Sabtu, 07 Februari 2009

cintaku menjadi angin dan pohon part 4

Deva melihat kelangit di tengah hujan itu, dia bertanya didalam hati kenapa tuhan memberikan takdir cinta seperti ini, deva berjalan di tengah hujan, lalu anko melihat deva dan menghampiri deva memberikan payung.
"deva, kenapa hujan-hujanan"
"anko"
"sudah lah, kamu harus berdoa"
"tapi, aq gak mau kehilangan lia"
"iya aq mengerti bukan kamu saja yang gak mau kehilangan lia. Aku juga gak mau kehilangan sahabat seperti lia, teman teman dan papa mama lia juga takut akan kehilangan lia bukan kamu saja yang bersedih, sekarang kita ke RS dan ganti baju kamu jangan buat lia sedih dengan ke adaan kamu seperti ini"
"baik lah"
deva dan anko menuju rumah sakit, setelah selesai mengganti baju deva dan anko masuk ke dalam kamar lia, anko melihat semua alat bantu yang melekat di tubuh lia sudah d lepas yang tandaya semua tim dokter sudah angkat tangan, tapi anko harus mengerti atas kejadian semua itu.
"deva kemana saja lia kangen, lia takut deva kenapa napa"
"aq cman jalan2 sebentar mencari makan"
"udah dapet makan nya"
"belum, tadi aq ketemu anko dijalan"
"iya lia aq ketemu deva jadi sekalian aja kami berdua datang bareng ke RS"
"begitu ya anko, suami aq deva ngerepotin qm gak"
"gak lah lia hahahaha"
hujan pun sudah redah kiri matahari telah muncul, menerangi bumi yang tadi ya gelap karna awan mendung;
"suamiku deva"
"ya istriku"
"tolong buka kan jendela itu"
"baik"
Deva membuka Jendela, dan angin hangat nan sejuk masuk kedalam kamar lia dirawat, lalu deva duduk di samping deva, karna melihat itu semua anko beralasan mau pulang karna dia sedang di tunggu orangtuanya, sebenarnya anko tidak tahan melihat mereka berdua kenapa cinta mereka itu menjadi seperti ini, sebelum anko keluar anko di titipkan surat wasiat, dan lia membiskan ke anko buka lah surat ini apa bila aq sudah tidak ada lagi, dengan menahan air mata ankopun berpamitan dengan lia dan deva.

"deva"
"ya sayang"
"deva q sayang gak bleh bersedih , dengan keadaan lia seperti ini, lia ingin hidup lebih lama lagi dan melahirkan anak dari deva, lia pengen jadi ibu dari anak anak deva, lia ingin sekali"
Deva hanya terdiam membisu seribu bahasal, dengan prasan yang sangat pilu, kedua orang tua lia saat mau masuk kamar tempat lia di rawat, orang tua lia tidak jadi masuk karna mendengar pembicaraan mereka berdua, mendengar semua ucapan lia dan deva orang tua lia sedih sekali atas kejadian yang menimpa mereka berdua.
"jika lia nanti pergi jauh, deva harus janji cari pengganti lia, yang baik dan sayang dengan deva tentunya melebihi kasih dan sayang lia ke deva. Dan lagi deva gak bakal sendirian nanti lia akan menjadi angin dan slalu bersama deva menemani deva melangkah meniti hidup deva, lia sangat bersukur bisa menjadi istri deva"
"aq sayangat sayang dan cinta dengan lia"
"lia akan slalu ada di sisi deva"
perlahan mata lia mulai menutup, deva bergegas keluar kamar dan memanggil dokter, orang tua lia pun datang, melihat anak ya yang sudah memejamkan mata, dokter segera memberikan pertolongan tapi sudah gak bisa lagi karna lia sudah meninggal dunia dokter mencat kematian lia hari minggu 14 february 2008, deva menghubungi anko sambil menangis tentang meninggalnya lia, anko menangis melihat sahabat ya yang telah menutupkan matanya, meninggalkan semua orang, jendela pun terbuka angin berhembus masuk, kini lia sudah menjadi angin, upacara pemakaman lia di lakukan siang hari tepat jam 12 siang, semua teman2 sekolah dan para guru menghadiri acara pemakaman itu. Setiap hari deva selalu datang ke makam lia, membawa bunga mawar putih untuk makam lia, sebagian besar waktu luang ya di gunakan untuk ke makam lia, deva sangat mencintai lia, mata deva tidak bisa melihat cinta yang lain, hanya lia, dan hanya lia seorang cinta deva, kadang malam haripun deva datang ke makam lia, anko juga sering bersama deva mereka kadang bercerita di makam lia tentang kejadian hari hari yang mereka lewati di sekolah seolah olah lia masih ada di dekat mereka.
Saat acara kelulusan anko memberikan amplop berwarna coklat kedeva dan deva membuka amplop itu teryata, di semua fhoto itu ada fhoto deva dan deva teringat saat wisata kls 1 d istana kyoto gadis yang mau dia tanyakan namaya itu teryata adalah lia deva memeluk anko dan menangis, deva dan anko datang ke makam lia memberitahukan mereka telah lulus, dan sekaligus berpamitan kepada lia dan anko bahwa deva akan kuliah di universitas tokyo dan deva sudah lulus tes menjadi mahasiswa baru di universita tokyo.


bersambung.....
READ MORE - cintaku menjadi angin dan pohon part 4 Deva melihat kelangit di tengah hujan itu, dia bertanya didalam hati kenapa tuhan memberikan takdir cinta seperti ini, deva berjalan di tengah hujan, lalu anko melihat deva dan menghampiri deva memberikan payung.
"deva, kenapa hujan-hujanan"
"anko"
"sudah lah, kamu harus berdoa"
"tapi, aq gak mau kehilangan lia"
"iya aq mengerti bukan kamu saja yang gak mau kehilangan lia. Aku juga gak mau kehilangan sahabat seperti lia, teman teman dan papa mama lia juga takut akan kehilangan lia bukan kamu saja yang bersedih, sekarang kita ke RS dan ganti baju kamu jangan buat lia sedih dengan ke adaan kamu seperti ini"
"baik lah"
deva dan anko menuju rumah sakit, setelah selesai mengganti baju deva dan anko masuk ke dalam kamar lia, anko melihat semua alat bantu yang melekat di tubuh lia sudah d lepas yang tandaya semua tim dokter sudah angkat tangan, tapi anko harus mengerti atas kejadian semua itu.
"deva kemana saja lia kangen, lia takut deva kenapa napa"
"aq cman jalan2 sebentar mencari makan"
"udah dapet makan nya"
"belum, tadi aq ketemu anko dijalan"
"iya lia aq ketemu deva jadi sekalian aja kami berdua datang bareng ke RS"
"begitu ya anko, suami aq deva ngerepotin qm gak"
"gak lah lia hahahaha"
hujan pun sudah redah kiri matahari telah muncul, menerangi bumi yang tadi ya gelap karna awan mendung;
"suamiku deva"
"ya istriku"
"tolong buka kan jendela itu"
"baik"
Deva membuka Jendela, dan angin hangat nan sejuk masuk kedalam kamar lia dirawat, lalu deva duduk di samping deva, karna melihat itu semua anko beralasan mau pulang karna dia sedang di tunggu orangtuanya, sebenarnya anko tidak tahan melihat mereka berdua kenapa cinta mereka itu menjadi seperti ini, sebelum anko keluar anko di titipkan surat wasiat, dan lia membiskan ke anko buka lah surat ini apa bila aq sudah tidak ada lagi, dengan menahan air mata ankopun berpamitan dengan lia dan deva.

"deva"
"ya sayang"
"deva q sayang gak bleh bersedih , dengan keadaan lia seperti ini, lia ingin hidup lebih lama lagi dan melahirkan anak dari deva, lia pengen jadi ibu dari anak anak deva, lia ingin sekali"
Deva hanya terdiam membisu seribu bahasal, dengan prasan yang sangat pilu, kedua orang tua lia saat mau masuk kamar tempat lia di rawat, orang tua lia tidak jadi masuk karna mendengar pembicaraan mereka berdua, mendengar semua ucapan lia dan deva orang tua lia sedih sekali atas kejadian yang menimpa mereka berdua.
"jika lia nanti pergi jauh, deva harus janji cari pengganti lia, yang baik dan sayang dengan deva tentunya melebihi kasih dan sayang lia ke deva. Dan lagi deva gak bakal sendirian nanti lia akan menjadi angin dan slalu bersama deva menemani deva melangkah meniti hidup deva, lia sangat bersukur bisa menjadi istri deva"
"aq sayangat sayang dan cinta dengan lia"
"lia akan slalu ada di sisi deva"
perlahan mata lia mulai menutup, deva bergegas keluar kamar dan memanggil dokter, orang tua lia pun datang, melihat anak ya yang sudah memejamkan mata, dokter segera memberikan pertolongan tapi sudah gak bisa lagi karna lia sudah meninggal dunia dokter mencat kematian lia hari minggu 14 february 2008, deva menghubungi anko sambil menangis tentang meninggalnya lia, anko menangis melihat sahabat ya yang telah menutupkan matanya, meninggalkan semua orang, jendela pun terbuka angin berhembus masuk, kini lia sudah menjadi angin, upacara pemakaman lia di lakukan siang hari tepat jam 12 siang, semua teman2 sekolah dan para guru menghadiri acara pemakaman itu. Setiap hari deva selalu datang ke makam lia, membawa bunga mawar putih untuk makam lia, sebagian besar waktu luang ya di gunakan untuk ke makam lia, deva sangat mencintai lia, mata deva tidak bisa melihat cinta yang lain, hanya lia, dan hanya lia seorang cinta deva, kadang malam haripun deva datang ke makam lia, anko juga sering bersama deva mereka kadang bercerita di makam lia tentang kejadian hari hari yang mereka lewati di sekolah seolah olah lia masih ada di dekat mereka.
Saat acara kelulusan anko memberikan amplop berwarna coklat kedeva dan deva membuka amplop itu teryata, di semua fhoto itu ada fhoto deva dan deva teringat saat wisata kls 1 d istana kyoto gadis yang mau dia tanyakan namaya itu teryata adalah lia deva memeluk anko dan menangis, deva dan anko datang ke makam lia memberitahukan mereka telah lulus, dan sekaligus berpamitan kepada lia dan anko bahwa deva akan kuliah di universitas tokyo dan deva sudah lulus tes menjadi mahasiswa baru di universita tokyo.


bersambung.....
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku