Sabtu, 28 April 2012

Balasdendam part 3 Takdir Masalalu

Eri melihat ferazh yang sedang bersendar di batu, dan eri terbentur lagi sebuah kekai takdir

“ferazh lari lah!!!!!!!” teriak eri

ferazh diam saja, ferazh melihat eri, dan tersenyum, eri menggedor gedor dinding pelindung (Kekkai) yang menyelimuti area tersebut

“eri percuma ini adalah kekkai takdir, manusia astral di sana sedang menyelesaikan takdir masalalu dan kita tidak dapat menghentikannya” zen di samping eri

“maksudmu ?” eri bertanya

“kekkai takdir di bentuk dari 9 permintaan, 9 kehidupan, 9 masalalu, 9 zaman atau era, kekuatan yang di himpun untuk bertemu kembali dengan master ya yang telah tidak ada dalam artian dulu orang itu adalah master manusia astral itu” zen menjelaskan

“jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ?” eri menatap zell

“kita pergi dari sini, jika ke inginanya selesai maka ia pun akan lenyap, tapi jika mereka membuat sebuah ikatan lagi mereka tidak akan lenyap” ujar zell

“kalo begitu aku mau melihat” ujar eri

“as your wish” zen tersenyum

manusia astral tersebut pun membuka jubahnya, dengan baju armor ala eropa, seorang perempuan berambut panjang hitam dan lurus, dan sebuah pedang claymore pedang panjang dan tebal, di pinggangnya.

“zell itu adalah Sword Astral !!” eri terkejut

“apa yang dia lakukan, tidak mungkin anak itu adalah renkarnasi dari master astral yang dulu terkenal dengan tehnik pedangnya yang luarbiasa” ujar zell dengan nada setengah tidak percaya

“benar ada 9 astral terkuat, dan sword astral lah salah satunya” eri tak mlepaskan pandangannya ke arah sword astral

saat itu ferazh melihat ke wajah mahluk astral tersebut, dengan tatapan putus asa, dan alangkah terkejutnya, mahluk astral tersebut seorang wanita cantik, dengan baju perang ala eropa. tapi mata wanita itu di liputi dengan kesedihan yang dalam apa yang terjadi.

“sebelum kau membunuh ku aku mohon beritau siapa nama mu?” ferazh dengan suara menahan kesakitan

“apa kau lupa 400 tahun yang lalu kau telah menggunakan astral spell dan kau membuang ku, dan aku adalah Astral ke 6 ya itu King Artur VI, saat final gracia kau membuang ku, aku adalah astral miluk mu, di 9 ke hidupan kan melakukan yang sama sekarang aku hendak menuntut balas, dan nama ku adalah Serenite”serenite dengan nada sedih

“aku tidak tau kejadian 400th yang lalu serta 9 kehidupan dan final gracia” ujar ferazh

“dan aku datang kembali karena kau bilang kau mencintai ku!!!!!” serenite dengan nada yang keras

ferazh terkejut dengan kata kata tersebut,

“apa dalam 9 ke hidupan dan 9 jaman aku memiliki kekasih yang cantik dan kuat seperti dia, sungguh beruntungnya aku masalalu tapi …” dalam hati ferazh

tiba tiba terlintas bayangan semua kejadian waktu final gracia, dan tentang semua kejadian 9 kehidupan dan 9 jaman, tubuh ferazh menjadi panas dan ferazh mengingat sebuah kata kata ya dahulu waktu bertemu dengan serenite, ferazh tanpa sadar membaca astral spell.

“for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!”

“…………………….”

“serenite aku sudah ingat semuanya, aresta mospehiem artea!!!!!!!!!!”

ferazh pun menghilang dari batu tersebut dan langsung berada di belakang serenite, dengan sebuah pedang excalibur, eri dan zell menyadari ferazh akhirnya telah mengingat masalalu kehidupanya.

“aku menolak!!!!!!!” serenite dengan tegas

“aku ulangin serenite, for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!” ferazh mengulangi mantra perjanjian

“aku menolak!!!!!!” serenite langsung mencabut pedangnya dan menyerang ferazh

dan pedang serenite menembus tubuh ferazh, dan ferazh langsung memeluk serenite.

“for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!” ferazh mengulangi dengan kata kata terbata bata

“aku..me…” ferazh memotong kata kata serenite

“kejadian itu sebenarnya aku tidak memiliki pilihan, jika aku tidak membaca mantra pembebas astral, kau tau saat astral relase di bacakan jika aku tidak melakukan itu aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita yang aku cintai, 9 kehidupan kita gagal saat final gracia, aku rasa kau ingat saat itu” ferazh dengan terbata bata karena luka yang dalam

“jika begitu kau harus berjanji aku selalu di sisimu” serenite dengan berlinang air mata

“ya aku berjanji” dengan nada yang sedih

“the witness of the earth and sky, the stars and moon, sun and sky, I Serenite, binds master agreements to protect life, until I die”serenite menyetujui astral spell pengikat

dinding takdir terbut tiba tiba terlihat banyak tulisan, eri dan zell membaca takdir dinding tersebut, dan eri menangis, di dinding takdir terlihat tulisan yang bergerak dan membentuk sebuah penglihatan masalalu, pedang milik serenite pun lenyap begitu juga excalibur yang di tangan ferazh.

cahaya terang, dan hangat serta hawa kebencian dan dendam pun menghilang.

bersambung…………..

 

READ MORE - Balasdendam part 3 Takdir Masalalu

Eri melihat ferazh yang sedang bersendar di batu, dan eri terbentur lagi sebuah kekai takdir

“ferazh lari lah!!!!!!!” teriak eri

ferazh diam saja, ferazh melihat eri, dan tersenyum, eri menggedor gedor dinding pelindung (Kekkai) yang menyelimuti area tersebut

“eri percuma ini adalah kekkai takdir, manusia astral di sana sedang menyelesaikan takdir masalalu dan kita tidak dapat menghentikannya” zen di samping eri

“maksudmu ?” eri bertanya

“kekkai takdir di bentuk dari 9 permintaan, 9 kehidupan, 9 masalalu, 9 zaman atau era, kekuatan yang di himpun untuk bertemu kembali dengan master ya yang telah tidak ada dalam artian dulu orang itu adalah master manusia astral itu” zen menjelaskan

“jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ?” eri menatap zell

“kita pergi dari sini, jika ke inginanya selesai maka ia pun akan lenyap, tapi jika mereka membuat sebuah ikatan lagi mereka tidak akan lenyap” ujar zell

“kalo begitu aku mau melihat” ujar eri

“as your wish” zen tersenyum

manusia astral tersebut pun membuka jubahnya, dengan baju armor ala eropa, seorang perempuan berambut panjang hitam dan lurus, dan sebuah pedang claymore pedang panjang dan tebal, di pinggangnya.

“zell itu adalah Sword Astral !!” eri terkejut

“apa yang dia lakukan, tidak mungkin anak itu adalah renkarnasi dari master astral yang dulu terkenal dengan tehnik pedangnya yang luarbiasa” ujar zell dengan nada setengah tidak percaya

“benar ada 9 astral terkuat, dan sword astral lah salah satunya” eri tak mlepaskan pandangannya ke arah sword astral

saat itu ferazh melihat ke wajah mahluk astral tersebut, dengan tatapan putus asa, dan alangkah terkejutnya, mahluk astral tersebut seorang wanita cantik, dengan baju perang ala eropa. tapi mata wanita itu di liputi dengan kesedihan yang dalam apa yang terjadi.

“sebelum kau membunuh ku aku mohon beritau siapa nama mu?” ferazh dengan suara menahan kesakitan

“apa kau lupa 400 tahun yang lalu kau telah menggunakan astral spell dan kau membuang ku, dan aku adalah Astral ke 6 ya itu King Artur VI, saat final gracia kau membuang ku, aku adalah astral miluk mu, di 9 ke hidupan kan melakukan yang sama sekarang aku hendak menuntut balas, dan nama ku adalah Serenite”serenite dengan nada sedih

“aku tidak tau kejadian 400th yang lalu serta 9 kehidupan dan final gracia” ujar ferazh

“dan aku datang kembali karena kau bilang kau mencintai ku!!!!!” serenite dengan nada yang keras

ferazh terkejut dengan kata kata tersebut,

“apa dalam 9 ke hidupan dan 9 jaman aku memiliki kekasih yang cantik dan kuat seperti dia, sungguh beruntungnya aku masalalu tapi …” dalam hati ferazh

tiba tiba terlintas bayangan semua kejadian waktu final gracia, dan tentang semua kejadian 9 kehidupan dan 9 jaman, tubuh ferazh menjadi panas dan ferazh mengingat sebuah kata kata ya dahulu waktu bertemu dengan serenite, ferazh tanpa sadar membaca astral spell.

“for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!”

“…………………….”

“serenite aku sudah ingat semuanya, aresta mospehiem artea!!!!!!!!!!”

ferazh pun menghilang dari batu tersebut dan langsung berada di belakang serenite, dengan sebuah pedang excalibur, eri dan zell menyadari ferazh akhirnya telah mengingat masalalu kehidupanya.

“aku menolak!!!!!!!” serenite dengan tegas

“aku ulangin serenite, for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!” ferazh mengulangi mantra perjanjian

“aku menolak!!!!!!” serenite langsung mencabut pedangnya dan menyerang ferazh

dan pedang serenite menembus tubuh ferazh, dan ferazh langsung memeluk serenite.

“for the sake of heaven and earth, I trust all my faith and destiny, and all the warrior spirits of the dead and in heaven, astral beings who are present are called Serenite, I made ​​a covenant with you, with 9 of the constellations in the sky, day and night, evil and good, always together until the end.
opened the gates of truth!!!” ferazh mengulangi dengan kata kata terbata bata

“aku..me…” ferazh memotong kata kata serenite

“kejadian itu sebenarnya aku tidak memiliki pilihan, jika aku tidak membaca mantra pembebas astral, kau tau saat astral relase di bacakan jika aku tidak melakukan itu aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita yang aku cintai, 9 kehidupan kita gagal saat final gracia, aku rasa kau ingat saat itu” ferazh dengan terbata bata karena luka yang dalam

“jika begitu kau harus berjanji aku selalu di sisimu” serenite dengan berlinang air mata

“ya aku berjanji” dengan nada yang sedih

“the witness of the earth and sky, the stars and moon, sun and sky, I Serenite, binds master agreements to protect life, until I die”serenite menyetujui astral spell pengikat

dinding takdir terbut tiba tiba terlihat banyak tulisan, eri dan zell membaca takdir dinding tersebut, dan eri menangis, di dinding takdir terlihat tulisan yang bergerak dan membentuk sebuah penglihatan masalalu, pedang milik serenite pun lenyap begitu juga excalibur yang di tangan ferazh.

cahaya terang, dan hangat serta hawa kebencian dan dendam pun menghilang.

bersambung…………..

 

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku