Minggu, 25 Desember 2011

Dua Cinta, Dua Dunia dan Dua Darah Part 3 Salah Paham

Saat Amiya melihat Onie, Onie sedang bertarung dengan Omyoji lain, mata onie menjadi merah, taringnya pun terlihat, melihat kejadian itu Amiya sangat marah, dan merapal 4 pilar penjuru bumi, dan mengurung Onie.
Omyoji lain pun langsung menuliskan mantra dan kekkai, untuk menahan Onie, Onie melihat perlakukan amiya menjadi sangat sakit hati, kenapa harus seperti ini, orang yang di hormati dan di cintai, berbuat seperti ini, bukan mencari kebenaran dahulu baru bertindak, tapi ini tidak, rambut onie yang hitam berubah menjadi berwarna perak, jantung onie berdetak, begitu pula Nagamaki di tangan Onie. Onie berdiri semua mantra lenyap.
“Lady Amiya.. Aku sangat mencintai mu, terimakasih atas selama ini telah bersama ku, kau membuat ku bahagia, kau mengangkatku dari jurang ke sepian ini, walau beberapa saat yang lalu aku kecewa, tapi aku tidak bisa membencimu, seharusnya kau mencari tau kebenarannya, dan aku bersumpah demi dewa dan dewi jika aku berbohong maka aku tidak akan renkarnasi. formasi 4 pilar penjuru bumi yang aku tau adalah formasi untuk menghancurkan musuh agar tidak bisa renkar nasi, Nagamaki dan aku sangat berterimakasih, i lovu lady Amiya” onie tersenyum
tiba tiba, aura gelap dan cahaya menjadi satu mengelilingi Nagamaki, begitu pula tubuh Onie, dinding pilar 4 penjuru bumi itu, tiba tiba tertulis 10 mantra ketenangan, Amiya terkejut melihat Onie mulai merapal 10 mantra ketenangan, 5 dari mantra tertinggi di Omyoji, manusia setengah siluman membaca mantra ketenangan, itu tidak masuk di akal, mana bisa orang yang bukan murni manusia bisa membacanya.
dari mata onie keluar, tetesan darah, telinga dan mulut onie, dan Onie menusukan Nagamaki ke tubuhnya dan memegang ganggangnya, lalu onie perlahan duduk dengan posisi bersila. terdengar di dalam 10 mantra ketenangan, Onie menyebutkan nama Amiya, dan para Omyoji. api suci mulai terbentuk mengelilingi onie.
cahaya hangat pun terpancar dengan terang, Nagamaki entah kenapa dia berembun, seperti sedang menangis, Onie harus melakukan kontak darah dengan nagamaki. Naga maki pun berubah menjadi pedang biasa, Onie meninggal dengan posisi bersila dan berdoa, dan perlahan tubuhnya pun menjadi abu di bakar oleh api suci.
Amiya tercengang dengan tindakan onie, yang di luar akal pikirannya, padahal amiya datang ingin menyelamatkan onie, Omyoji disitu ada yang senang, Amiya pun menutup matanya. Sebenarnya yang terjadi adalah Amiya hanya ingin bertanya tapi semua terlambat di karenakan omyoji bodoh itu.
400 tahun kemudian masa sekarang, dimana Onie renkarnasi, dan bernama Feru, feru di kenal orang yang memiliki ke pribadian ganda, Orang yang dingin dan menutup rasa sayang dan cintanya kepada siapapun. Feru merantau kenegeri orang yang di sebut jayakatar, saat di rumah, entah kenapa feru selalu bermimpi, akan seorang manusia setengah iblis, yang membunuh dirinya untuk menyegel sebuah pedang, tapi apa itu.
banyak orang bilang, feru berjalan seperti ada seorang wanita yang mengikutinya, tapi itu bukanlah manusia, tapi roh. saat pulang dari sekolah feru duduk di taman di bangku dimana dia selalu berada disana, saat malam itu feru, mendengar suara anak kecil, menangis. Feru berlari mencari dimana suara tersebut. teryata anak kecil berumur 1 tahun di dalam sebuah kardus, sungguh kejam orang tua yang membuang anaknya.
anak itu berumur 2 tahun, berjenis kelamin perempuan, kulit yang putih dan manis, saat feru berdiri di depan anak itu, anak itu terdiam, dan bilang papa.feru tersenyum, dan menggendong anak itu. dan membawanya kerumah. tapi sebelum itu feru membawa anak itu ke pertokoan, dan di tarohnya dalam kereta jorong, feru kebingungan, mencari susu, terlalu banyak susu di rak jualan mini market ini, bermacam macam jedul.
seorang pelayan toko menghampiri feru yang sedang ke bingungan
“tuan lagi memilih susu untuk anak tuan ?” ujar pelayan toko tersebut
“ano…hmm..iya dia anak ku, aku bingung susu untuk seumuran dia apa yah”? senyum malu
“umur anak nya berapa?” pelayan toko itu kembali bertanya
“kurang lebih 2 tahun”  feru mengira ngira
pelayan toko pun langsung memberikan susu yang sesuai dengan umur anak yang feru bawa.
“maaf, apa lagi yang di butuhkan oleh anak seumuran dia?” ujar feru bertanya sambil malu-malu
“maaf tuan, ibunya kemana?” pelayan toko itu bertanya
“…………………….” feru diam sambil memandang sedih ke anak yang dia bawa
“oh maaf tuan, ayo saya akan pilihkan barang barangnya” pelayan toko tersebut tersenyum
“iya tolong bantuannya” feru sambil membungkukan badan
“kalo boleh tau nama anaknya siapa yah?” pelayan toko itu bertanya
“aku belum punya anak untuknya” feru jujur
“hah!!!!!!!!” pelayan toko itu terkejut
“aku tidak tau nama yang cocok buat dia” feru tersenyum
“bagai mana namanya, Yuki Ona, artinya Kebahagian, Nasip Baik dan Salju, soalnya dia berkulit putih, manis, dan terlihat berbahagia karena kamu papanya” wanita itu tersenyum
“maaf nama anda siapa nona ?’ feru bertanya
“oh iya kenalkan, nama ku, azhri” azhri tersenyum
“kalo ada apa apa bolehkan aku menghubungi mu?” ujar feru bertanya dengan penuh harapan
“iya boleh, nama kamu siapa ?” azhri pun bertanya
“aku feru. salam kenal” ujar feru tersenyum
setelah, membeli semua perlengkapan, tersebut dengan bawaan yang banyak, feru menaroh Yuki di gendongannya, single parent. tapi entah kenapa, feru merasa ada yang berubah di dirinya. setiba di rumah, yuki duduk di atas meja, dan tiba tiba yuki memanggil feru dengan sebutan papa.
feru tercengang, dan senyum, dan memeluk yuki, yuki memeluk kepala papanya, dengan ketawa, lalu feru duduk kembali, melihat barang barang yang banyak ini, apa yang harus di lakukan, feru bingung, dan catatan kecil dari azhri di buka, petunjuk semua barang barang tersebut, feru mulai memasak air panas, dan merendam dot, setelah 15 menit di rendam, feru mulai membuat susu, dan di kocok, setelah itu, feru membaca lagi, catatannya. di teteskan ke kulit tangan, kalo panas jangan di berikan kepada Yuki Ona.
setelah sesuai dengan petunjuk feru pun, memberikan susu kepada yuki, lalu membawa yuki ke tempat tidur, sambil ngedot, yuki melihat wajah feru, dan memegang pipi feru. malam pun semakin larut, saat pagi tiba sekolah, feru pun membawa yuki ke sekolah. orang orang di sekolah pun gempar feru membawa anak termasuk guru guru. saat di tanya feru pun menjelaskan semuanya, kepada guru, dan guru pun mengerti.
feru berjalan sambil membawa tas, di sekolah yuki menjadi rebutan teman teman feru, mereka bergantian menggendongnya. saat makan siang, feru dan yuki, duduk di bangku panjang, feru memakan roti dan yuki meminum susu. sebuah kebetulan feru bertemu azhri yang menggunakan seragam sekolah. mereka pun duduk ber 3.
azhri memangku Yuki, tiba tiba Yuki memanggil azhri mama. dalam ke jadian ini feru dan azhri menjadi salah tingkah. yuki tidak henti hentinya memanggil papa, mama, berkali kali.
bersambung…. part 4 Malu menyatakan
READ MORE - Dua Cinta, Dua Dunia dan Dua Darah Part 3 Salah Paham
Saat Amiya melihat Onie, Onie sedang bertarung dengan Omyoji lain, mata onie menjadi merah, taringnya pun terlihat, melihat kejadian itu Amiya sangat marah, dan merapal 4 pilar penjuru bumi, dan mengurung Onie.
Omyoji lain pun langsung menuliskan mantra dan kekkai, untuk menahan Onie, Onie melihat perlakukan amiya menjadi sangat sakit hati, kenapa harus seperti ini, orang yang di hormati dan di cintai, berbuat seperti ini, bukan mencari kebenaran dahulu baru bertindak, tapi ini tidak, rambut onie yang hitam berubah menjadi berwarna perak, jantung onie berdetak, begitu pula Nagamaki di tangan Onie. Onie berdiri semua mantra lenyap.
“Lady Amiya.. Aku sangat mencintai mu, terimakasih atas selama ini telah bersama ku, kau membuat ku bahagia, kau mengangkatku dari jurang ke sepian ini, walau beberapa saat yang lalu aku kecewa, tapi aku tidak bisa membencimu, seharusnya kau mencari tau kebenarannya, dan aku bersumpah demi dewa dan dewi jika aku berbohong maka aku tidak akan renkarnasi. formasi 4 pilar penjuru bumi yang aku tau adalah formasi untuk menghancurkan musuh agar tidak bisa renkar nasi, Nagamaki dan aku sangat berterimakasih, i lovu lady Amiya” onie tersenyum
tiba tiba, aura gelap dan cahaya menjadi satu mengelilingi Nagamaki, begitu pula tubuh Onie, dinding pilar 4 penjuru bumi itu, tiba tiba tertulis 10 mantra ketenangan, Amiya terkejut melihat Onie mulai merapal 10 mantra ketenangan, 5 dari mantra tertinggi di Omyoji, manusia setengah siluman membaca mantra ketenangan, itu tidak masuk di akal, mana bisa orang yang bukan murni manusia bisa membacanya.
dari mata onie keluar, tetesan darah, telinga dan mulut onie, dan Onie menusukan Nagamaki ke tubuhnya dan memegang ganggangnya, lalu onie perlahan duduk dengan posisi bersila. terdengar di dalam 10 mantra ketenangan, Onie menyebutkan nama Amiya, dan para Omyoji. api suci mulai terbentuk mengelilingi onie.
cahaya hangat pun terpancar dengan terang, Nagamaki entah kenapa dia berembun, seperti sedang menangis, Onie harus melakukan kontak darah dengan nagamaki. Naga maki pun berubah menjadi pedang biasa, Onie meninggal dengan posisi bersila dan berdoa, dan perlahan tubuhnya pun menjadi abu di bakar oleh api suci.
Amiya tercengang dengan tindakan onie, yang di luar akal pikirannya, padahal amiya datang ingin menyelamatkan onie, Omyoji disitu ada yang senang, Amiya pun menutup matanya. Sebenarnya yang terjadi adalah Amiya hanya ingin bertanya tapi semua terlambat di karenakan omyoji bodoh itu.
400 tahun kemudian masa sekarang, dimana Onie renkarnasi, dan bernama Feru, feru di kenal orang yang memiliki ke pribadian ganda, Orang yang dingin dan menutup rasa sayang dan cintanya kepada siapapun. Feru merantau kenegeri orang yang di sebut jayakatar, saat di rumah, entah kenapa feru selalu bermimpi, akan seorang manusia setengah iblis, yang membunuh dirinya untuk menyegel sebuah pedang, tapi apa itu.
banyak orang bilang, feru berjalan seperti ada seorang wanita yang mengikutinya, tapi itu bukanlah manusia, tapi roh. saat pulang dari sekolah feru duduk di taman di bangku dimana dia selalu berada disana, saat malam itu feru, mendengar suara anak kecil, menangis. Feru berlari mencari dimana suara tersebut. teryata anak kecil berumur 1 tahun di dalam sebuah kardus, sungguh kejam orang tua yang membuang anaknya.
anak itu berumur 2 tahun, berjenis kelamin perempuan, kulit yang putih dan manis, saat feru berdiri di depan anak itu, anak itu terdiam, dan bilang papa.feru tersenyum, dan menggendong anak itu. dan membawanya kerumah. tapi sebelum itu feru membawa anak itu ke pertokoan, dan di tarohnya dalam kereta jorong, feru kebingungan, mencari susu, terlalu banyak susu di rak jualan mini market ini, bermacam macam jedul.
seorang pelayan toko menghampiri feru yang sedang ke bingungan
“tuan lagi memilih susu untuk anak tuan ?” ujar pelayan toko tersebut
“ano…hmm..iya dia anak ku, aku bingung susu untuk seumuran dia apa yah”? senyum malu
“umur anak nya berapa?” pelayan toko itu kembali bertanya
“kurang lebih 2 tahun”  feru mengira ngira
pelayan toko pun langsung memberikan susu yang sesuai dengan umur anak yang feru bawa.
“maaf, apa lagi yang di butuhkan oleh anak seumuran dia?” ujar feru bertanya sambil malu-malu
“maaf tuan, ibunya kemana?” pelayan toko itu bertanya
“…………………….” feru diam sambil memandang sedih ke anak yang dia bawa
“oh maaf tuan, ayo saya akan pilihkan barang barangnya” pelayan toko tersebut tersenyum
“iya tolong bantuannya” feru sambil membungkukan badan
“kalo boleh tau nama anaknya siapa yah?” pelayan toko itu bertanya
“aku belum punya anak untuknya” feru jujur
“hah!!!!!!!!” pelayan toko itu terkejut
“aku tidak tau nama yang cocok buat dia” feru tersenyum
“bagai mana namanya, Yuki Ona, artinya Kebahagian, Nasip Baik dan Salju, soalnya dia berkulit putih, manis, dan terlihat berbahagia karena kamu papanya” wanita itu tersenyum
“maaf nama anda siapa nona ?’ feru bertanya
“oh iya kenalkan, nama ku, azhri” azhri tersenyum
“kalo ada apa apa bolehkan aku menghubungi mu?” ujar feru bertanya dengan penuh harapan
“iya boleh, nama kamu siapa ?” azhri pun bertanya
“aku feru. salam kenal” ujar feru tersenyum
setelah, membeli semua perlengkapan, tersebut dengan bawaan yang banyak, feru menaroh Yuki di gendongannya, single parent. tapi entah kenapa, feru merasa ada yang berubah di dirinya. setiba di rumah, yuki duduk di atas meja, dan tiba tiba yuki memanggil feru dengan sebutan papa.
feru tercengang, dan senyum, dan memeluk yuki, yuki memeluk kepala papanya, dengan ketawa, lalu feru duduk kembali, melihat barang barang yang banyak ini, apa yang harus di lakukan, feru bingung, dan catatan kecil dari azhri di buka, petunjuk semua barang barang tersebut, feru mulai memasak air panas, dan merendam dot, setelah 15 menit di rendam, feru mulai membuat susu, dan di kocok, setelah itu, feru membaca lagi, catatannya. di teteskan ke kulit tangan, kalo panas jangan di berikan kepada Yuki Ona.
setelah sesuai dengan petunjuk feru pun, memberikan susu kepada yuki, lalu membawa yuki ke tempat tidur, sambil ngedot, yuki melihat wajah feru, dan memegang pipi feru. malam pun semakin larut, saat pagi tiba sekolah, feru pun membawa yuki ke sekolah. orang orang di sekolah pun gempar feru membawa anak termasuk guru guru. saat di tanya feru pun menjelaskan semuanya, kepada guru, dan guru pun mengerti.
feru berjalan sambil membawa tas, di sekolah yuki menjadi rebutan teman teman feru, mereka bergantian menggendongnya. saat makan siang, feru dan yuki, duduk di bangku panjang, feru memakan roti dan yuki meminum susu. sebuah kebetulan feru bertemu azhri yang menggunakan seragam sekolah. mereka pun duduk ber 3.
azhri memangku Yuki, tiba tiba Yuki memanggil azhri mama. dalam ke jadian ini feru dan azhri menjadi salah tingkah. yuki tidak henti hentinya memanggil papa, mama, berkali kali.
bersambung…. part 4 Malu menyatakan
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku