gerakannya. dan salto di udara dengan cepat gerakan yang sangat indah, serenite tidak mau kalah ia pun membuat gerakan ya itu hell dance,  setiap serenite menari di sekitarnya muncul ledakan ledakan secara acak yang tak terduga. semua prajurit yang berjaga di benteng pertahanan terpana dengan ferazh dan serenite. tdak lama 4 orang pemuda melompat dari benteng, dengan lambang ally petarung. mereka adalah orang orang yang terkuat dari yang terkuat mereka tertarik dengan gerakan serenite dan ferazh. mreka pun bergabung dengan ferazh dan serenite. melompat ke udara dengan aura phonix sebuah anak panah pun di lepaskan dari salah satu anggota ally petarung. dan menembus 10 tubuh kawanan perompak dan terkapar di tanah bersimbah darah.

serangan yang luar biasa dari ally petarung dan serenite berserta fearzh, melihat kejadian tersebut salah seorang pemimpin kawanan perompak pun. memerintahkan agar mundur. saat mundur, 4 ally petarung dan serenite pun diam melihat musuh mundur, tapi berbeda dengan ferazh, dia pun memburu yang mencoba mundur. kecepatan lari ferazh menyamai kekuatan 5 ekor kuda, seperti apa jantung para rayan sungguh di luar akal.

musuh sangat ketakutan dan berteriak minta di lepaskan, tapi ferazh melompat ke kuda dan membelahnya menjadi dua, dan ferazh terus memburu satu persatu musuh yang mundur terjatuh ke tanah. setelah selesai ferazh pun mengibaskan sabitnya agar tidak ada darah yang lengket di senjatanya.

"kini dendam mu sudah terbalaskan, aku mengirimkan puluhan pembantu untuk mu di akhirat, perlukan mereka dengan baik, karena aku sudah menghukum mereka di dunia ini, tapi jika mereka tidak mau bertobat saat bertemu diri mu di akhirat, maka hancurkan saja roh mereka" ferazh sambil melihat ke arah langit biru di angkasa.

ferazh pun kembali ke desa, pintu gerbang desa di buka, orang orang pun minggir dan memberikan jalan untuknya, mereka berpikir jika ferazh hendak membunuh 1 kota dia akan lakukan, karena selama ini dia tidak pernah melawan. mereka menjadi segan dengan apa yang mereka lihat sekarang. dan ferazh membeli se ekor kuda untuk ia tunggangi. dan pergi dari desa untuk berkelana.

di samping itu, nama ferazh mulai berkumandang di setiap negeri, sebagai pembunuh tanpa memiliki rasa kasihan. di sebuah kota mata hari, yang ramai dengan pedagang dan pelintas batas, ferazh duduk di pinggiran kota, saat itu seorang anak laki laki menghampirinya. memperhatikan ferazh dengan sebuah lembaran yang ia bawa. ferazh tidak perduli dengan anak laki laki tersebut. tidak lama seorang wanita dewasa menghampirinya dan meminta maaf kepada ferazh. saat hendak membawa pergi anak laki laki itu tiba tiba
"kaka bernama ferazh kan" ujar anak laki laki itu
ferazh menoleh dengan mata yang tajam ke anak laki laki itu, wanita dewasa terbut langsung sadar dengan wajah dan selembar kertas dan sebuah nama, dan langsung bersujud memohon ampun.
"angkat kepala mu jangan bersujud kepada ku dan meminta maaf, kamu tidak salah apa apa" ujar ferazh
"aku rena dan ini adik ku, minoru, aku harap anda tidak marah atas kelancangan adik ku" ujar rena sambil bersujud
"kaka ferazh aku mohon balaskan dendam ku, seluruh keluarga ku di bantai oleh guild beranama warth, tolong lah aku mohon" anak laki laki tersebut menangis

tapi ferazh pun berjalan meninggalkan anak laki laki tersebut beserta kakanya, tanpa sepatah kata pun. saat malam tiba ferazh menginap di sebuah penginapan.saat malam tiba ferazh pun duduk di atas atab, tidak lama terdengar sebuah keributan. teryata rena dan minoru yang tadi sore bertemu denganya. ferazh mendengar kata kata dari orang yang ia dengar barusan, menceritakan dengan singkat.tentang apa yang terjadi terhadap 2 orang tersebut, yang kini jatuh miskin, dulu saat keluarga mereka ada, kota matahari sangatlah indah, dan tentram, semenjak ada guild warth membuat semua menjadi kacau balau, mereka menarik pajak dengan seenaknya dan di lindungi oleh pejabat korup.

ferazh melihat salah satu orang yang menghadang mereka mencabut pedang, ferazh pun bergegas mengambil sabit ya dan langsung melompat dari lantai 3 penginapanya, semua orang berlarian. dan mengosongkan jalan.

"aku sudah mendengar dari semua orang di kota ini, teryata kalian adalah guild busuk, dan orang busuk sperti kalian harus di hancurkan" ujar ferazh
"siapa kau hah" salah seorang anggota clan wart dengan nada membentak
"rena dan minoru menyingkirlah dari hadapan ku, agar kalian tidak terluka" perintah ferazh

minoru dan rena pun menyingkir ke pinggir jalan mereka mengamati ferazh dengan 2 orang dari warth. dan salah satu temannya langsung terkejut melihat ciri ciri ferazh.

"kau adalah seorang Rayan dari bangsa athan, ya itu ferazh, pembunuh berdarah dingin yang telah mebantai 1 pasukan perompak sendirian" ujar salah satu anggota wart tersebut
"sepertinya kalian selanjutnya" ferazh tesrenyum

mereka pun lari ketakutan, ferazh mengahampiri rena dan minoru, menanyakan markas warth, rena dan minoru pun memberi tahukan lokasi rumah clan warth yang ada di tengah tengah kota. orang orang pun mengikuti dari belakang. ferazh dengan santai tapi penuh waspada berjalan menuju rumah warth.

di samping itu di rumah clan warth, mereka malah tertawa mendengar kabar dari 2 rekan mereka, dan mereka berkata kata makin sombong. serta meremehkan ferazh. di depan pintu guild wrath, ferazh pun menyuruh minoru dan rena menunggunya di luar, ferazh mengambil ke 2 sabitnya yang menggangung di pundaknya. ferazh membelah pintu guild warth dan semua orang di dalam terkejut dengan runtuhnya pintu guild mereka.

sungguh di luar dugaan, ferazh berjalan menuju bartender dan memesan sebuah minuman. melihat kejadian tersebut, tiba tiba orang orang di dalam rumah guild warth pun menyerang ferazh, dari luar terdengar keributan dari dalam rumah guild warth, beberapa terpelanting keluar dari rumah guild warth dari jendela terlihat bekas sabetan sabit milik ferazh yang besar dan orang itu mati dengan seketika, teriakan di dalam rumah guild tersebut membuat yang mendengarnya menjadi pucat pasi.

bau amis darah di udara pun tercium, tidak lama banyak yang keluar berlari dari rumah guild terbagi menjadi 4 arah mereka mencoba meloloskan diri, salah seorang menunjuk ke arah atap rumah ferazh berdiri, sambil melihat ke 4 penjuru, ferazh pun membagi tubuhnya menjadi 9 bagian, ultimate shadow dance. minoru dan rena terpana, dan semuanya pun melompat, ferazh memburu semua clan warth yang lari. terdengar teriakan di semua sudut kota matahari, suara teriakan yang  menderita kesakitan luarbiasa.


bersambung




READ MORE - Manusia Dan Athan part 2
serenite hanya terdiam, saat itu mereka keluar dari rumah, hujan kini sudah berhenti, ferazh menarik ganggang cakram senjata lupin dan terbelah menjadi dua, dan dengan sekejap menjadi sebuah sabit, dan di letakan di punggung ferazh.

"dengan ini aku akan mengembara ke muka bumi, akan aq luruskan tentang legenda dan kisah kisah dari 400 tahun yang lalu, antara perperangan athan dan manusia. apa yang sebenarnya terjadi, akan ku rubah semuanya, bahwa bangsa athan tidak seperti yang mereka dengar" ujar ferazh
"bagai mana caranya kamu merubah semuanya ?" serenite menoleh ke arah ferazh
"jika dengan kata kata tidak mungkin aku akan lakukan dengan senjata ku" ferazh menghadak ke rumahnya
"............."

ferazh pun berjalan meninggalkan serenite, tiba tiba rumah tersebut terbakar, ferazh melewati hutan dan menuju kota, semua orang tercengang, dengan ferazh berjalan, di tambah lambang naga biru di senjatanya. menuju pusat kota, di mata tatapan mata ferazh yang sangat tajam. di pusat kota ada sebuah patung dimana manusia menikam seorang dari bangsa athan.

"hei untuk apa kau mendekati patung kebanggaan ini" ujar tetua desa
"aku datang untuk menghancurkannya" ferazh dengan nada datar
"jika kau mencoba menghancurkanya maka, semua clan dan aly di kota ini akan menjadi musuh mu" tetua desa memperingatkan ferazh
"cih... coba saja jika kalian bisa menghentikan ku" ferazh dengan tatapan tajam
"ferazh jangan!!!!!!!!!" teriak serenite dari belakang ferazh
"serenite jika kau menghalangi q maka kau akan menjadi musuh ku" ujar ferazh memperingati serenite

ferazh mengambil ke dua sabitny, dan tetua desa pun meniup peluit, dari clan ally wart datang, mereka mengelilingi ferazh. ferazh memperhatikan semuanya. mereka adalah para pengguna jurus bangsa athan, tapi mereka bukanlah keturunan langsung darah athan, sungguh membuat ferazh sangat geli. ferazh pun langgung menggunakan jurus shadow dance ya. dan menyerang ally wart tanpa banyak bicara lagi, gerakan yang sangat sulit di tebak. tapi ferazh tidak menyerang mereka, hanya melewati, dan menuju patung besar tersebut, menggunakan Dragon Cut, menghantam patung tersebut hingga terbelah, semua mata mengarah ke patung, yang telah di belah menjadi dua dan runtuh ke tanah.

orang orang di sana tidak menyangka patung besar kuat dan kokoh serta tebal tersebut dapat di hancurkan dengan sekali menggunakan sebuah tehnik dari ferazh.  dan di dalam batu tersebut terdapat tulisan.
"kami meminta maaf kepada para bangsa athan, telah merusak perjanjian yang telah kami buat sendiri, aku sebagai kaisar meminta maaf, aku harap kalian memaafkan kami, dalam perperangan itu, telah terjadi banyaknya penghiyanat di dalam tubuh pemerintahan bangsa manusia, dan aku sebagai kaisar meminta maaf" tulisan yang di ukir berwarna merah dengan stempel kerajaan.

ferazh pun berjalan melewati bangsa manusia, dan berpapasan pula dengan serenite. ferazh berjalan menuju keluarkota, dengan di balut kain berwarna hitam serta penutup kepalanya.terlihat tentara perompak menuju ke arah ia, dan ferazh memiliki dendam terhadap mereka, yang pernah membuat alm istrinya menjadi tidak dapat berjalan.  tidak lama gerbang kota di tutup, tentara berjejer di benteng pertahanan, melihat kawanan perompak yang berjumblah besar.

semua orang ketakutan melihat kejadian tersebut. begitu juga tentara kota yang sangat sedikit kalah jumblah dengan perompak tersebut. ferazh berdiri di depan gerbang sendirian. serenite berlari menuju benteng dan menyuruh ferazh agar sembunyi. ferazh pun mengambil 2 sabit ya yang terbuat dari senjata cakram lupin. mereka menganggap ferazh orang yang bodoh dan akan mengantar yawa. dan ferazh pun melemparkan ke dua sabitnya ke arah pasukan berkuda perompak tersebut. dan memotong kaki kuda dan sabit itu bagaikan bumerang dan kembali lagi ke dua tangan ferazh, ferazh berlari dengan badan badan condong ke depan dengan kedua tangannya di belakang sambil membawa sabit yang sangat tajam.

tubuh ferazh pun terasa samar terlihat dan memutar 2 buah yangan yang sangat mirip dengannya, pun muncul dan menyebar. serenite terkejut apakah itu jurus asli sedow dance milik keluarga rayan dari bangsa athan. ferazh mengayunkan sabitnya sambil melompat di udara memenggal kepala musuh, sebuah anak panah melesat ke arah ferazh, dan terkena di jantungnya, serenite tercengang, teryata yang terkena hanyalah bayangan ferazh, ferazh pun menggunakan shadow dance ya kini muncul 4 bayangan yang sangat mirip dengannya. melihat kejadian tersebut kawanan prompak pun merubah formasi menjadi 4 barisan memutari ferazh, serenite pun me lompat dari benteng, dan berlari ke arah ferazh, dari sebuah kotak yang serenite bawa di bukanya dan keluar 6 pedang 2 dipegang oleh kiri dan kanan serenite dan 4 lagi terbang mengitari tubuh serenite.

dan memberikan meteor fire, menghantam bumi, melihat kepanikan tersebut ferazh pun memanfaatkan dan bergerak kali ini sulit di ikuti dengan gerakan mata. gerakanya makin cepat dan cepat. serenite terpana dengan gerakan ferazh yang luar biasa. mengandalakan kecepatan dari gerakannya. dan salto di udara dengan cepat gerakan yang sangat indah, serenite tidak mau kalah ia pun membuat gerakan ya itu hell dance,  setiap serenite menari di sekitarnya muncul ledakan ledakan secara acak yang tak terduga. semua prajurit yang berjaga di benteng pertahanan terpana dengan ferazh dan serenite. tdak lama 4 orang pemuda melompat dari benteng, dengan lambang ally petarung. mereka adalah orang orang yang terkuat dari yang terkuat mereka tertarik dengan gerakan serenite dan ferazh. mreka pun bergabung dengan ferazh dan serenite. melompat ke udara dengan aura phonix sebuah anak panah pun di lepaskan dari salah satu anggota ally petarung. dan menembus 10 tubuh kawanan perompak dan terkapar di tanah bersimbah darah.

serangan yang luar biasa dari ally petarung dan serenite berserta fearzh, melihat kejadian tersebut salah seorang pemimpin kawanan perompak pun. memerintahkan agar mundur. saat mundur, 4 ally petarung dan serenite pun diam melihat musuh mundur, tapi berbeda dengan ferazh, dia pun memburu yang mencoba mundur. kecepatan lari ferazh menyamai kekuatan 5 ekor kuda, seperti apa jantung para rayan sungguh di luar akal.

musuh sangat ketakutan dan berteriak minta di lepaskan, tapi ferazh melompat ke kuda dan membelahnya menjadi dua, dan ferazh terus memburu satu persatu musuh yang mundur terjatuh ke tanah. setelah selesai ferazh pun mengibaskan sabitnya agar tidak ada darah yang lengket di senjatanya.

"kini dendam mu sudah terbalaskan, aku mengirimkan puluhan pembantu untuk mu di akhirat, perlukan mereka dengan baik, karena aku sudah menghukum mereka di dunia ini, tapi jika mereka tidak mau bertobat saat bertemu diri mu di akhirat, maka hancurkan saja roh mereka" ferazh sambil melihat ke arah langit biru di angkasa.

ferazh pun kembali ke desa, pintu gerbang desa di buka, orang orang pun minggir dan memberikan jalan untuknya, mereka berpikir jika ferazh hendak membunuh 1 kota dia akan lakukan, karena selama ini dia tidak pernah melawan. mereka menjadi segan dengan apa yang mereka lihat sekarang. dan ferazh membeli se ekor kuda untuk ia tunggangi. dan pergi dari desa untuk berkelana.

di samping itu, nama ferazh mulai berkumandang di setiap negeri, sebagai pembunuh tanpa memiliki rasa kasihan. di sebuah kota mata hari, yang ramai dengan pedagang dan pelintas batas, ferazh duduk di pinggiran kota, saat itu seorang anak laki laki menghampirinya. memperhatikan ferazh dengan sebuah lembaran yang ia bawa. ferazh tidak perduli dengan anak laki laki tersebut. tidak lama seorang wanita dewasa menghampirinya dan meminta maaf kepada ferazh. saat hendak membawa pergi anak laki laki itu tiba tiba
"kaka bernama ferazh kan" ujar anak laki laki itu
ferazh menoleh dengan mata yang tajam ke anak laki laki itu, wanita dewasa terbut langsung sadar dengan wajah dan selembar kertas dan sebuah nama, dan langsung bersujud memohon ampun.
"angkat kepala mu jangan bersujud kepada ku dan meminta maaf, kamu tidak salah apa apa" ujar ferazh
"aku rena dan ini adik ku, minoru, aku harap anda tidak marah atas kelancangan adik ku" ujar rena sambil bersujud
"kaka ferazh aku mohon balaskan dendam ku, seluruh keluarga ku di bantai oleh guild beranama warth, tolong lah aku mohon" anak laki laki tersebut menangis

tapi ferazh pun berjalan meninggalkan anak laki laki tersebut beserta kakanya, tanpa sepatah kata pun. saat malam tiba ferazh menginap di sebuah penginapan.saat malam tiba ferazh pun duduk di atas atab, tidak lama terdengar sebuah keributan. teryata rena dan minoru yang tadi sore bertemu denganya. ferazh mendengar kata kata dari orang yang ia dengar barusan, menceritakan dengan singkat.tentang apa yang terjadi terhadap 2 orang tersebut, yang kini jatuh miskin, dulu saat keluarga mereka ada, kota matahari sangatlah indah, dan tentram, semenjak ada guild warth membuat semua menjadi kacau balau, mereka menarik pajak dengan seenaknya dan di lindungi oleh pejabat korup.

ferazh melihat salah satu orang yang menghadang mereka mencabut pedang, ferazh pun bergegas mengambil sabit ya dan langsung melompat dari lantai 3 penginapanya, semua orang berlarian. dan mengosongkan jalan.

"aku sudah mendengar dari semua orang di kota ini, teryata kalian adalah guild busuk, dan orang busuk sperti kalian harus di hancurkan" ujar ferazh
"siapa kau hah" salah seorang anggota clan wart dengan nada membentak
"rena dan minoru menyingkirlah dari hadapan ku, agar kalian tidak terluka" perintah ferazh

minoru dan rena pun menyingkir ke pinggir jalan mereka mengamati ferazh dengan 2 orang dari warth. dan salah satu temannya langsung terkejut melihat ciri ciri ferazh.

"kau adalah seorang Rayan dari bangsa athan, ya itu ferazh, pembunuh berdarah dingin yang telah mebantai 1 pasukan perompak sendirian" ujar salah satu anggota wart tersebut
"sepertinya kalian selanjutnya" ferazh tesrenyum

mereka pun lari ketakutan, ferazh mengahampiri rena dan minoru, menanyakan markas warth, rena dan minoru pun memberi tahukan lokasi rumah clan warth yang ada di tengah tengah kota. orang orang pun mengikuti dari belakang. ferazh dengan santai tapi penuh waspada berjalan menuju rumah warth.

di samping itu di rumah clan warth, mereka malah tertawa mendengar kabar dari 2 rekan mereka, dan mereka berkata kata makin sombong. serta meremehkan ferazh. di depan pintu guild wrath, ferazh pun menyuruh minoru dan rena menunggunya di luar, ferazh mengambil ke 2 sabitnya yang menggangung di pundaknya. ferazh membelah pintu guild warth dan semua orang di dalam terkejut dengan runtuhnya pintu guild mereka.

sungguh di luar dugaan, ferazh berjalan menuju bartender dan memesan sebuah minuman. melihat kejadian tersebut, tiba tiba orang orang di dalam rumah guild warth pun menyerang ferazh, dari luar terdengar keributan dari dalam rumah guild warth, beberapa terpelanting keluar dari rumah guild warth dari jendela terlihat bekas sabetan sabit milik ferazh yang besar dan orang itu mati dengan seketika, teriakan di dalam rumah guild tersebut membuat yang mendengarnya menjadi pucat pasi.

bau amis darah di udara pun tercium, tidak lama banyak yang keluar berlari dari rumah guild terbagi menjadi 4 arah mereka mencoba meloloskan diri, salah seorang menunjuk ke arah atap rumah ferazh berdiri, sambil melihat ke 4 penjuru, ferazh pun membagi tubuhnya menjadi 9 bagian, ultimate shadow dance. minoru dan rena terpana, dan semuanya pun melompat, ferazh memburu semua clan warth yang lari. terdengar teriakan di semua sudut kota matahari, suara teriakan yang  menderita kesakitan luarbiasa.


bersambung




Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku