Kamis, 26 April 2012

Balas Dendam par2 di ambang kematian

Tiba tiba terdengar suatu bisikan yang makin lama makin jelas terdengar di telinga ferazh

“ferazh bangun!!!!!!!, apa kau tidak ke kampus hari ini ?!!!” suaara teriakan seorang wanita yang memegang kekuasaan penuh di rumah ini ya itu ibunya ferazh

ferazh pun terbangun, dan langsung menuju kamar mandi, bergegas dengan cepat agar, tidak terjadi hukuman dari tuhan, karena wanita itu sangat mengerikan jika sedang marah, saat di kamar mandi ferazh pun termenung dengan mimpinya yang sangat mengesankan menjadi seorang samurai.

setelah mandi ferazh sarapan, dan melihat ke tv, di berikan seorang remaja telah meninggal dengan misterius di ruangan tertutup, di dinding kamarnya terdapat bermacam macam lambang yang tidak jelas, seperti lingkaran dan tulisan tulisan yang aneh. ferazh menganggap mungkin dia sedang gila dan bunuh diri. ferazh pun berangkat ke kampus, setibanya di kampus, saat melangkah dari gerbang kampus, ferazh merasakan hawa yang aneh. ferazh merasa mimpi itu terlihat sangat yata sekali.

sementara itu, seorang mahasiswi yang terkenal dari keluarga yang memiliki kemampuan spiritual bernama Eri, berada di gedung belakang kampus. eri merasakan hawa yang aneh, hawa kebencian yang luar biasa. eri mencoba mencari sumber dari hawa tersebut. eri berdiri tegak dan memejamkan matanya.

“Wissen ohne Grenzen, einschließlich der Himmel und der Erde, verzeihe alles Leben auf dieser Erde, ist Wut tun, weg mit, bis bald!” eri membacakan mantranya dengan penuh hikmat

perlahan eri membuka matanya, dan eri sangat terkejut apa yang terjadi sekarang ini, sesosok manusia astral pun muncul di samping eri

“mungkin kita harus melenyapkan musuh kita “ ujar manusia astral itu

“zell, tapi sampai saat ini kita tidak mengetahui siapa musuh kita, lihat orang ini sangat pintar menyembunyikan kekuatannya musuh kita sekarang bukanlah orang sembarangan” eri dengan anda serius

“apa sekarang perintah mu ?” zell bertanya

“awasi sekitar sini, dan aku akan kekampus melihat dari dalam” eri meninggalkan zell

“baiklah master, perintah anda itu adalah absolut” zell sambil menundukan kepala

“sejak kapan aku memperlakukan kau menjadi seorang pesuruh atau budak hah !!!?” eri marah

“ya ya, terserah kau laH” zell pun menghilang

ferazh pun merasakan badanya tidak enak, ferazh berniat pulang dan tiba tiba serang laki laki dengan pedang kembar menyerang ferazh, ferazh terkejut dan langsung menghindar, tapi percuma gerakan orang itu sangat kuat, ferazh mendapat irisan tipis di pundaknya. merasa panik ferazh berlari, eri pun berlari keluar dan menuju halaman belakang yang sepi, eri melihat manusia astral, eri melihat ke segala arah mencari masternya tapi tidak menemukanya, saat eri melangkah, eri tertabrak dinding tak terlihat, ya itu kekkai , Blood Aspire, eri pun mundur 5 langkah, dan memanggil zell, zell segera muncul, eri memerintahkan zell, untuk menghancurkan dinding Blood Aspire, dan dinding itu berhasil di hancurkan.

ferazh terus berlari, tidak perduli apa yang dia tabrak dan apa yang ada di hadapannya, hingga ferazh terpojok, ferazh mendapatkan tusukan di bahu kirinya, ferazh menendang mahluk tersebut, dan ferazh berlari lagi sambil memegang punggungnya yang terluka, dalam hati ferazh kenapa dia di incar. apa salahnya, manusia astral tersebut berjalan dengan santai seolah olah bermain dengan ferazh, ferazh menemukan sebuah reruntuhan bebatuan, ferazh merasa kelelahan dengan tangan kanan penuh darah, ferazh memegang batu tersebut dan mencoba untuk bersandar.

ferazh tidak dapat berlari lagi, dan bersandar di batu tersebut.

“mungkin inilah akhir dari kehidupan ku, haha aku mati di usia 23 tahun, oleh orang yang tidak aku ketahui, andaikan waktu bisa di ulang aku pasti di rumah saja, tapi terlambat” ferazh tersenyum

saat itu orang yang memburu ferazh pun muncul, paha kiri ferazh di tusuk dengan tombak yang tiba tiba muncul di tangan kananya, ferazh berteriak ke sakitan, tak tersa air mata pun berjatuhan,

bersambung………

READ MORE - Balas Dendam par2 di ambang kematian

Tiba tiba terdengar suatu bisikan yang makin lama makin jelas terdengar di telinga ferazh

“ferazh bangun!!!!!!!, apa kau tidak ke kampus hari ini ?!!!” suaara teriakan seorang wanita yang memegang kekuasaan penuh di rumah ini ya itu ibunya ferazh

ferazh pun terbangun, dan langsung menuju kamar mandi, bergegas dengan cepat agar, tidak terjadi hukuman dari tuhan, karena wanita itu sangat mengerikan jika sedang marah, saat di kamar mandi ferazh pun termenung dengan mimpinya yang sangat mengesankan menjadi seorang samurai.

setelah mandi ferazh sarapan, dan melihat ke tv, di berikan seorang remaja telah meninggal dengan misterius di ruangan tertutup, di dinding kamarnya terdapat bermacam macam lambang yang tidak jelas, seperti lingkaran dan tulisan tulisan yang aneh. ferazh menganggap mungkin dia sedang gila dan bunuh diri. ferazh pun berangkat ke kampus, setibanya di kampus, saat melangkah dari gerbang kampus, ferazh merasakan hawa yang aneh. ferazh merasa mimpi itu terlihat sangat yata sekali.

sementara itu, seorang mahasiswi yang terkenal dari keluarga yang memiliki kemampuan spiritual bernama Eri, berada di gedung belakang kampus. eri merasakan hawa yang aneh, hawa kebencian yang luar biasa. eri mencoba mencari sumber dari hawa tersebut. eri berdiri tegak dan memejamkan matanya.

“Wissen ohne Grenzen, einschließlich der Himmel und der Erde, verzeihe alles Leben auf dieser Erde, ist Wut tun, weg mit, bis bald!” eri membacakan mantranya dengan penuh hikmat

perlahan eri membuka matanya, dan eri sangat terkejut apa yang terjadi sekarang ini, sesosok manusia astral pun muncul di samping eri

“mungkin kita harus melenyapkan musuh kita “ ujar manusia astral itu

“zell, tapi sampai saat ini kita tidak mengetahui siapa musuh kita, lihat orang ini sangat pintar menyembunyikan kekuatannya musuh kita sekarang bukanlah orang sembarangan” eri dengan anda serius

“apa sekarang perintah mu ?” zell bertanya

“awasi sekitar sini, dan aku akan kekampus melihat dari dalam” eri meninggalkan zell

“baiklah master, perintah anda itu adalah absolut” zell sambil menundukan kepala

“sejak kapan aku memperlakukan kau menjadi seorang pesuruh atau budak hah !!!?” eri marah

“ya ya, terserah kau laH” zell pun menghilang

ferazh pun merasakan badanya tidak enak, ferazh berniat pulang dan tiba tiba serang laki laki dengan pedang kembar menyerang ferazh, ferazh terkejut dan langsung menghindar, tapi percuma gerakan orang itu sangat kuat, ferazh mendapat irisan tipis di pundaknya. merasa panik ferazh berlari, eri pun berlari keluar dan menuju halaman belakang yang sepi, eri melihat manusia astral, eri melihat ke segala arah mencari masternya tapi tidak menemukanya, saat eri melangkah, eri tertabrak dinding tak terlihat, ya itu kekkai , Blood Aspire, eri pun mundur 5 langkah, dan memanggil zell, zell segera muncul, eri memerintahkan zell, untuk menghancurkan dinding Blood Aspire, dan dinding itu berhasil di hancurkan.

ferazh terus berlari, tidak perduli apa yang dia tabrak dan apa yang ada di hadapannya, hingga ferazh terpojok, ferazh mendapatkan tusukan di bahu kirinya, ferazh menendang mahluk tersebut, dan ferazh berlari lagi sambil memegang punggungnya yang terluka, dalam hati ferazh kenapa dia di incar. apa salahnya, manusia astral tersebut berjalan dengan santai seolah olah bermain dengan ferazh, ferazh menemukan sebuah reruntuhan bebatuan, ferazh merasa kelelahan dengan tangan kanan penuh darah, ferazh memegang batu tersebut dan mencoba untuk bersandar.

ferazh tidak dapat berlari lagi, dan bersandar di batu tersebut.

“mungkin inilah akhir dari kehidupan ku, haha aku mati di usia 23 tahun, oleh orang yang tidak aku ketahui, andaikan waktu bisa di ulang aku pasti di rumah saja, tapi terlambat” ferazh tersenyum

saat itu orang yang memburu ferazh pun muncul, paha kiri ferazh di tusuk dengan tombak yang tiba tiba muncul di tangan kananya, ferazh berteriak ke sakitan, tak tersa air mata pun berjatuhan,

bersambung………

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku