Kamis, 01 November 2012

Hope ? part 1 membuang perasaan

Setelah perperangan terbesar terjadi, dimana kota kota megah hanya menjadi reruntuhan, populasi manusia pun sangat sedikit, ancurnya pemerintahan republik, dan kerajaan. dimana sekarang kembali seperti jaman dulu. siapa dan siapa ?, tidak ada yang mengenal.

peradapan manusia di mulai lagi, dahulu tidak ada yang percaya sihir itu yata, dan ada, hanya sebagian kecil orang yang percaya.tapi kini berbeda, sihir benar benar ada, siapapun yang hendak belajar sihir maka ia akan dapat menggunakan sihir.

sudah 400 tahun setelah perperangan besar terjadi. vannya seorang murit di akademi militer, vannya terampil dalam tehnik tehnik bertarung tapi tidak begitu untuk sihir. vannya satu satunya mahasiswa di akademi militer yang sangat lemah dalam menggunakan tehnik sihirnya, ia hanya dapat menggunakan telepor, banyak guru guru yang sudah menyerah untuk mengajarinya.

karena keterbatasannya, vannya menutupi kekurangannya, dalam kemampuannya, dan dia fokus dalam menggunakan ilmu beladiri, vannya berhasil mempelajari tehnik classic, dalam matrial art dan pertarungan tangan kosong.

rasa di kucilkan dan di anggap cacat, karena ia tidak bisa ilmu sihir. vannya di waktu luangnya selalu berlatih di dekat anak sungai yang airnya jernih. tanpa seorang pun menemaninya, vannya mengayunkan pedangnya tanpa henti, dan terus menekuni tehnik tehnik klasik dalam berpedang. vannya tertarik mempelajari matrial art dari negara matahari, yang duli kita sebut jepang.

vannya pun melakukan meditasi di aliran sungai tersebut, untuk memperdalam reaksinya terhadap lingkungan di sekitarnya. vannya memiliki ranking sekelas Paladin, di akademi militer, dalam melaksanakan tugasnya vannya selalu sendirian, tidak pernah ada patner bersamanya, dan dia pun di beri julukan pangeran tak tersentuh.

saat itu siswi baru berana vanny, mereka memiliki nama yang sama, vanny terkenal sebagai siswi yang ramah, cantik dan bersuara merdu, vanny memiliki bakat yang luar biasa kecuali dalam bertempur satu lawan satu, saat itu dalam latihan sparing di sebuah colosium sihir, vannya melihat vanny dari kejauhan. vannya tidak dapat menyerang lawannya dari jarak dekat hanya dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu magisnya.

nama vannya pun di panggil untuk melakukan sparing. semua nama siswa yang di panggil untuk menjadi lawan sparing vannya tidak ada yang bersedia. vanny sebagai siswi pindahan heran kenapa, semua menolak, lalu seorang perempuan menghampiri vanny dan menceritakan bahwa vannya itu adalah monster bukan seorang manusia.

gurupun memanggil sebuah boneka kayu, dimana boneka kayu tersebut telah di tanamkan sihir peniru. vanny dengan antusias memperhatikan vannya. sparing pun di mulai. vannya mencabut pedangnya yang berada di pinggangnya. dan vannya bersiap. entah kenapa tiba tiba vannya berdiri tegak, semua orang mengirakan vannya pasti kalah, ada juga yang berharap vannya mati dalam sparing ini.

"vannya!!!!!!!!!!!!! bahaya dengan posisi mu" ujar gurunya
"............" vannya hanya berdiam

dan boneka tersebut, langsung menyerang vannya, dengan santai vannya menghindari semua serangan dari boneka kayu tersebut, vannya terlihat seperti bermain main, gurunya pun terdiam, melihat gerakan vannya yang sangat memperhitungkan setiap langkahnya dan juga sangat tenang menghadapi musuhnya, padahal boneka kayu tersebut adalah boneka yang merekam latihannya 2 hari yang lalu dan kemampuannya pun sama, tapi vannya dapat melampau dirinya. dan sekali teas boneka kayu tersebut terbelah menjadi dua bagian. vannya pun memasukan pedangnya kedalam sarungnya dan berjalan keluar dari colosium tanpa menghiraukan semua orang di sisinya.

saat berjalan ke pintu kelar vannya melihat vanny, mereka saling berpandangan. vannya pun mengalihkan pandangannya.

"kenapa dengan diri ku, tatapannya membuat jantung ku berdetak tidak menentu, siapa dia, kenapa dengan dia, perasaan aneh apa ini" ujar vannya dalam hati

vannya pun berjalan, vanny mengikuti dari belakang, vannya memasuki area pemakaman, vannya berdiri sambil memandangi sebuah batu nisan. vanny sembunyi di balik pepohonan mengamati vannya.
tidak lama kemudia vannya pun meninggalkan area pemakaman dan berjalan menuju tempat latihan rahasianya.

sudah 4 bulan ini vanny terus mengamati vannya, saat mereka berpapasan, vannya selalu mengalihkan pandangannya dari vanny, kadang saat makan vannya mencuri pandang memperhatikan vanny.
terdengar dari pengeras suara vannya di panggil, ke ruangan misi, vannya pun bergegas ke kamarnya, di depan pintu vannya ada vanny.

"ada apa kamu berada di depan kamar ku" ujar vannya bertanya
"aku...." vanny terbata bata
"katakan cepat aku dalam misi" vannya dengan nada datar
"ada yang ingin aku bicarakan" ujar vanny
"sudah masuk sini ke kamar ku" vannya menarik tangan vanny

vannya pun sambil mempersiapkan persenjataan yang ia perlukan, dan herannya vannya hanya mempersiapkan baju tempurnya dan pedangnya, vanny heran dengan vannya, kenapa tidak mempersiapkan seperti orang lain.

"aku harus cepat bergegas" vannya memberitahukan vanny
"berjanji dengan ku kamu akan pulang dengan selamat!!!!!!!!!!!!!" vanny berteriak

vannya pun berjalan dengan tersenyum, vanny mengiringi vannya dari belakang, dan di halaman akademi hanya ada vanny saat itu vannya pun berjalan, menuju pintu keluar akademi.

"vannya janji ya pulang dengan selamat!!!!!!!!!!!!!!!" vanny berteriak lagi
".................." vannya tersenyum 

semua orang terkejut mendengar ada suara yang menginginkan vannya kembali dengan selamat. vannya pun berpikiran kenapa rasanya wanita itu sangat penting di hatinya, padahal mereka jarang berbicara hanya lewat pandangan, dan cukup ia bilang seperti itu hati vannya sudah tidak karuan terlebih jantungnya.

vanny pun langsung menuju ke gereja, dan berdoa keselamatan vannya dalam melaksanakan misi, setiap hari vanny berdoa ke gereja, dan mendengarkan informasi tentang keberadaan vannya.

sebuah desa yang di anggap telah melakukan pengorbanan manusia di sana tugas vannya adalah membantai seluruh desa, vannya pun menyamar menjadi seorang pedagang bunga di desa tersebut. desa ini penduduknya sangat ramah dan baik, memang tidak ada bukti bahwa terdapat acara pengorbanan manusia.

sebuah malam, hujan pun turun rintik rintik, vannya menuju sebuah hutan yang tidak jauh dari desa, dan melewati para penjaga desa secara diam diam, vannya mengambil pedangnya, dan baju tempurnya yang di kubur di dalam tanah. vannya pun menggunakan  perlengkapannya. setelah siap dengan semuanya, vannya pun berlari dengan cepat dan menyelinap ke pos penjaga desa, dan vannya pun menebaskan pedangnya kepada penjaga, tanpa penjaga itu sadari dan ia mati tanpa ia sadari, satu persatu penjaga di habisi oleh vannya dengan tanpa kata kata. 

lalu vannya masuk ke dalam rumah tetua desa, disana vannya melaksanakan aksinya, vannya membunuh tanpa pandang bulu termasuk wanita dan anak kecil. tidak lama saat itu seorang penduduk desa yang keluar malam tiba tiba melihat ke arah pos jaga, terlihat pemandangan yang mengerikan, dan orang itu pun berteriak ada pembunuhan, semua orang di desa tersebut terbangun, mereka mencari penjaga teryata tidak ada seorang pun, tidak sengaja vannya menyenggol sebuah lampu minyak yang memyebabkan kebakaran, vannya pun keluar dari rumah tetua desa. dan penduduk melihat kebarakan di rumah tetua desa, satu desa pun panik, mereka menuju ke rumah tetua desa, dan dari pintu keluar vannya dengan pedang berlumuran darah, melihat orang banyak sesuai misinya vannya pun langsung menyerang penduduk tersebut. 

penduduk pun berlarian mencoba melarikan diri tapi gerbang desa tidak dapat terbuka. vannya menyerang target nya satu persatu. langkah vannya terhentikan oleh seorang wanita menggendong bayi berumur 6 bulan.

"aku mohon ampunilah yawa ku dan anak ku, tapi jika anda ingin membunuh ku, tolong anak ini jangan di bunuh" wanita tersebut memohon kepada vannya

vannya pun hanya terdiam saja, dan langsung menikamkan pedangnya tembus hingga menusuk tubuh anaknya yang masih berumur 6 bulan.api dari rumah tetua desa pun merambat ke perumahan penduduk. dan kebakaran kini dimana mana, di tengah kobaran api tersebut, mayat bertebaran di jalanan seperti sampah tidak berarti.

vannya melihat ke langit yang gelap, suara teriak teriakan ketakutan dari penduduk yang selamat, terdengar di mana mana, vannya pun melanjutkan langkahnya dan membunuh semuanya, tanpa ampun, perlahan mata hari pun muncul, menandakan pagi, desa pun sudah hangus di makan api. vannya pun menyarungkan pedangnya, vannya pun berdoa kepada tuhan agar dosanya di ampuni.

tersiar kabar bahwa pembunuh misterius bereaksi lagi, kini siswa siswi di akademi militer pun terkejut dan menangis, karena salah satu korban adalah orang tua mereka sendiri. vannya pun kembali ke akademi militer, dan di depan gerbang vanny sudah menyambut vannya dengan penuh senyum.

tapi vannya hanya melewati vanny tanpa sepatah katapun, vanny selalu saja merasaka aura penyesalan yang sangat kuat dari vannya apa sebenarnya yang terjadi vanny hanya bisa terdiam. vannya mendapat penghargaan lagi dari akademi telah melaksanakan tugas dengan baik.

vannya melihat wajah sedih di antara siswa dan siswi, atas kejadian tersebut teryata ada orang tua mereka dan sodara mereka, vannya hanya bisa meminta maaf dari dalam hati, karena ini adalah tugas dari petinggi militer yang di berikan kepada petinggi akademi.

bersambung...............
READ MORE - Hope ? part 1 membuang perasaan
Setelah perperangan terbesar terjadi, dimana kota kota megah hanya menjadi reruntuhan, populasi manusia pun sangat sedikit, ancurnya pemerintahan republik, dan kerajaan. dimana sekarang kembali seperti jaman dulu. siapa dan siapa ?, tidak ada yang mengenal.

peradapan manusia di mulai lagi, dahulu tidak ada yang percaya sihir itu yata, dan ada, hanya sebagian kecil orang yang percaya.tapi kini berbeda, sihir benar benar ada, siapapun yang hendak belajar sihir maka ia akan dapat menggunakan sihir.

sudah 400 tahun setelah perperangan besar terjadi. vannya seorang murit di akademi militer, vannya terampil dalam tehnik tehnik bertarung tapi tidak begitu untuk sihir. vannya satu satunya mahasiswa di akademi militer yang sangat lemah dalam menggunakan tehnik sihirnya, ia hanya dapat menggunakan telepor, banyak guru guru yang sudah menyerah untuk mengajarinya.

karena keterbatasannya, vannya menutupi kekurangannya, dalam kemampuannya, dan dia fokus dalam menggunakan ilmu beladiri, vannya berhasil mempelajari tehnik classic, dalam matrial art dan pertarungan tangan kosong.

rasa di kucilkan dan di anggap cacat, karena ia tidak bisa ilmu sihir. vannya di waktu luangnya selalu berlatih di dekat anak sungai yang airnya jernih. tanpa seorang pun menemaninya, vannya mengayunkan pedangnya tanpa henti, dan terus menekuni tehnik tehnik klasik dalam berpedang. vannya tertarik mempelajari matrial art dari negara matahari, yang duli kita sebut jepang.

vannya pun melakukan meditasi di aliran sungai tersebut, untuk memperdalam reaksinya terhadap lingkungan di sekitarnya. vannya memiliki ranking sekelas Paladin, di akademi militer, dalam melaksanakan tugasnya vannya selalu sendirian, tidak pernah ada patner bersamanya, dan dia pun di beri julukan pangeran tak tersentuh.

saat itu siswi baru berana vanny, mereka memiliki nama yang sama, vanny terkenal sebagai siswi yang ramah, cantik dan bersuara merdu, vanny memiliki bakat yang luar biasa kecuali dalam bertempur satu lawan satu, saat itu dalam latihan sparing di sebuah colosium sihir, vannya melihat vanny dari kejauhan. vannya tidak dapat menyerang lawannya dari jarak dekat hanya dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu magisnya.

nama vannya pun di panggil untuk melakukan sparing. semua nama siswa yang di panggil untuk menjadi lawan sparing vannya tidak ada yang bersedia. vanny sebagai siswi pindahan heran kenapa, semua menolak, lalu seorang perempuan menghampiri vanny dan menceritakan bahwa vannya itu adalah monster bukan seorang manusia.

gurupun memanggil sebuah boneka kayu, dimana boneka kayu tersebut telah di tanamkan sihir peniru. vanny dengan antusias memperhatikan vannya. sparing pun di mulai. vannya mencabut pedangnya yang berada di pinggangnya. dan vannya bersiap. entah kenapa tiba tiba vannya berdiri tegak, semua orang mengirakan vannya pasti kalah, ada juga yang berharap vannya mati dalam sparing ini.

"vannya!!!!!!!!!!!!! bahaya dengan posisi mu" ujar gurunya
"............" vannya hanya berdiam

dan boneka tersebut, langsung menyerang vannya, dengan santai vannya menghindari semua serangan dari boneka kayu tersebut, vannya terlihat seperti bermain main, gurunya pun terdiam, melihat gerakan vannya yang sangat memperhitungkan setiap langkahnya dan juga sangat tenang menghadapi musuhnya, padahal boneka kayu tersebut adalah boneka yang merekam latihannya 2 hari yang lalu dan kemampuannya pun sama, tapi vannya dapat melampau dirinya. dan sekali teas boneka kayu tersebut terbelah menjadi dua bagian. vannya pun memasukan pedangnya kedalam sarungnya dan berjalan keluar dari colosium tanpa menghiraukan semua orang di sisinya.

saat berjalan ke pintu kelar vannya melihat vanny, mereka saling berpandangan. vannya pun mengalihkan pandangannya.

"kenapa dengan diri ku, tatapannya membuat jantung ku berdetak tidak menentu, siapa dia, kenapa dengan dia, perasaan aneh apa ini" ujar vannya dalam hati

vannya pun berjalan, vanny mengikuti dari belakang, vannya memasuki area pemakaman, vannya berdiri sambil memandangi sebuah batu nisan. vanny sembunyi di balik pepohonan mengamati vannya.
tidak lama kemudia vannya pun meninggalkan area pemakaman dan berjalan menuju tempat latihan rahasianya.

sudah 4 bulan ini vanny terus mengamati vannya, saat mereka berpapasan, vannya selalu mengalihkan pandangannya dari vanny, kadang saat makan vannya mencuri pandang memperhatikan vanny.
terdengar dari pengeras suara vannya di panggil, ke ruangan misi, vannya pun bergegas ke kamarnya, di depan pintu vannya ada vanny.

"ada apa kamu berada di depan kamar ku" ujar vannya bertanya
"aku...." vanny terbata bata
"katakan cepat aku dalam misi" vannya dengan nada datar
"ada yang ingin aku bicarakan" ujar vanny
"sudah masuk sini ke kamar ku" vannya menarik tangan vanny

vannya pun sambil mempersiapkan persenjataan yang ia perlukan, dan herannya vannya hanya mempersiapkan baju tempurnya dan pedangnya, vanny heran dengan vannya, kenapa tidak mempersiapkan seperti orang lain.

"aku harus cepat bergegas" vannya memberitahukan vanny
"berjanji dengan ku kamu akan pulang dengan selamat!!!!!!!!!!!!!" vanny berteriak

vannya pun berjalan dengan tersenyum, vanny mengiringi vannya dari belakang, dan di halaman akademi hanya ada vanny saat itu vannya pun berjalan, menuju pintu keluar akademi.

"vannya janji ya pulang dengan selamat!!!!!!!!!!!!!!!" vanny berteriak lagi
".................." vannya tersenyum 

semua orang terkejut mendengar ada suara yang menginginkan vannya kembali dengan selamat. vannya pun berpikiran kenapa rasanya wanita itu sangat penting di hatinya, padahal mereka jarang berbicara hanya lewat pandangan, dan cukup ia bilang seperti itu hati vannya sudah tidak karuan terlebih jantungnya.

vanny pun langsung menuju ke gereja, dan berdoa keselamatan vannya dalam melaksanakan misi, setiap hari vanny berdoa ke gereja, dan mendengarkan informasi tentang keberadaan vannya.

sebuah desa yang di anggap telah melakukan pengorbanan manusia di sana tugas vannya adalah membantai seluruh desa, vannya pun menyamar menjadi seorang pedagang bunga di desa tersebut. desa ini penduduknya sangat ramah dan baik, memang tidak ada bukti bahwa terdapat acara pengorbanan manusia.

sebuah malam, hujan pun turun rintik rintik, vannya menuju sebuah hutan yang tidak jauh dari desa, dan melewati para penjaga desa secara diam diam, vannya mengambil pedangnya, dan baju tempurnya yang di kubur di dalam tanah. vannya pun menggunakan  perlengkapannya. setelah siap dengan semuanya, vannya pun berlari dengan cepat dan menyelinap ke pos penjaga desa, dan vannya pun menebaskan pedangnya kepada penjaga, tanpa penjaga itu sadari dan ia mati tanpa ia sadari, satu persatu penjaga di habisi oleh vannya dengan tanpa kata kata. 

lalu vannya masuk ke dalam rumah tetua desa, disana vannya melaksanakan aksinya, vannya membunuh tanpa pandang bulu termasuk wanita dan anak kecil. tidak lama saat itu seorang penduduk desa yang keluar malam tiba tiba melihat ke arah pos jaga, terlihat pemandangan yang mengerikan, dan orang itu pun berteriak ada pembunuhan, semua orang di desa tersebut terbangun, mereka mencari penjaga teryata tidak ada seorang pun, tidak sengaja vannya menyenggol sebuah lampu minyak yang memyebabkan kebakaran, vannya pun keluar dari rumah tetua desa. dan penduduk melihat kebarakan di rumah tetua desa, satu desa pun panik, mereka menuju ke rumah tetua desa, dan dari pintu keluar vannya dengan pedang berlumuran darah, melihat orang banyak sesuai misinya vannya pun langsung menyerang penduduk tersebut. 

penduduk pun berlarian mencoba melarikan diri tapi gerbang desa tidak dapat terbuka. vannya menyerang target nya satu persatu. langkah vannya terhentikan oleh seorang wanita menggendong bayi berumur 6 bulan.

"aku mohon ampunilah yawa ku dan anak ku, tapi jika anda ingin membunuh ku, tolong anak ini jangan di bunuh" wanita tersebut memohon kepada vannya

vannya pun hanya terdiam saja, dan langsung menikamkan pedangnya tembus hingga menusuk tubuh anaknya yang masih berumur 6 bulan.api dari rumah tetua desa pun merambat ke perumahan penduduk. dan kebakaran kini dimana mana, di tengah kobaran api tersebut, mayat bertebaran di jalanan seperti sampah tidak berarti.

vannya melihat ke langit yang gelap, suara teriak teriakan ketakutan dari penduduk yang selamat, terdengar di mana mana, vannya pun melanjutkan langkahnya dan membunuh semuanya, tanpa ampun, perlahan mata hari pun muncul, menandakan pagi, desa pun sudah hangus di makan api. vannya pun menyarungkan pedangnya, vannya pun berdoa kepada tuhan agar dosanya di ampuni.

tersiar kabar bahwa pembunuh misterius bereaksi lagi, kini siswa siswi di akademi militer pun terkejut dan menangis, karena salah satu korban adalah orang tua mereka sendiri. vannya pun kembali ke akademi militer, dan di depan gerbang vanny sudah menyambut vannya dengan penuh senyum.

tapi vannya hanya melewati vanny tanpa sepatah katapun, vanny selalu saja merasaka aura penyesalan yang sangat kuat dari vannya apa sebenarnya yang terjadi vanny hanya bisa terdiam. vannya mendapat penghargaan lagi dari akademi telah melaksanakan tugas dengan baik.

vannya melihat wajah sedih di antara siswa dan siswi, atas kejadian tersebut teryata ada orang tua mereka dan sodara mereka, vannya hanya bisa meminta maaf dari dalam hati, karena ini adalah tugas dari petinggi militer yang di berikan kepada petinggi akademi.

bersambung...............
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku