Selasa, 23 Oktober 2012

My Love Girld At Home part 7

"dasar mahluk pendosa" ujar reza
"stop jangan lakuin lagi aku mohon " vanny dengan menangis

vannya pun berdiri sambil memegang pedangnya, vannya melihat ke sekelilingnya, rasa hati yang sangat panas, melihat orang yang di cintainya di buat menangis.

"coba ulangi lagi, apakah kami mahluk pendosa?" ujar vannya menatap ke arah reza
"sudah di tuliskan kalian adalah bangsa pendosa, antek antek lucifer apa lagi kau adalah keturunan lucifer" reza dengan nada dingin
"dengarkan semuanya yang ada disini, kalian menyebut diri kalian adalah hamba tuhan, kalian memberikan hukuman terhadap aku karena aku memiliki darah lusifer, apa aku minta di lahirkan ke dunia ini ?, apa aku minta diri ku seperti ini ?, apa kalian tahu kehidupan ku selama ini ?, penderitaan ku karena wujud ku tidak seperti manusia?, apa kesalahan ku ?, aku selalu menyelamatkan orang yang meminta pertolongan terhadap ku, aku tidak pernah mendustakan keberadaan mereka, sebanyak apapun aku berbuat baik, apa aku tidak pantas ?, apa aku salah menjadi seorang yang beragama ?, apa aku tetap di cap sebagai mahluk yang pendosa?, kalian membuat ku tertawa, kalian seolah olah orang yang suci, dan bagaikan tuhan, dengan singat mengatakan aku adalah seorang pendosa?, apa kamu tau?, banyak dari bangsa kami yang telah memohon ampun, dan menjadi orang orang yang baik ?, kami juga tidak ingin di lahirkan ke dunia menjadi orang yang memiliki darah yang pernah menentang tuhan ? hingga kami di jatuhkan ke bumi, JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!" vannya penuh kesal
"PENDOSA" singkat kata kata reza

vannya pun tertekan dengan kata kata tersebut, vannya melihat ke arah vanny, dengan pandangan yang penuh kesedihan.
"kesia bawa vanny dari sini" perintah vannya
"gak mau kesia aq gak mau ninggalin vannya" ujar vanny dengan nada lirih

tiba tiba reza menggunakan speel terhadap vanny, vanny langsung memiliki tatapan kosong, vannya memeluk vanny.

'apa yang kau lakukan terhadap vanny" vannya memandang reza dengan tajam
"aku hanya mengembalikan beberapa ingatannya yang hilang" reza tersenyum

tidak lama vanny membuka matanya, dan berteriak histeris melihat vannya, vanny menjauh dari vannya.
"kau vannya, seorang demon kan" ujar vanny dengan nada gemetar
"ya aq vannya mu, cinta mu, aq ini vannya manusia bukan demon" vannya dengan nada sedih
"aku ingat semuanya, papa, kenapa papa melakukan ini terhadap ku" ujar vanny
"ada apa dengan mu vanny" vannya mencoba mendekat ke arah vanny
"jangan mendekat!!!!!!!!!!" ujar vanny histeris

reza dengan cepat melangkah berada di hadapan vanny
"reza, itu kamu kan?, kemana aja aku kangen kamu aku rindu kamu" ujar vanny
"aku sekarang disini vanny untuk mu" reza tersenyum terhadap vanny

mendengar kata kata tersebut vannya pun tersenyum.
"terimakasih atas semuanya vanny, keisa juga terimakasih" vannya tersenyum
"dasar pendosa!!!!!! saat ini kau akan mati disini" ujar reza
"begitu, aku pendosa?, baik aku tunjukan kekuatan ku sebenernya"
"iri tempat suci" reza tertawa

"dengarkan doa ku, dewi meiden astrea, lepaskan belengguku, lepaskan penderitaan ku, aku Vannya El Lusifer meminta demon soul ku kembali" vannya pun membuka matanya

langit yang terang pun berubah menjadi mendung kembali, dan seolah olah terbakar, angin dingin berhembus sayup sayup terdengar suara suara yang menyedihkan dan menyakitkan, suara suara dari dasar neraka. orang orang pun melihat ke langit, mereka ke takutan, mereka mengira apakah ini akhir dari dunia yang di tuliskan di dalam kitab suci armagedon. hawa kegelapan yang sangat kuat dari vannya pun terasa dan menekan mereka. keisa tidak dapat berbuat apa apa karena dia tau apa yang sedang terjadi.

di tubuh vannya terlihat bermacam tulisan tulisan suci, dan mulai buram, uskup pun terkejut dan menyuruh vannya berhenti, vannya menoleh kepada uskup, dengan tatapan tajam.

"kalian telah merenggut segalanya dari ku, aku akan tunjukan semuanya apa itu namanya neraka di bumi dan jembatan akhirat" vannya dengan nada gerang

gempa pun terjadi, vannya tertawa dengan kencangnya, hujan pun turun, bukan hujan air melainkan hujan berwarna merah seperti darah, mereka pun menghindar berteduh, tinggal vannya yang tersisa di halaman bermandikan hujan darah tersebut.

tulisan suci di tubuh vannya pun sirna, mantra limiter pun putus, semua orang disana mengerti akan kekuatan demon yang luarbiasa. hingga malaikat pun sulit untuk menjatuhkan lucifer dalam perang beberapa ribu tahun yang lalu di surga.

tiba tiba dari atas atab datang seorang wanita menggunakan dandanan ghotic, wanita itu menghampiri vannya, uskup pun terkejut, itu fella abraham ibram, seorang arc bishop., bersama 4 gund slinger, tentara rahasia kadetral, fella pun memberikan surat kepada vannya, dan semuapun berhenti, vannya mengikuti fella berjalan, di kawal dengan 4 gund slingernya.

meninggalkan tempat tersebut. akhirnya misi reza untuk membunuh vannya gagal. mereka pun menghilang menggunakan teleport. tidak lama vanny pun pingsan, vanny bermimpi tentang semua kenangannya bersama vannya, saat terbangun vanny memanggil nama vannya tapi tidak ada vannya hanya ada kesia.

"kesia mana vannya dan dimana aku ?" ujar vanny dengan nada cemas
"kaka sekarang ada di rumah, vannya sudah pergi kak" keisa dengan anda sedih
"kemana vannya pergi ? kesia kasih tau aku" vanny dengan mata berkaca kaca
"maaf kaka seharusnya aku tidak membawa kaka ke sini" ujar keisa
"kesia mana vannya pergi kemana dia" ujar vanny
"aku gak tau kak dia pergi bersama arc bishop fella" keisa memeluk kakanya
"maksudnya apa?" vanny bertanya kepada keisa, dan melepas pelukan keisa
" aku tidak tau kak" keisa meneteskan air mata

saat bulan purnama, vannya duduk di atas nisan, vannya berada di area pemakaman bersama fella.

"apa yang sekarang harus aku lakukan"vannya bertanya
"kita akan rebut kembali vanny, aku di perintah dari vatikan untuk menyelidiki mereka semua" ujar fella dengan nada serius
"tapi vanny benci dengan ku" vannya bersedih
"aku datang ke sini akan menghilangkan semuanya rasa cinta kamu agar menjadi kuat dan tuhan akan mengampuni mu jangan pernah menolak tuhan" fella tersenyum terhadap vannya
"tapi beberapa saat yang lalu aku telah menolak tuhan" ujar vannya
"minta ampunlah terhadap ya" singkat fella memberikan jawaban

saat itu vannya berjalan ke sebuah gereja di tengah2 area pemakaman, vannya pun berdoa kepada tuhan,atas kejadian hari ini yang telah menimpanya, 4 orang gund slinger duduk di bangku gereja mereka berdoa, fella hanya bisa terdiam.

bersambung...........
READ MORE - My Love Girld At Home part 7
"dasar mahluk pendosa" ujar reza
"stop jangan lakuin lagi aku mohon " vanny dengan menangis

vannya pun berdiri sambil memegang pedangnya, vannya melihat ke sekelilingnya, rasa hati yang sangat panas, melihat orang yang di cintainya di buat menangis.

"coba ulangi lagi, apakah kami mahluk pendosa?" ujar vannya menatap ke arah reza
"sudah di tuliskan kalian adalah bangsa pendosa, antek antek lucifer apa lagi kau adalah keturunan lucifer" reza dengan nada dingin
"dengarkan semuanya yang ada disini, kalian menyebut diri kalian adalah hamba tuhan, kalian memberikan hukuman terhadap aku karena aku memiliki darah lusifer, apa aku minta di lahirkan ke dunia ini ?, apa aku minta diri ku seperti ini ?, apa kalian tahu kehidupan ku selama ini ?, penderitaan ku karena wujud ku tidak seperti manusia?, apa kesalahan ku ?, aku selalu menyelamatkan orang yang meminta pertolongan terhadap ku, aku tidak pernah mendustakan keberadaan mereka, sebanyak apapun aku berbuat baik, apa aku tidak pantas ?, apa aku salah menjadi seorang yang beragama ?, apa aku tetap di cap sebagai mahluk yang pendosa?, kalian membuat ku tertawa, kalian seolah olah orang yang suci, dan bagaikan tuhan, dengan singat mengatakan aku adalah seorang pendosa?, apa kamu tau?, banyak dari bangsa kami yang telah memohon ampun, dan menjadi orang orang yang baik ?, kami juga tidak ingin di lahirkan ke dunia menjadi orang yang memiliki darah yang pernah menentang tuhan ? hingga kami di jatuhkan ke bumi, JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!" vannya penuh kesal
"PENDOSA" singkat kata kata reza

vannya pun tertekan dengan kata kata tersebut, vannya melihat ke arah vanny, dengan pandangan yang penuh kesedihan.
"kesia bawa vanny dari sini" perintah vannya
"gak mau kesia aq gak mau ninggalin vannya" ujar vanny dengan nada lirih

tiba tiba reza menggunakan speel terhadap vanny, vanny langsung memiliki tatapan kosong, vannya memeluk vanny.

'apa yang kau lakukan terhadap vanny" vannya memandang reza dengan tajam
"aku hanya mengembalikan beberapa ingatannya yang hilang" reza tersenyum

tidak lama vanny membuka matanya, dan berteriak histeris melihat vannya, vanny menjauh dari vannya.
"kau vannya, seorang demon kan" ujar vanny dengan nada gemetar
"ya aq vannya mu, cinta mu, aq ini vannya manusia bukan demon" vannya dengan nada sedih
"aku ingat semuanya, papa, kenapa papa melakukan ini terhadap ku" ujar vanny
"ada apa dengan mu vanny" vannya mencoba mendekat ke arah vanny
"jangan mendekat!!!!!!!!!!" ujar vanny histeris

reza dengan cepat melangkah berada di hadapan vanny
"reza, itu kamu kan?, kemana aja aku kangen kamu aku rindu kamu" ujar vanny
"aku sekarang disini vanny untuk mu" reza tersenyum terhadap vanny

mendengar kata kata tersebut vannya pun tersenyum.
"terimakasih atas semuanya vanny, keisa juga terimakasih" vannya tersenyum
"dasar pendosa!!!!!! saat ini kau akan mati disini" ujar reza
"begitu, aku pendosa?, baik aku tunjukan kekuatan ku sebenernya"
"iri tempat suci" reza tertawa

"dengarkan doa ku, dewi meiden astrea, lepaskan belengguku, lepaskan penderitaan ku, aku Vannya El Lusifer meminta demon soul ku kembali" vannya pun membuka matanya

langit yang terang pun berubah menjadi mendung kembali, dan seolah olah terbakar, angin dingin berhembus sayup sayup terdengar suara suara yang menyedihkan dan menyakitkan, suara suara dari dasar neraka. orang orang pun melihat ke langit, mereka ke takutan, mereka mengira apakah ini akhir dari dunia yang di tuliskan di dalam kitab suci armagedon. hawa kegelapan yang sangat kuat dari vannya pun terasa dan menekan mereka. keisa tidak dapat berbuat apa apa karena dia tau apa yang sedang terjadi.

di tubuh vannya terlihat bermacam tulisan tulisan suci, dan mulai buram, uskup pun terkejut dan menyuruh vannya berhenti, vannya menoleh kepada uskup, dengan tatapan tajam.

"kalian telah merenggut segalanya dari ku, aku akan tunjukan semuanya apa itu namanya neraka di bumi dan jembatan akhirat" vannya dengan nada gerang

gempa pun terjadi, vannya tertawa dengan kencangnya, hujan pun turun, bukan hujan air melainkan hujan berwarna merah seperti darah, mereka pun menghindar berteduh, tinggal vannya yang tersisa di halaman bermandikan hujan darah tersebut.

tulisan suci di tubuh vannya pun sirna, mantra limiter pun putus, semua orang disana mengerti akan kekuatan demon yang luarbiasa. hingga malaikat pun sulit untuk menjatuhkan lucifer dalam perang beberapa ribu tahun yang lalu di surga.

tiba tiba dari atas atab datang seorang wanita menggunakan dandanan ghotic, wanita itu menghampiri vannya, uskup pun terkejut, itu fella abraham ibram, seorang arc bishop., bersama 4 gund slinger, tentara rahasia kadetral, fella pun memberikan surat kepada vannya, dan semuapun berhenti, vannya mengikuti fella berjalan, di kawal dengan 4 gund slingernya.

meninggalkan tempat tersebut. akhirnya misi reza untuk membunuh vannya gagal. mereka pun menghilang menggunakan teleport. tidak lama vanny pun pingsan, vanny bermimpi tentang semua kenangannya bersama vannya, saat terbangun vanny memanggil nama vannya tapi tidak ada vannya hanya ada kesia.

"kesia mana vannya dan dimana aku ?" ujar vanny dengan nada cemas
"kaka sekarang ada di rumah, vannya sudah pergi kak" keisa dengan anda sedih
"kemana vannya pergi ? kesia kasih tau aku" vanny dengan mata berkaca kaca
"maaf kaka seharusnya aku tidak membawa kaka ke sini" ujar keisa
"kesia mana vannya pergi kemana dia" ujar vanny
"aku gak tau kak dia pergi bersama arc bishop fella" keisa memeluk kakanya
"maksudnya apa?" vanny bertanya kepada keisa, dan melepas pelukan keisa
" aku tidak tau kak" keisa meneteskan air mata

saat bulan purnama, vannya duduk di atas nisan, vannya berada di area pemakaman bersama fella.

"apa yang sekarang harus aku lakukan"vannya bertanya
"kita akan rebut kembali vanny, aku di perintah dari vatikan untuk menyelidiki mereka semua" ujar fella dengan nada serius
"tapi vanny benci dengan ku" vannya bersedih
"aku datang ke sini akan menghilangkan semuanya rasa cinta kamu agar menjadi kuat dan tuhan akan mengampuni mu jangan pernah menolak tuhan" fella tersenyum terhadap vannya
"tapi beberapa saat yang lalu aku telah menolak tuhan" ujar vannya
"minta ampunlah terhadap ya" singkat fella memberikan jawaban

saat itu vannya berjalan ke sebuah gereja di tengah2 area pemakaman, vannya pun berdoa kepada tuhan,atas kejadian hari ini yang telah menimpanya, 4 orang gund slinger duduk di bangku gereja mereka berdoa, fella hanya bisa terdiam.

bersambung...........
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku