Minggu, 08 Februari 2009

Cintaku Menjadi Angin Dan Pohon Part 5

Cinta tak akan mati walau orang yang kita cintai telah tiada. Deva menyakini apa yang di yakini oleh lia bahwa lia akan slalu ada buat deva dimanapun deva brada. Tahun ajaran baru sudah dimulai di unversitas tokyo deva mengambil jurusan Ekonomi, deva berkenalan dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di universitas tokyo, Universitas Tokyo juga di sebut Todai itu nama yang diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di universitas Tokyo.
Banyak orang yang lulus dari todai menjadi orang yang berhasil, dan untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi di todai tidaklah gampang karna tes yang sangat sulit, deva bisa masuk todai juga bukan karna deva pintar atau jenius tapi karna faktor keberuntungan banyak cewe-cewe dari universitas lain hingga anak anak SMU yang mengincar mahasiswa todai karna orang yang mengenyam pendidikan di Todai di anggap orang yang mempunyai masadepan yang cerah, bukanya tidak ada universitas yang setara dengan todai cman todai merupakan universitas idola saat ini.
Teman teman deva setelah menjadi mahasiswa di todai mulai mencari cewe cewe cantik untuk dijadikan pacar tapi berbeda dengan deva, deva memilih untuk blajar dengan serius soal mencari cewe kini dijadikan nomer 10 kan oleh deva karna deva masih mencintai lia, di buku harian deva banyak catatan catatan bahwa deva sangat rindu akan lia, sangat rindu sekali, hanya buku harian yang tau isihati deva, padahal banyak di sekitar deva para gadis yang ini menjadi pacarnya deva tapi entah kenapa deva tidak tertarik dengan mereka. Bermacam cara untuk memikat hati deva tapi semua itu sia sia, saat jam plajaran ekonomi perbangkan ada seorang cewe smester 2 yang bernama eri, eri menunggu deva keluar dari clas.
"deva!!!"eri memanggil dengan keras
"ya senior"
"jangan manggil aq dengan kata kata itu, aq kan punya nama"
"iya maaf kan aq"
"gak apa apa, qm dah tau nama aq kan saat ospek aq pernah hukum kamu"
"iya, senior eri"
"cukup panggil aq eri aja ok?"
"baik, maaf eri aq lagi mau beristirahat"
"tunggu, ada yang aq sampaikan ke qm dev"
"ada apa??"
"ayo ikut aq"
Deva mengikuti kemana eri berjalan, deva tidak tau harus mengikuti sampai kemana tapi deva tetap mengikuti saja kemana eri berjalan;
"dev"
"??"
"kamu ini pendiam yah"
"biasa aja koq"
"aq sering liat deva di bawah pohon yang besar di samping gedung kampus"
"iya aq sering kesana, kok eri tau?"
"semua orang udah tau kali" eri tersenyum
"oh begitu ya"
"nah sekarang kita sudah sampai, di ruangan Kesehatan"
"trus??"
"sini ikut aq masuk kedalam"
Eri membuka pintu ruangan kesehatan dan deva melangkah masuk duluan,diam diam eri mengunci pintu dari dalam dan hanya ada eri dan deva yang ada di dalam ruangan kesehatan itu.
"eri untuk apa kita kesini"
"dengarkan aq dev"
"iya aq akan mendengarkan"
"mau kah deva menjadi pacar aq?"
".........."
"jawab dev, aq dah jatuh cinta ma qm"
".........." deva masih terdiam
"aq udah lama menahan rasa cinta aq ke qm"
"maaf eri"
"kenapa?? apa aq gak cantik??, apa aq gak seksi?"
"bukan begitu, eri tu cantik banget, banyak cowo yang mau jadi pacar eri"
"tapi eri maunya dengan deva"
"gomenasai"
"aq sangat cinta ma qm deva"
"sekali lagi maaf eri aq menolak untuk menjadi pacar qm, aq sekarang fokus untuk blajar"
"tapi...dev..tapi"
Deva meninggalkan eri, waktu membuka pintu dan kaki deva akan melangkah keluar ruangan tiba tiba eri memeluk deva dari blakang;
"dev jangan tinggalkan eri, eri bisa mati tanpa deva, eri bisa hilang kesadaran eri"
Dengan pelukan dari blakang, seperti lia memeluk deva saat itu juga entah kenapa air mata deva keluar membasahi wajahnya, eri terkejut kenapa deva menangis, deva pun sendaran di tembok ruangan kesehatan sambil menundukan kepala;
"eri tolong tinggalkan aq"
"dev qm kenapa, apa aq telah melakukan kesalahan?"
"tidak gak ada yang salah dengan eri"
"trus? kenapa qm menangis"
"yang salah itu ada pada aq eri, aq ini yang salah, karna aq dia tlah pergi.........,"
"apa maksud kamu deva"
Deva berlari meninggalkan eri, deva sangat sedih, karna rasa cinta dan kerinduan yang sangat dalam, saat eri memeluk deva dari blakang seperti lia waktu itu saat trakhir kalinya memeluk deva dari blakang di bawah pohon sakura, deva tidak sanggup untuk melupakan lia. Eri terdiam sesaat karna ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa deva selalu menolak cewe yang menyatakan cinta kepada nya?, kenapa deva slalu brada di bawah pohon?, eri berpikir pasti ada sesuatu yang telah menyebabkan itu semua, banyak gosip yang bredar bahwa deva itu gay, ada pula yang bilang bahwa deva itu orang yang fokus terhadap plajaran. Bermacam-macam gosip yang muncul dari paramahasiswa dan mahasiswi di kampus. Eri mencoba mencari informasi kepada teman teman terdekat deva di kampus tapi tidak ada satupun teman2 deva yang mengetahui masa lalu deva, deva sangat misterius, eri slalu mengikuti kemana deva pergi, saat pulang kampus eri mengikuti deva lagi lagi deva kepohon besar itu lagi di situ deva berdiri dan memejamkan mata seolah2 orang yang sedang berdoa, tapi sebenarnya deva memang sedang berdoa, dan meletakan bunga mawar merah di pohon itu. Lalu eri menghampiri deva lagi;
"dev sedang apa qm"
"........." deva langsung meninggalkan eri sendirian
"deva tunggu,..... deva tunggu eri!!!" eri berlali mengejar deva
"......."deva terus berlari
eri kehilangan jejak deva, eri meminta ke bagian jornalis kampus yang biasanya meliput semua kejadian kampus, yang di urus oleh BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa, eri bergabung dalam wartawan kampus, para anggota wartawan kampus sekarang bertambah 1 yaitu eri anak smester 2 jurusan Ekonomi, mereka menyambut eri dengan baik karna bertambah cewe cantik didalam anggota mereka, tapi tujuan utama eri hanya mencari cara untuk mempunyai koneksi ke ruangan arsip sekolah untuk mencari data tentang deva. Karna kepintaran eri, eri memanfaatkan kecantikannya untuk merayu ketua wartawan kampus, untuk bisa masuk kedalam arsip mahasiswa yang bersekolah di universitas tokyo atau todai, saat itu arsip deva pun ditemukan oleh eri.


bersambung.......
READ MORE - Cintaku Menjadi Angin Dan Pohon Part 5 Cinta tak akan mati walau orang yang kita cintai telah tiada. Deva menyakini apa yang di yakini oleh lia bahwa lia akan slalu ada buat deva dimanapun deva brada. Tahun ajaran baru sudah dimulai di unversitas tokyo deva mengambil jurusan Ekonomi, deva berkenalan dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di universitas tokyo, Universitas Tokyo juga di sebut Todai itu nama yang diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di universitas Tokyo.
Banyak orang yang lulus dari todai menjadi orang yang berhasil, dan untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi di todai tidaklah gampang karna tes yang sangat sulit, deva bisa masuk todai juga bukan karna deva pintar atau jenius tapi karna faktor keberuntungan banyak cewe-cewe dari universitas lain hingga anak anak SMU yang mengincar mahasiswa todai karna orang yang mengenyam pendidikan di Todai di anggap orang yang mempunyai masadepan yang cerah, bukanya tidak ada universitas yang setara dengan todai cman todai merupakan universitas idola saat ini.
Teman teman deva setelah menjadi mahasiswa di todai mulai mencari cewe cewe cantik untuk dijadikan pacar tapi berbeda dengan deva, deva memilih untuk blajar dengan serius soal mencari cewe kini dijadikan nomer 10 kan oleh deva karna deva masih mencintai lia, di buku harian deva banyak catatan catatan bahwa deva sangat rindu akan lia, sangat rindu sekali, hanya buku harian yang tau isihati deva, padahal banyak di sekitar deva para gadis yang ini menjadi pacarnya deva tapi entah kenapa deva tidak tertarik dengan mereka. Bermacam cara untuk memikat hati deva tapi semua itu sia sia, saat jam plajaran ekonomi perbangkan ada seorang cewe smester 2 yang bernama eri, eri menunggu deva keluar dari clas.
"deva!!!"eri memanggil dengan keras
"ya senior"
"jangan manggil aq dengan kata kata itu, aq kan punya nama"
"iya maaf kan aq"
"gak apa apa, qm dah tau nama aq kan saat ospek aq pernah hukum kamu"
"iya, senior eri"
"cukup panggil aq eri aja ok?"
"baik, maaf eri aq lagi mau beristirahat"
"tunggu, ada yang aq sampaikan ke qm dev"
"ada apa??"
"ayo ikut aq"
Deva mengikuti kemana eri berjalan, deva tidak tau harus mengikuti sampai kemana tapi deva tetap mengikuti saja kemana eri berjalan;
"dev"
"??"
"kamu ini pendiam yah"
"biasa aja koq"
"aq sering liat deva di bawah pohon yang besar di samping gedung kampus"
"iya aq sering kesana, kok eri tau?"
"semua orang udah tau kali" eri tersenyum
"oh begitu ya"
"nah sekarang kita sudah sampai, di ruangan Kesehatan"
"trus??"
"sini ikut aq masuk kedalam"
Eri membuka pintu ruangan kesehatan dan deva melangkah masuk duluan,diam diam eri mengunci pintu dari dalam dan hanya ada eri dan deva yang ada di dalam ruangan kesehatan itu.
"eri untuk apa kita kesini"
"dengarkan aq dev"
"iya aq akan mendengarkan"
"mau kah deva menjadi pacar aq?"
".........."
"jawab dev, aq dah jatuh cinta ma qm"
".........." deva masih terdiam
"aq udah lama menahan rasa cinta aq ke qm"
"maaf eri"
"kenapa?? apa aq gak cantik??, apa aq gak seksi?"
"bukan begitu, eri tu cantik banget, banyak cowo yang mau jadi pacar eri"
"tapi eri maunya dengan deva"
"gomenasai"
"aq sangat cinta ma qm deva"
"sekali lagi maaf eri aq menolak untuk menjadi pacar qm, aq sekarang fokus untuk blajar"
"tapi...dev..tapi"
Deva meninggalkan eri, waktu membuka pintu dan kaki deva akan melangkah keluar ruangan tiba tiba eri memeluk deva dari blakang;
"dev jangan tinggalkan eri, eri bisa mati tanpa deva, eri bisa hilang kesadaran eri"
Dengan pelukan dari blakang, seperti lia memeluk deva saat itu juga entah kenapa air mata deva keluar membasahi wajahnya, eri terkejut kenapa deva menangis, deva pun sendaran di tembok ruangan kesehatan sambil menundukan kepala;
"eri tolong tinggalkan aq"
"dev qm kenapa, apa aq telah melakukan kesalahan?"
"tidak gak ada yang salah dengan eri"
"trus? kenapa qm menangis"
"yang salah itu ada pada aq eri, aq ini yang salah, karna aq dia tlah pergi.........,"
"apa maksud kamu deva"
Deva berlari meninggalkan eri, deva sangat sedih, karna rasa cinta dan kerinduan yang sangat dalam, saat eri memeluk deva dari blakang seperti lia waktu itu saat trakhir kalinya memeluk deva dari blakang di bawah pohon sakura, deva tidak sanggup untuk melupakan lia. Eri terdiam sesaat karna ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa deva selalu menolak cewe yang menyatakan cinta kepada nya?, kenapa deva slalu brada di bawah pohon?, eri berpikir pasti ada sesuatu yang telah menyebabkan itu semua, banyak gosip yang bredar bahwa deva itu gay, ada pula yang bilang bahwa deva itu orang yang fokus terhadap plajaran. Bermacam-macam gosip yang muncul dari paramahasiswa dan mahasiswi di kampus. Eri mencoba mencari informasi kepada teman teman terdekat deva di kampus tapi tidak ada satupun teman2 deva yang mengetahui masa lalu deva, deva sangat misterius, eri slalu mengikuti kemana deva pergi, saat pulang kampus eri mengikuti deva lagi lagi deva kepohon besar itu lagi di situ deva berdiri dan memejamkan mata seolah2 orang yang sedang berdoa, tapi sebenarnya deva memang sedang berdoa, dan meletakan bunga mawar merah di pohon itu. Lalu eri menghampiri deva lagi;
"dev sedang apa qm"
"........." deva langsung meninggalkan eri sendirian
"deva tunggu,..... deva tunggu eri!!!" eri berlali mengejar deva
"......."deva terus berlari
eri kehilangan jejak deva, eri meminta ke bagian jornalis kampus yang biasanya meliput semua kejadian kampus, yang di urus oleh BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa, eri bergabung dalam wartawan kampus, para anggota wartawan kampus sekarang bertambah 1 yaitu eri anak smester 2 jurusan Ekonomi, mereka menyambut eri dengan baik karna bertambah cewe cantik didalam anggota mereka, tapi tujuan utama eri hanya mencari cara untuk mempunyai koneksi ke ruangan arsip sekolah untuk mencari data tentang deva. Karna kepintaran eri, eri memanfaatkan kecantikannya untuk merayu ketua wartawan kampus, untuk bisa masuk kedalam arsip mahasiswa yang bersekolah di universitas tokyo atau todai, saat itu arsip deva pun ditemukan oleh eri.


bersambung.......
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku