Rabu, 22 Juli 2009

Hitam Dan Putih

setiap hari lia dan deva selalu berhubungan menggunkan handpone pagi siang sore dan malam, karna jarak mereka jauh antara jakarta barat dan krawang barat dari ujung ke ujung, deva hanya bisa bertemu dengan lia 1 bulan sekali, wajar sekali ketemu mereka terlihat sangat mesra sekali, deva sudah merasa lia adalah satu satunya, wanaita yang sangat dia cintai, begitupun lia sangat mencintai deva, deva dan lia tidak pernah bertengkar, sedikitpun tidak pernah, hingga suatu hari orang tua lia mengetahui bahwa lia dan deva berpacaran, ibunya lia meninta lia agar membawa deva ke toko untuk bertemu dengan ibunya lia, deva merasa panas dingin karna ini pertama kalinya bertemu dengan orang tua lia, sebelum bertemu lia datang ke warnet dimana deva menunggu lia, di net itu banyak kejadian dan kenangan saksi bisu kisah cinta lia dan deva, kadang kalo net sepi deva menggenggam tangan lia dan mencium bibir manis nya dengan lembut, dan di net itulah pertama kali lia mendapatkan ciuman dan pelukan dari seorang cowo dan cowo itu adalah deva.
jam sudah menunjukan jam 6 sore, saatnya untuk bertemu dengan orang tuanya lia, sebelumnya lia sudah berpesan agar apa bila terjadi sesuatu deva jangan sampai tinggalin lia dalam ke adaan apapun, setelah tiba di depan toko, deva hanya diam saja orang tua lia juga diam mungkin karena kaget aq bkan putih tapi aq hitam, dan tidak lama kemudian lia menghampiri lia dan menguatkan deva agar jangan tinggalin lia selang beberapa menit orang tua lia datang dan menyuruh deva agar langsung pulang ke jakarta. Lalu deva berpaminatan dengan lia, tapi deva malam itu mengurungkan niatnya untuk balik ke jakarta karna deva ke habisan angkutan luar kota deva memuntuskan kembali ke warnet sampai menunggu pagi, dengan prasaan yang bercampur aduk deva mencoba sebuah game online, tiba tiba deva kaget ada seseorang yang menepuk pundaknya dan teryata itu lia, orang yang sangat dicintai deva, deva heran koq lia bisa keluar jam segini, lalu lia mengajak deva untuk ke rumah sakit, mereka berdua duduk di rumah sakit di lantai 3 berdua, mereka


berdua merencanakan untuk pergi ke jakarta (kabur), malam itu sangat indah sekali bagi deva dan lia, mereka terlihat seperti pengantin baru, tapi mungkin orang banyak heran "koq bisa yah Hitam Dan Putih, bersatu" lia menyandarkan tubuhnya di dada deva dan deva memeluk lia, hangat dan yaman rasanya karna berada di samping orang yang sangat kita sayangi. lalu deva meletakan kepalanya di pangkuan lia dan tidur sejenak, dulu lia pernah berkata ingin melihat deva dalam ke adaan tidur, nah ke inginan itu pun terwujut lalu mereka berjanji tidak akan saling meninggalkan, tiba tiba sekitar jam 12:30 malam hp deva berbunyi dengan nomor yang gak jelas, setelah di angkat teryata orang tuanya lia dengan nada sedih agar anaknya lia di antar pulang kerumah, tadinya lia tidak mau pulang kerumah karna lia takut tidak akan bisa bertemu dengan deva lagi, tapi deva menasehatin lia agar pulang dan liapun di atar deva pulang, dan di dpan gerbang rumahnya mama dan cicinya sudah menunggu disitu lah mereka mulai di pisah kan, deva langsung di bawa menggunkan mobil honda jezz berwarna merah, lia ketakutan kalo deva di apa apain oleh keluarganya, tapi deva menyakinkan lia bahwa dia tidak akan apa. Ke esokan paginya jam 6 pagi deva siap siap untuk brangkat ke jakarta tapi ada sms dari ibunya lia yang berisi bahwa ibunya ingin bertemu dengan deva setelah tepat jam 8 pagi, setelah mereka bertemu dengan deva ibunya lia bertemu membahas tentang hubungan deva dan lia, orang tua lia memohon ke deva agar deva memutuskan lia dengan alasan lia adalah putih dan sedang deva hitam. adat dan budaya serta agama mereka sangat lah berbeda, tapi deva tidak percaya kalo itu ucapan dari lia hingga deva meminta agar ketemu dengan lia, setelah bertemu lia menangis di depan deva, deva tidak sanggup melihat lia menangis deva pun jadi ikut menangis di depan lia, deva menasehati lia agar baik2 saja disini dan deva akan menunggu lia sampai kapan pun, lalu orang tua lia datang dan liba bertanya ke pada orang tuanya;
"mah, benar ya apa bila sudah 3 th jangan halangi lia dengan deva lagi"
"iya mama berjanji tidak akan menghalangi kalian lagi"
lalu lia berpaling lagi dan menghampiri deva, dan mereka berbicara yang trakhir kalinya dan devapun berjanji tidak akan mengganti no hpnya tidak akan selingkuh dan akan trus menunggu, lalu dengan berat hati deva kembali ke jakarta dengan menahan tangis deva harus tetap tersenyum karna deva tidak mau melihat lia menangis lagi, di dalam perjalanan deva selalu menahan tangisnya, lalu lia tlp deva dengan sembunyi2 dengan mengatakan dia akan kembali untuk deva.
setiba di jakarta hari hari yang sangat berat di karna biasaya ada sms atau tlp yang suaranya sangat di nanti setiap harinya sekarang sudah tidak ada lagi, deva hanya bisa melihat fhoto yang ada di komputernya, kadang apa bila deva sendiri, deva menangis didalam kamarnya karna saking kangennya dengan kekasihnya dan gak bisa ngebendung rasa kangen, cinta dan sayangnya hingga air matapun keluar dan menetes berjatuhan, deva sekarang hanya menunggu dan menunggu hingga nanti saatnya tiba karna deva yakin dan percaya lia tidak akan meninggalkannya walau dalam keadaan seperti apapun nanti dan mereka akan bersama selama nya.

untuk nama cinta aq akan selalu menunggumu pricylia kurniawan love u banget dan akan trus menunggu mu by devanya de millo love u
READ MORE - Hitam Dan Putih
setiap hari lia dan deva selalu berhubungan menggunkan handpone pagi siang sore dan malam, karna jarak mereka jauh antara jakarta barat dan krawang barat dari ujung ke ujung, deva hanya bisa bertemu dengan lia 1 bulan sekali, wajar sekali ketemu mereka terlihat sangat mesra sekali, deva sudah merasa lia adalah satu satunya, wanaita yang sangat dia cintai, begitupun lia sangat mencintai deva, deva dan lia tidak pernah bertengkar, sedikitpun tidak pernah, hingga suatu hari orang tua lia mengetahui bahwa lia dan deva berpacaran, ibunya lia meninta lia agar membawa deva ke toko untuk bertemu dengan ibunya lia, deva merasa panas dingin karna ini pertama kalinya bertemu dengan orang tua lia, sebelum bertemu lia datang ke warnet dimana deva menunggu lia, di net itu banyak kejadian dan kenangan saksi bisu kisah cinta lia dan deva, kadang kalo net sepi deva menggenggam tangan lia dan mencium bibir manis nya dengan lembut, dan di net itulah pertama kali lia mendapatkan ciuman dan pelukan dari seorang cowo dan cowo itu adalah deva.
jam sudah menunjukan jam 6 sore, saatnya untuk bertemu dengan orang tuanya lia, sebelumnya lia sudah berpesan agar apa bila terjadi sesuatu deva jangan sampai tinggalin lia dalam ke adaan apapun, setelah tiba di depan toko, deva hanya diam saja orang tua lia juga diam mungkin karena kaget aq bkan putih tapi aq hitam, dan tidak lama kemudian lia menghampiri lia dan menguatkan deva agar jangan tinggalin lia selang beberapa menit orang tua lia datang dan menyuruh deva agar langsung pulang ke jakarta. Lalu deva berpaminatan dengan lia, tapi deva malam itu mengurungkan niatnya untuk balik ke jakarta karna deva ke habisan angkutan luar kota deva memuntuskan kembali ke warnet sampai menunggu pagi, dengan prasaan yang bercampur aduk deva mencoba sebuah game online, tiba tiba deva kaget ada seseorang yang menepuk pundaknya dan teryata itu lia, orang yang sangat dicintai deva, deva heran koq lia bisa keluar jam segini, lalu lia mengajak deva untuk ke rumah sakit, mereka berdua duduk di rumah sakit di lantai 3 berdua, mereka


berdua merencanakan untuk pergi ke jakarta (kabur), malam itu sangat indah sekali bagi deva dan lia, mereka terlihat seperti pengantin baru, tapi mungkin orang banyak heran "koq bisa yah Hitam Dan Putih, bersatu" lia menyandarkan tubuhnya di dada deva dan deva memeluk lia, hangat dan yaman rasanya karna berada di samping orang yang sangat kita sayangi. lalu deva meletakan kepalanya di pangkuan lia dan tidur sejenak, dulu lia pernah berkata ingin melihat deva dalam ke adaan tidur, nah ke inginan itu pun terwujut lalu mereka berjanji tidak akan saling meninggalkan, tiba tiba sekitar jam 12:30 malam hp deva berbunyi dengan nomor yang gak jelas, setelah di angkat teryata orang tuanya lia dengan nada sedih agar anaknya lia di antar pulang kerumah, tadinya lia tidak mau pulang kerumah karna lia takut tidak akan bisa bertemu dengan deva lagi, tapi deva menasehatin lia agar pulang dan liapun di atar deva pulang, dan di dpan gerbang rumahnya mama dan cicinya sudah menunggu disitu lah mereka mulai di pisah kan, deva langsung di bawa menggunkan mobil honda jezz berwarna merah, lia ketakutan kalo deva di apa apain oleh keluarganya, tapi deva menyakinkan lia bahwa dia tidak akan apa. Ke esokan paginya jam 6 pagi deva siap siap untuk brangkat ke jakarta tapi ada sms dari ibunya lia yang berisi bahwa ibunya ingin bertemu dengan deva setelah tepat jam 8 pagi, setelah mereka bertemu dengan deva ibunya lia bertemu membahas tentang hubungan deva dan lia, orang tua lia memohon ke deva agar deva memutuskan lia dengan alasan lia adalah putih dan sedang deva hitam. adat dan budaya serta agama mereka sangat lah berbeda, tapi deva tidak percaya kalo itu ucapan dari lia hingga deva meminta agar ketemu dengan lia, setelah bertemu lia menangis di depan deva, deva tidak sanggup melihat lia menangis deva pun jadi ikut menangis di depan lia, deva menasehati lia agar baik2 saja disini dan deva akan menunggu lia sampai kapan pun, lalu orang tua lia datang dan liba bertanya ke pada orang tuanya;
"mah, benar ya apa bila sudah 3 th jangan halangi lia dengan deva lagi"
"iya mama berjanji tidak akan menghalangi kalian lagi"
lalu lia berpaling lagi dan menghampiri deva, dan mereka berbicara yang trakhir kalinya dan devapun berjanji tidak akan mengganti no hpnya tidak akan selingkuh dan akan trus menunggu, lalu dengan berat hati deva kembali ke jakarta dengan menahan tangis deva harus tetap tersenyum karna deva tidak mau melihat lia menangis lagi, di dalam perjalanan deva selalu menahan tangisnya, lalu lia tlp deva dengan sembunyi2 dengan mengatakan dia akan kembali untuk deva.
setiba di jakarta hari hari yang sangat berat di karna biasaya ada sms atau tlp yang suaranya sangat di nanti setiap harinya sekarang sudah tidak ada lagi, deva hanya bisa melihat fhoto yang ada di komputernya, kadang apa bila deva sendiri, deva menangis didalam kamarnya karna saking kangennya dengan kekasihnya dan gak bisa ngebendung rasa kangen, cinta dan sayangnya hingga air matapun keluar dan menetes berjatuhan, deva sekarang hanya menunggu dan menunggu hingga nanti saatnya tiba karna deva yakin dan percaya lia tidak akan meninggalkannya walau dalam keadaan seperti apapun nanti dan mereka akan bersama selama nya.

untuk nama cinta aq akan selalu menunggumu pricylia kurniawan love u banget dan akan trus menunggu mu by devanya de millo love u
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku