Jumat, 20 April 2012

Agency Special Operation Departement (ASOD) part 1

 

==============================================================================

=====================Agency Special Operation Departement=====================

==============================================================================

minggu pagi tiba tiba handphone berbunyi dengan lambang ASOD, setelah 4 tahun bertugas di korea selatan, feru kembali ke indonesia. setelah beristirahat selama 2 tahun, panggilan misi baru pun di mulai, kali ini bukan di eropa, asia tenggara, afrika atau amerika, melainkan di negara sendiri.

menurut laporan BIN (Badan Intelijen Negara) di lapangan, telah mendapatkan informasi dan fhoto dari satelit di daerah kalimantan, terdapat penelitian senjata biologis yang di sponsori oleh orang asing dan pemerintah daerah. feru pun melapor melalui handphone yang telah di rancang dengan khusus dengan hanya menekan 6 digit nomer yang langsung terhubung ke markas besar ASOD. dengan kedok perusahaan perkebunan mereka membangun laboratorium rahasia. di bawah tanah.

menurut kondisi ke adaan alam, dengan tanah gambut sangat sulit membuat ruangan di bawah tanah tapi sekali lagi dengan kemampuan arsitektur yang terpelajar dan handal semua dapat terjadi membuat ruangan tersebut. karena sebuah insiden, entah di buat sengaja atau tidak sengaja. terjadi sebuah kebocoran gas. effectnya membuat semua manusia terjadi sesak nafas, setelah itu temperatur tubuh menjadi naik turun seperti gejala demam berdarah, beberapa saat kemudian tanpa sebab yang jelas penderita mengalami muntah dan yeri yang sangat hebat di sekujur tubuh, kornea mata berubah menjadi putih tak berwarna.

dan kejadian medis tersebut di sebut X-virus. karena belum ada obat yang dapat menangkalnya. feru di tugaskan untuk mengumpulkan sampe di zone R tersebut, kalimantan tengah di bangun sebuah pagar terbuat titanium dan beberapa meter di bangun sebuah tembok beton yang kuat dan lebar, mengurung kalimantan tengah yang di buat dengan mengerahkan seluruh tentara dan departement perahanan. hingga saat inibelum pernah terjadi penularan virus dari udara, selama tidak terluka oleh manusia yang terjangkit virus tersebut.

virus itu dapat menular seperti penyakit AIDS. tembok tembok tersebut di jaga ketat oleh para tentara, brimob dan polisi. pemerintah indonesia melarang melakukan bombardir mengingat masih banyak warga disana yang tidak terjangkit dan bersembunyi. di wilayah utara terdapat, sebuah post yang di bangun untuk evakuasi sebuah mall yang besar yang dapat menampung ratusan warga dan persedian serta perlengkapan yang tercukupi. di setiap gedung tinggi di siagakan sniper yang di bentuk dari segala kesatuan di indonesia. setiap 13 jam sekali 4 rombongan mobil panser mengelilingi kota hinggake daerah pinggiran untuk mencari warga yang selamat, dengan membawa dokter dan mesin pemindai Kornea, karena dari kornea bisa di lihat orang itu terjangkit penyakit tersebut atau tidak.

hari rabu november 2012. feru bergabung dengan ke satuan yang telah berada di post evakuasi. malam yang gelap, lampu penerangan yang di yalakan dengan generator pun menyala. helly kopter pengantar bahan makanan dan obat obatan pun datan 1 minggu sekali secara bergantian.

bersambung

READ MORE - Agency Special Operation Departement (ASOD) part 1

 

==============================================================================

=====================Agency Special Operation Departement=====================

==============================================================================

minggu pagi tiba tiba handphone berbunyi dengan lambang ASOD, setelah 4 tahun bertugas di korea selatan, feru kembali ke indonesia. setelah beristirahat selama 2 tahun, panggilan misi baru pun di mulai, kali ini bukan di eropa, asia tenggara, afrika atau amerika, melainkan di negara sendiri.

menurut laporan BIN (Badan Intelijen Negara) di lapangan, telah mendapatkan informasi dan fhoto dari satelit di daerah kalimantan, terdapat penelitian senjata biologis yang di sponsori oleh orang asing dan pemerintah daerah. feru pun melapor melalui handphone yang telah di rancang dengan khusus dengan hanya menekan 6 digit nomer yang langsung terhubung ke markas besar ASOD. dengan kedok perusahaan perkebunan mereka membangun laboratorium rahasia. di bawah tanah.

menurut kondisi ke adaan alam, dengan tanah gambut sangat sulit membuat ruangan di bawah tanah tapi sekali lagi dengan kemampuan arsitektur yang terpelajar dan handal semua dapat terjadi membuat ruangan tersebut. karena sebuah insiden, entah di buat sengaja atau tidak sengaja. terjadi sebuah kebocoran gas. effectnya membuat semua manusia terjadi sesak nafas, setelah itu temperatur tubuh menjadi naik turun seperti gejala demam berdarah, beberapa saat kemudian tanpa sebab yang jelas penderita mengalami muntah dan yeri yang sangat hebat di sekujur tubuh, kornea mata berubah menjadi putih tak berwarna.

dan kejadian medis tersebut di sebut X-virus. karena belum ada obat yang dapat menangkalnya. feru di tugaskan untuk mengumpulkan sampe di zone R tersebut, kalimantan tengah di bangun sebuah pagar terbuat titanium dan beberapa meter di bangun sebuah tembok beton yang kuat dan lebar, mengurung kalimantan tengah yang di buat dengan mengerahkan seluruh tentara dan departement perahanan. hingga saat inibelum pernah terjadi penularan virus dari udara, selama tidak terluka oleh manusia yang terjangkit virus tersebut.

virus itu dapat menular seperti penyakit AIDS. tembok tembok tersebut di jaga ketat oleh para tentara, brimob dan polisi. pemerintah indonesia melarang melakukan bombardir mengingat masih banyak warga disana yang tidak terjangkit dan bersembunyi. di wilayah utara terdapat, sebuah post yang di bangun untuk evakuasi sebuah mall yang besar yang dapat menampung ratusan warga dan persedian serta perlengkapan yang tercukupi. di setiap gedung tinggi di siagakan sniper yang di bentuk dari segala kesatuan di indonesia. setiap 13 jam sekali 4 rombongan mobil panser mengelilingi kota hinggake daerah pinggiran untuk mencari warga yang selamat, dengan membawa dokter dan mesin pemindai Kornea, karena dari kornea bisa di lihat orang itu terjangkit penyakit tersebut atau tidak.

hari rabu november 2012. feru bergabung dengan ke satuan yang telah berada di post evakuasi. malam yang gelap, lampu penerangan yang di yalakan dengan generator pun menyala. helly kopter pengantar bahan makanan dan obat obatan pun datan 1 minggu sekali secara bergantian.

bersambung

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku