Selasa, 27 Desember 2011

Dua Dunia, Dua Cinta dan Dua Darah part 4 Malu Menyatakan

Entah kenapa setiap hari, feru merasa ada yang kurang di dalam hidupnya, jika tidak melihat azhri. ini lah yang di namakan cinta, ingin selalu bersama, hari ini adalah hari minggu, seperti biasa feru membawa Yuki Ona, jalan – jalan ke taman di dekat rumah. tidak terasa umur Yuki sudah 5 tahun, dan feru sudah lulus SMA. Feru dan Yuki duduk di bangku panjang di taman tersebut, yang lebih di kenal dengan taman asri.

“papa itu apa?” yuki menunjuk seekor burung kecil

“itu, namanya burung gereja” feru tersenyum

tiba tiba burung gereja itu terbang, dan ada lagi di depan mereka berdua.

“papa itu apa?” yuki bertanya kembali

“itu namanya, Burung gereja, sayang ku yuki ona” feru sambil mengusap kenapa yuki dengan lembut

“lucu yah pah” yuki tertawa

Feru sangat senang sekali, yuki yang menghilangkan rasa kesepiannya. Yuki tidak henti hentinya bertanya, soal burung gereja, dan bertanya hingga 49 kali, tapi feru dengan sabar menjawabnya.

feru sambil menggandeng tangan yuki dan duduk di bawah pohon, tiba tiba yuki melepaskan gandengan tangan feru, dan mengambil buah pohon cemara yang jatuh ke tanah, feru memperhatikan yuki dan tertawa, yuki mengumpulkan buah pohon cemara yang kering.

“papa ini namanya apa apa?, bunga atau buah?, terus ini bisa di makan atau enggak?, terus lagi pah, ini namanya apa?” yuki sambil memandang wajah feru

“itu namanya, Buah pohon cemara, gak bisa di makan sayang” feru tertawa

“ih papa, ketawa terus, ayo sini lomba dengan yuki, siapa yang bisa dapetin buah pohon cemara yang besar itu yang menang” yuki menantang feru

“papa tidak akan kalah, lihat aja, yuki pasti papa kalahkan” ujar feru tersenyum

“ihhhhhhhhhh……., yuki akan menang” yuki dengan wajah serius dan mereka langsung berlomba

selang waktu 2 menit yuki mendapatkan buah pohon cemara yang besar

“liha papa, yuki menang" sambil tertawa dan menunjukan ke pada feru

“lihat buah yang papa dapat, Super Duper Big Buah pohon cemara” feru menunjukan ke yuki

“gak boleh. itu tadi yuki yang nemuin, papa curang” ujar yuki dengan wajah cemberutnya

“hah, ih malu ih, ih malu ih, mana tadi, katanya buah yang di tangan papa yuki yang lihat duluan koq gak di ambil” ujar feru meledek

“huh.. lihat aja nanti yuki akan cari yang lebih besar, yang lebih hebat” yuki mencari lagi

“ayo cari, papa pasti menang” feru meledek sambil melatih keteguhan yuki dalam mengerjakan sesuatu

“papa!!!!!!!!!….!, lihat ini namanya Yuki super duper” yuki tertawa

“eh…..Yuki super duper??” feru heran anaknya cepat menirunya

“hohohoho…. papa kalah bweeeeeeee” ujar yuki

“hore yuki menang” feru bersorak

“horeeeeeee….” yuki pun ikut bersorak

mereka berdua tertawa bersama, tiba tiba feru mendengar suara, orang bertepuk tangan, dan orang itu adalah azhri.

“waaaaaaaaa, tante azhri” ujar Yuki berlari ke arah azhri dan memeluk azhri

“hahaha, seru banget yah siang ini” ujar azhri

“iya, tau gak tante papa kalah loh. sama yuki” yuki bercerita

“hmm, tante dari tadi melihat koq” ujar azhri tersenyum ke arah feru

“papa sini, dekat tante azhri” ujar yuki

“i..i..iya, papa dekat dekat” ujar feru bercampur malu

“ayo.. sekarang kita ke rumah yuki, tante mau masak, masakan yang enak banget” ujar azhri tersenyum

“asikkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, papa ayo kita pulang” yuki bersorak

“eit, kita ke toko dulu beli bahan bahannya” ujar azhri

 

mereka bertiga pun pergi ke toko, yuki sangat senang sekali, orang orang mengira feru,azhri dan yuki adalah satu keluarga. anak yang ceria dan banyak tertawa pasti ayah dan ibunya sangat menyenangkan. yuki duduk di kereta belanja, dimana feru ayah yuki menjorong kereta belanja, dan azhri yang memilih bahan makannya.

“tuttttttt…tuttttttt.. kereta api mau berangkat” ujar Yuki

“siap kapten, tempat pemberhentian kita adalah bagian buah buahan” ujar feru menghibur yuki

“ayo kita berangat” ujar yuki

bersambung…….

READ MORE - Dua Dunia, Dua Cinta dan Dua Darah part 4 Malu Menyatakan

Entah kenapa setiap hari, feru merasa ada yang kurang di dalam hidupnya, jika tidak melihat azhri. ini lah yang di namakan cinta, ingin selalu bersama, hari ini adalah hari minggu, seperti biasa feru membawa Yuki Ona, jalan – jalan ke taman di dekat rumah. tidak terasa umur Yuki sudah 5 tahun, dan feru sudah lulus SMA. Feru dan Yuki duduk di bangku panjang di taman tersebut, yang lebih di kenal dengan taman asri.

“papa itu apa?” yuki menunjuk seekor burung kecil

“itu, namanya burung gereja” feru tersenyum

tiba tiba burung gereja itu terbang, dan ada lagi di depan mereka berdua.

“papa itu apa?” yuki bertanya kembali

“itu namanya, Burung gereja, sayang ku yuki ona” feru sambil mengusap kenapa yuki dengan lembut

“lucu yah pah” yuki tertawa

Feru sangat senang sekali, yuki yang menghilangkan rasa kesepiannya. Yuki tidak henti hentinya bertanya, soal burung gereja, dan bertanya hingga 49 kali, tapi feru dengan sabar menjawabnya.

feru sambil menggandeng tangan yuki dan duduk di bawah pohon, tiba tiba yuki melepaskan gandengan tangan feru, dan mengambil buah pohon cemara yang jatuh ke tanah, feru memperhatikan yuki dan tertawa, yuki mengumpulkan buah pohon cemara yang kering.

“papa ini namanya apa apa?, bunga atau buah?, terus ini bisa di makan atau enggak?, terus lagi pah, ini namanya apa?” yuki sambil memandang wajah feru

“itu namanya, Buah pohon cemara, gak bisa di makan sayang” feru tertawa

“ih papa, ketawa terus, ayo sini lomba dengan yuki, siapa yang bisa dapetin buah pohon cemara yang besar itu yang menang” yuki menantang feru

“papa tidak akan kalah, lihat aja, yuki pasti papa kalahkan” ujar feru tersenyum

“ihhhhhhhhhh……., yuki akan menang” yuki dengan wajah serius dan mereka langsung berlomba

selang waktu 2 menit yuki mendapatkan buah pohon cemara yang besar

“liha papa, yuki menang" sambil tertawa dan menunjukan ke pada feru

“lihat buah yang papa dapat, Super Duper Big Buah pohon cemara” feru menunjukan ke yuki

“gak boleh. itu tadi yuki yang nemuin, papa curang” ujar yuki dengan wajah cemberutnya

“hah, ih malu ih, ih malu ih, mana tadi, katanya buah yang di tangan papa yuki yang lihat duluan koq gak di ambil” ujar feru meledek

“huh.. lihat aja nanti yuki akan cari yang lebih besar, yang lebih hebat” yuki mencari lagi

“ayo cari, papa pasti menang” feru meledek sambil melatih keteguhan yuki dalam mengerjakan sesuatu

“papa!!!!!!!!!….!, lihat ini namanya Yuki super duper” yuki tertawa

“eh…..Yuki super duper??” feru heran anaknya cepat menirunya

“hohohoho…. papa kalah bweeeeeeee” ujar yuki

“hore yuki menang” feru bersorak

“horeeeeeee….” yuki pun ikut bersorak

mereka berdua tertawa bersama, tiba tiba feru mendengar suara, orang bertepuk tangan, dan orang itu adalah azhri.

“waaaaaaaaa, tante azhri” ujar Yuki berlari ke arah azhri dan memeluk azhri

“hahaha, seru banget yah siang ini” ujar azhri

“iya, tau gak tante papa kalah loh. sama yuki” yuki bercerita

“hmm, tante dari tadi melihat koq” ujar azhri tersenyum ke arah feru

“papa sini, dekat tante azhri” ujar yuki

“i..i..iya, papa dekat dekat” ujar feru bercampur malu

“ayo.. sekarang kita ke rumah yuki, tante mau masak, masakan yang enak banget” ujar azhri tersenyum

“asikkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, papa ayo kita pulang” yuki bersorak

“eit, kita ke toko dulu beli bahan bahannya” ujar azhri

 

mereka bertiga pun pergi ke toko, yuki sangat senang sekali, orang orang mengira feru,azhri dan yuki adalah satu keluarga. anak yang ceria dan banyak tertawa pasti ayah dan ibunya sangat menyenangkan. yuki duduk di kereta belanja, dimana feru ayah yuki menjorong kereta belanja, dan azhri yang memilih bahan makannya.

“tuttttttt…tuttttttt.. kereta api mau berangkat” ujar Yuki

“siap kapten, tempat pemberhentian kita adalah bagian buah buahan” ujar feru menghibur yuki

“ayo kita berangat” ujar yuki

bersambung…….

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku