Senin, 13 Juli 2009

Hitam Dan putih 1

Hitam dan Putih
by: devanya de millo / M.Feru Braja Mukti
for my love (ini crita yata dari sang penulis)

Musim panas di jakarta, gak ada enak enaknya jakarta hari hari biasa aja dah panas banget apa lagi kalo musim panas kaya gini, deva selalu saja mengeluh, deva bekerja sebagai Op(Oprator) di sebuah warnet di kawasan jakarta barat, selain menjadi OP dia juga merangkap sebagai tehnisi di warnet tersebut, hari hari semua yang sama kadang melihat para pemain membawa cewenya untuk main game bersama kadang deva merasa iri tapi dia menganggap itu hal biasa kadang juga dia menghayal;
"wah enaknya kalo punya cewe yah, bisa d ajak maen game bareng tentu tidak akan kesepian"(gumam nya deva di dalam hatinya)
hari demi hari deva laluin, hingga suatu malam deva berkenalan dengan cewe di game online dance dengan menggunakan nick pibi87, deva awalnya ya masa bodo saja sama tu cewe mereka kenalan dan saling memasukan kedalam friend list ya, tiap malam jam 10 mereka online dan chating kadang waktu tidak terasa sampai jam 12 malam, setiap hari mereka selalu begitu, dan mulai tukeran no hp.
"hallo ini deva yah??"
"iya, qm siapa yah??"
"ini aq pibi"
"hahahaha kirain siapa haha, btw nama real qm siapa sih"
"nama aq lia tepatnya pricylia"
"nama yang bagus, aq manggilnya lia yah"
"iya, tapi dev, pulsa aq mau abis, besoq lagi yah, soalnya tadi lupa beli pulsa"
"ok lia sampai jumpa di game online dance yah"
"ok, met bobo yah"
"u too"


senangnya hati deva setelah di telpon seorang cewe yang sangat dia harapkan, deva langsung tidur cepat2 agar besoq bisa lekas ketemu lagi dengan lia, hari hari deva kini berubah menjadi cria gak malas masalan lagi kaya dulu karna sudah ada seoarang gadis menemani deva,
"malam lia"
"malam deva ^^"
"maaf ni gw gak bisa nahan lagi lia, btw lia ini chaines atau orang indonesia asli"
".... kalo chaines kenapa kalo indonesia kenapa??"
"enggak mau nanya aja, soalnya yang aq tau chaines itu hanya mau dengan chaines aja kalo pun ada itu juga susah dapet restunya dan jadiannya"
"^^.. gak juga koq"
"hahahaha, aq ya males aja kalo misalnya lia chaines"
"jangan gitu dong kan aq orang indonesia"
"sukur deh btw lia aq gak tau harus ngomong apa"
"...???"
"sebenarnya aq suka dengan lia, >.< aq gak tau harus gimana, lia mau gak jadi pacar aq"
"......>.<"
"gimana lia, apa susahnya si kalo mau tinggal mau kalo enggak tinggal blang enggak?"
"hmm.....gimana yah, iya aq mau >.<"
deva triak d warnet "Asik!!!!!!!!!!!!!!!!"
semua wajah d warnet itu mengarah ke deva, dan membuat deva malu, lalu setelah itu mereka melanjutkan aktivitas masing masing lagi.
Setiap hari deva chat dengan kekasihnya yang deva cintai dan deva sayangi, kadang sampai lupa waktu,deva dan lia merubah nama panggilan yaitu papa dan mama. mereka berdua bener2 di mabuk asmara, samapi akhirnya lia ngajak deva ketemuan, saat tanggal 23 lia ngajak deva ke margo city yg terletak d dekat depok.
"pah, tanggal 23 papa bisa keluar gak"
"memangnya kenapa mah?"
"kita jalan jalan yuw"
"duh papa gak ada duit mah tanggal segitu blum gajian, hahaha"
"^^ gak apa pah entar mama yang nanggung kan mama yang ajak papa jalan"
"serius mah??"
"iya mama serius, tapi pah, entar kita pura pura gak kenal jadi papa ceritanya jadi temen dd alvin yah,soalnya kalo ketauan kita pacaran gawat"
"iya mah"
ke esokan harinya deva janjian di sebuah rumah sakit, di daerah taman palem, dari tempat kerja deva jalan kaki menuju rs yang dapat di tempuh dalam waktu 15 menit, nah itu lah tanggal 23 pertama kali mereka berdua ketemuan, deva kaget teryata lia itu orang chines.
"mah.."
"papa ^^, ayo"
"tunggu mah, kataya mama orang indonesia"
"mama kan orang indonesia ^^"
"iya mah yuw"
mereka berdua pun naik mobil menuju margo city, di dalam mobil mereka berdua saling membisu, deva mencoba membuka pembicaraan tapi, lia kadang canggung dengan deva karna malu, tentu saja malu inikan pertama kalinya mereka ngomong sedekat ini. Setelah itu beberapa menit kemudian lia mulai gak canggung, lia membuka makan, dan tentunya karna valentin dlu gak ngasih hadiah lia memberikan coklat almon kesukaan deva, deva senang sekali, di tambah ada kekasih hatinya di dekat deva.

setibanya di margo city mereka berpisah dengan alvin adenya karna adenya alvin juga sendang menunggu kekasihnya, mereka punberpisah, lia dan deva jalan jalan mengelilingi margo city kesana kemari sambil gandengan tangan terus menerus dan gak di lepas, saking gak takut lepas pegangan tangannya itu lia dan deva saling memegang erat gandengan tangan mereka......

bersambung...
READ MORE - Hitam Dan putih 1
Hitam dan Putih
by: devanya de millo / M.Feru Braja Mukti
for my love (ini crita yata dari sang penulis)

Musim panas di jakarta, gak ada enak enaknya jakarta hari hari biasa aja dah panas banget apa lagi kalo musim panas kaya gini, deva selalu saja mengeluh, deva bekerja sebagai Op(Oprator) di sebuah warnet di kawasan jakarta barat, selain menjadi OP dia juga merangkap sebagai tehnisi di warnet tersebut, hari hari semua yang sama kadang melihat para pemain membawa cewenya untuk main game bersama kadang deva merasa iri tapi dia menganggap itu hal biasa kadang juga dia menghayal;
"wah enaknya kalo punya cewe yah, bisa d ajak maen game bareng tentu tidak akan kesepian"(gumam nya deva di dalam hatinya)
hari demi hari deva laluin, hingga suatu malam deva berkenalan dengan cewe di game online dance dengan menggunakan nick pibi87, deva awalnya ya masa bodo saja sama tu cewe mereka kenalan dan saling memasukan kedalam friend list ya, tiap malam jam 10 mereka online dan chating kadang waktu tidak terasa sampai jam 12 malam, setiap hari mereka selalu begitu, dan mulai tukeran no hp.
"hallo ini deva yah??"
"iya, qm siapa yah??"
"ini aq pibi"
"hahahaha kirain siapa haha, btw nama real qm siapa sih"
"nama aq lia tepatnya pricylia"
"nama yang bagus, aq manggilnya lia yah"
"iya, tapi dev, pulsa aq mau abis, besoq lagi yah, soalnya tadi lupa beli pulsa"
"ok lia sampai jumpa di game online dance yah"
"ok, met bobo yah"
"u too"


senangnya hati deva setelah di telpon seorang cewe yang sangat dia harapkan, deva langsung tidur cepat2 agar besoq bisa lekas ketemu lagi dengan lia, hari hari deva kini berubah menjadi cria gak malas masalan lagi kaya dulu karna sudah ada seoarang gadis menemani deva,
"malam lia"
"malam deva ^^"
"maaf ni gw gak bisa nahan lagi lia, btw lia ini chaines atau orang indonesia asli"
".... kalo chaines kenapa kalo indonesia kenapa??"
"enggak mau nanya aja, soalnya yang aq tau chaines itu hanya mau dengan chaines aja kalo pun ada itu juga susah dapet restunya dan jadiannya"
"^^.. gak juga koq"
"hahahaha, aq ya males aja kalo misalnya lia chaines"
"jangan gitu dong kan aq orang indonesia"
"sukur deh btw lia aq gak tau harus ngomong apa"
"...???"
"sebenarnya aq suka dengan lia, >.< aq gak tau harus gimana, lia mau gak jadi pacar aq"
"......>.<"
"gimana lia, apa susahnya si kalo mau tinggal mau kalo enggak tinggal blang enggak?"
"hmm.....gimana yah, iya aq mau >.<"
deva triak d warnet "Asik!!!!!!!!!!!!!!!!"
semua wajah d warnet itu mengarah ke deva, dan membuat deva malu, lalu setelah itu mereka melanjutkan aktivitas masing masing lagi.
Setiap hari deva chat dengan kekasihnya yang deva cintai dan deva sayangi, kadang sampai lupa waktu,deva dan lia merubah nama panggilan yaitu papa dan mama. mereka berdua bener2 di mabuk asmara, samapi akhirnya lia ngajak deva ketemuan, saat tanggal 23 lia ngajak deva ke margo city yg terletak d dekat depok.
"pah, tanggal 23 papa bisa keluar gak"
"memangnya kenapa mah?"
"kita jalan jalan yuw"
"duh papa gak ada duit mah tanggal segitu blum gajian, hahaha"
"^^ gak apa pah entar mama yang nanggung kan mama yang ajak papa jalan"
"serius mah??"
"iya mama serius, tapi pah, entar kita pura pura gak kenal jadi papa ceritanya jadi temen dd alvin yah,soalnya kalo ketauan kita pacaran gawat"
"iya mah"
ke esokan harinya deva janjian di sebuah rumah sakit, di daerah taman palem, dari tempat kerja deva jalan kaki menuju rs yang dapat di tempuh dalam waktu 15 menit, nah itu lah tanggal 23 pertama kali mereka berdua ketemuan, deva kaget teryata lia itu orang chines.
"mah.."
"papa ^^, ayo"
"tunggu mah, kataya mama orang indonesia"
"mama kan orang indonesia ^^"
"iya mah yuw"
mereka berdua pun naik mobil menuju margo city, di dalam mobil mereka berdua saling membisu, deva mencoba membuka pembicaraan tapi, lia kadang canggung dengan deva karna malu, tentu saja malu inikan pertama kalinya mereka ngomong sedekat ini. Setelah itu beberapa menit kemudian lia mulai gak canggung, lia membuka makan, dan tentunya karna valentin dlu gak ngasih hadiah lia memberikan coklat almon kesukaan deva, deva senang sekali, di tambah ada kekasih hatinya di dekat deva.

setibanya di margo city mereka berpisah dengan alvin adenya karna adenya alvin juga sendang menunggu kekasihnya, mereka punberpisah, lia dan deva jalan jalan mengelilingi margo city kesana kemari sambil gandengan tangan terus menerus dan gak di lepas, saking gak takut lepas pegangan tangannya itu lia dan deva saling memegang erat gandengan tangan mereka......

bersambung...
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku