Kamis, 30 Agustus 2012

Cinta Ku Menjadi Angin Dan Pohon Part 2 TAMAT


Cinta tak akan mati walau orang yang kita cintai telah tiada. Deva menyakini apa yang di yakini oleh lia bahwa lia akan slalu ada buat deva dimanapun deva brada. Tahun ajaran baru sudah dimulai di unversitas tokyo deva mengambil jurusan Ekonomi, deva berkenalan dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di universitas tokyo, Universitas Tokyo juga di sebut Todai itu nama yang diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di universitas Tokyo.
Banyak orang yang lulus dari todai menjadi orang yang berhasil, dan untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi di todai tidaklah gampang karna tes yang sangat sulit, deva bisa masuk todai juga bukan karna deva pintar atau jenius tapi karna faktor keberuntungan banyak cewe-cewe dari universitas lain hingga anak anak SMU yang mengincar mahasiswa todai karna orang yang mengenyam pendidikan di Todai di anggap orang yang mempunyai masadepan yang cerah, bukanya tidak ada universitas yang setara dengan todai cman todai merupakan universitas idola saat ini.
Teman teman deva setelah menjadi mahasiswa di todai mulai mencari cewe cewe cantik untuk dijadikan pacar tapi berbeda dengan deva, deva memilih untuk blajar dengan serius soal mencari cewe kini dijadikan nomer 10 kan oleh deva karna deva masih mencintai lia, di buku harian deva banyak catatan catatan bahwa deva sangat rindu akan lia, sangat rindu sekali, hanya buku harian yang tau isihati deva, padahal banyak di sekitar deva para gadis yang ini menjadi pacarnya deva tapi entah kenapa deva tidak tertarik dengan mereka. Bermacam cara untuk memikat hati deva tapi semua itu sia sia, saat jam plajaran ekonomi perbangkan ada seorang cewe smester 2 yang bernama eri, eri menunggu deva keluar dari clas.
"deva!!!"eri memanggil dengan keras
"ya senior"
"jangan manggil aq dengan kata kata itu, aq kan punya nama"
"iya maaf kan aq"
"gak apa apa, qm dah tau nama aq kan saat ospek aq pernah hukum kamu"
"iya, senior eri"
"cukup panggil aq eri aja ok?"
"baik, maaf eri aq lagi mau beristirahat"
"tunggu, ada yang aq sampaikan ke qm dev"
"ada apa??"
"ayo ikut aq"
Deva mengikuti kemana eri berjalan, deva tidak tau harus mengikuti sampai kemana tapi deva tetap mengikuti saja kemana eri berjalan;
"dev"
"??"
"kamu ini pendiam yah"
"biasa aja koq"
"aq sering liat deva di bawah pohon yang besar di samping gedung kampus"
"iya aq sering kesana, kok eri tau?"
"semua orang udah tau kali" eri tersenyum
"oh begitu ya"
"nah sekarang kita sudah sampai, di ruangan Kesehatan"
"trus??"
"sini ikut aq masuk kedalam"
Eri membuka pintu ruangan kesehatan dan deva melangkah masuk duluan,diam diam eri mengunci pintu dari dalam dan hanya ada eri dan deva yang ada di dalam ruangan kesehatan itu.
"eri untuk apa kita kesini"
"dengarkan aq dev"
"iya aq akan mendengarkan"
"mau kah deva menjadi pacar aq?"
".........."
"jawab dev, aq dah jatuh cinta ma qm"
".........." deva masih terdiam
"aq udah lama menahan rasa cinta aq ke qm"
"maaf eri"
"kenapa?? apa aq gak cantik??, apa aq gak seksi?"
"bukan begitu, eri tu cantik banget, banyak cowo yang mau jadi pacar eri"
"tapi eri maunya dengan deva"
"gomenasai"
"aq sangat cinta ma qm deva"
"sekali lagi maaf eri aq menolak untuk menjadi pacar qm, aq sekarang fokus untuk blajar"
"tapi...dev..tapi"
Deva meninggalkan eri, waktu membuka pintu dan kaki deva akan melangkah keluar ruangan tiba tiba eri memeluk deva dari blakang;
"dev jangan tinggalkan eri, eri bisa mati tanpa deva, eri bisa hilang kesadaran eri"
Dengan pelukan dari blakang, seperti lia memeluk deva saat itu juga entah kenapa air mata deva keluar membasahi wajahnya, eri terkejut kenapa deva menangis, deva pun sendaran di tembok ruangan kesehatan sambil menundukan kepala;
"eri tolong tinggalkan aq"
"dev qm kenapa, apa aq telah melakukan kesalahan?"
"tidak gak ada yang salah dengan eri"
"trus? kenapa qm menangis"
"yang salah itu ada pada aq eri, aq ini yang salah, karna aq dia tlah pergi.........,"
"apa maksud kamu deva"
Deva berlari meninggalkan eri, deva sangat sedih, karna rasa cinta dan kerinduan yang sangat dalam, saat eri memeluk deva dari blakang seperti lia waktu itu saat trakhir kalinya memeluk deva dari blakang di bawah pohon sakura, deva tidak sanggup untuk melupakan lia. Eri terdiam sesaat karna ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa deva selalu menolak cewe yang menyatakan cinta kepada nya?, kenapa deva slalu brada di bawah pohon?, eri berpikir pasti ada sesuatu yang telah menyebabkan itu semua, banyak gosip yang bredar bahwa deva itu gay, ada pula yang bilang bahwa deva itu orang yang fokus terhadap plajaran. Bermacam-macam gosip yang muncul dari paramahasiswa dan mahasiswi di kampus. Eri mencoba mencari informasi kepada teman teman terdekat deva di kampus tapi tidak ada satupun teman2 deva yang mengetahui masa lalu deva, deva sangat misterius, eri slalu mengikuti kemana deva pergi, saat pulang kampus eri mengikuti deva lagi lagi deva kepohon besar itu lagi di situ deva berdiri dan memejamkan mata seolah2 orang yang sedang berdoa, tapi sebenarnya deva memang sedang berdoa, dan meletakan bunga mawar merah di pohon itu. Lalu eri menghampiri deva lagi;
"dev sedang apa qm"
"........." deva langsung meninggalkan eri sendirian
"deva tunggu,..... deva tunggu eri!!!" eri berlali mengejar deva
"......."deva terus berlari
eri kehilangan jejak deva, eri meminta ke bagian jornalis kampus yang biasanya meliput semua kejadian kampus, yang di urus oleh BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa, eri bergabung dalam wartawan kampus, para anggota wartawan kampus sekarang bertambah 1 yaitu eri anak smester 2 jurusan Ekonomi, mereka menyambut eri dengan baik karna bertambah cewe cantik didalam anggota mereka, tapi tujuan utama eri hanya mencari cara untuk mempunyai koneksi ke ruangan arsip sekolah untuk mencari data tentang deva. Karna kepintaran eri, eri memanfaatkan kecantikannya untuk merayu ketua wartawan kampus, untuk bisa masuk kedalam arsip mahasiswa yang bersekolah di universitas tokyo atau todai, saat itu arsip deva pun ditemukan oleh eri.


Eri melihat semua catatan yang ada di dalam arsip deva yang di simpan di gudang arsip, di situ hanya terlihat asal skolah deva, tiap hari eri selalu mencari info tentang deva tapi didak ada satupun orang yang tau tentang deva, yang mereka tau deva adalah cowo yang suka duduk menghabiskan waktunya di bawah pohon dan orang yang pendiam sangat misterius sekali, ke esokan harinya dengan mantap eri menghampiri deva untuk menanyakan semuanya;
"deva"
devapun menoleh dan tersenyum ke arah eri
"dev jangan lari lagi dari eri"
"........."
"plzz eri janji tidak akan mengejar deva lagi, gak akan memaksa kehendak eri ke deva lagi eri janji" mata eri berkaca kaca
"sudah jangan menangis eri, aq akan mendengarkan eri"
"tolong jawab semua pertanyaan yang akan eri ajukan plzzz"
"baik lah asal eri jangan menangis ya"
eri duduk disamping deva dan mulai mengajukan beberpa pertanyaan
"eri ajuin pertanyaan tapi jangan d jawab dlu tunggu eri bilang sudah baru deva boleh menjawab semuanya?" dengan muka yang serius
"baik tanyalah apapun itu akan aq jawab"
"kenapa waktu itu di ruang kesehatan saat eri peluk deva menangis, kenapa?
trus kenapa deva slalu menolak semua peryataan cinta dari cewe ke deva dan 1 lagi kenapa deva selalu menghabiskan sisa waktu deva di bawah pohon ini, jawab?"
"ok mau tau kenapa aq menangis, cara dan gaya bicaramu itu serta pelukan itu mengingatkan kepada seseorang yang sangat aq cintai melebihi apapun, ke dua kenapa aq menolak semua peryataan cinta kepada ku karna aq hanya mencintai 1 orang saja didunia ini walau dia sudah tiada, ke 3 aq mau tau eri, apa yang eri rasakan saat ini setelah duduk di bawah pohon ini?"
"eri ngerasain angin yang hangat dan sejuk"
"nah jujur eri apa eri cinta ma aq? sayang ma aq?"
"iya eri cinta banget ma deva, sayang banget ma deva"
"apa yang eri rasakan kalo di samping aq?"
"eri ngerasa hangat serta sejuk seperti angin ini yang di naungi oleh pohon membuat tubuh kita rilex dan segar"
deva pun tersenyum
"nah eri sudah tau semuanya kan"
lalu eri menundukan kepala
"kenapa-kenapa deva"
"kenapa apa ya?"
"eri sudah mencoba melupakan deva, tapi semakin eri coba lupain deva eri makin sakit, rasanya hancur sekali hati eri ini"
"maaf eri kalo aq sudah membuat qm terluka"
"deva gak salah, yang salah adalah kenapa eri mencintai deva"
"eri dengar lah, liat mata aq, ingat eri cinta itu tidak pernah salah seharus ya kita bersukur karna bisa merasakan mencintai orang lain"
lalu eri menundukan kepalanya lagi, sambil menangis tersendu sendu
"tapi eri gak sanggup kalo gak ada deva, selama ini eri slalu melihat deva dari jauh baru kali ini eri brani mengatakan semuanya, eri gak mau membohongi diri eri sendiri, eri juga sudah mempermalukan sendiri seperti cewe kegatelan ngejar2 deva terus"
".........."
"hiks eri juga gak perduli, orang orang di sekitar eri mo bilang apa ke eri, mau dikatain apapun eri gak masalah, yang penting jangan hina cinta eri ke deva"
".........." deva lalu berdiri hendak meninggalkan eri, dengan cepat eri langsung memeluk deva dari blkang lagi, tapi deva meninggalkan eri begitu saja, eri sendiri menangis, disaksikan oleh orang orang di sekitar nya, saat pulang ke rumah deva di hajar oleh beberapa laki laki tidak di kenal, deva tidak tau apa masalah ya. kejadian itu berlangsung dengan cepat, tapi deva tidak mendapatkan luka berat hanya mendapat kan luka memar sedikit di wajah deva;deva bangkit dari tempat tidur nya dan melihat tanggalan 2 hari lagi 1 th eri meninggal dunia, deva mempersiapkan semua bajunya untuk ke Kyoto untuk mengunjungi makam lia kekasihnya.
Disamping itu di rumah eri, eri sedih dan mengurung diri di tempat tidurnya lalu kaka eri Gozo menghampiri adiknya yang sedang sakit hati,
"adik ku sayang sudah lah, lupakan saja laki laki itu"
"................."
"toh masih banyak cowo yang suka dengan kamu"
".... kaka diam saja kaka gak tau apa apa tentang cinta eri ke deva"
"apa maksud kamu"
"eri mau bunuh diri saja rasanya, eri dah gak sanggup"
"eri kamu mau apa biyar kaka selesain"
tidak lama HP eri berdering, mengabarkan bahwa deva habis di hajar oleh orang2 misterius, tapi tidak mengakibatkan luka memar yang serius. Lalu eri melihat ke kaka ya gozo.
"kaka!! apa kaka telah menghajar deva??; Jawab!!!"
"................"
"kaka kenapa kaka kenapa??"
"......eri.. kaka cuman.."
"cuman apa!!! kenapa harus melakukan tindak kekerasan ke deva"
"...kaka..sebel dengan laki laki yang telah membuat adik aq ini menangis, kaka cman memberikan sedikit pelajaran"
"kaka gozo bodohhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!"
eri mengusir kaka ya keluar dari kamarnya, dan segera menuju kerumah deva, tapi di rumah deva tidak ada seorang pun di sana, menurut tetangga deva jarang pulang kerumah soalya karna jarak kampus dan rumah deva jauh maka deva kos, eri meminta alamat kos kosan deva, 2 jam diperjalanan akhirya sampai juga di mana tempat deva kos, eri bertanya dengan salah satu penduduk setempat dan teryata temanya deva, dia menujukan tempat deva menginap atau kos, saat itu juga eri langsung mencet bell kamar koz deva tapi tidak ada yang menjawa, eri menangis sambil mengatakan maaf, eri menangis dengan suara yang membuat teman teman kos deva keluar, eri sambil menggedor2 pintu koz deva, dan tidak sengaja kunci kamar deva rusak dan pintu terbuka, teman teman kos deva menanyakan ke eri yang sedang menangis;
"ada apa dengan kamu ??"
"deva eri mau deva, dimana deva"
"oh deva dia sedang keluar kota"
"kemana kasih tau eri kemana" sambil menangis
"kalo gak salah dia ke Kyoto, karna orangtuanya tinggal di kyoto"
"ada yang tau alamat deva, plzz kasih tau eri, eri pengen ketemu dengan deva"
"kami tidak ada yang tau alamat deva di Kyoto"
eri menangis dengan keras melihat eri menangis sampai seperti itu semua teman2 deva mencoba mencari cara untuk menghubungi deva tapi HP deva tidak aktiv atau d luar jangkauan sementara itu eri menangis terus, lalu mereka memutuskan untuk menggeledah kamar deva, lalu seorang temen deva langsung mengatakan ke eri.
"ini buku harian deva, disini tertulis alamat dia di kyoto, walau sebenarya tidak pantas kita membaca buku hariannya tapi cman ini yang bia mengatar eri ke deva"
"trimakasih arigatou"
"barangkat lah susul deva sana, memangya deva hamilin qm?"
"tidak tapi suatu saat nanti aq akan melahirkan anak anak deva kalau dia memberikan aq kesempatan, thx semuanya eri pergi dlu"
eri langsung memesan tiket pesawat ke Kyoto, di dalam kreta api deva membuka2 tasnya teryata ada yang ketinggalan yaitu sebuah buku hariannya, lalu deva Telpone salah satu teman kos nya untuk meminta mereka mengirimkan bukunya ke Kyoto;
"hallo rein"
"hallo dev"
"lu dimana??"
"gw lagi di kamar gw, emang kenapa?"
"tolongin gw kirimin buku?"
"buku apa,dev?"
"buku yang berwarna biru di kamar gw, kuncinya di atas pintu"
"oh buku tebal berwarna biru ok deh bentar lagi juga sampe disana"
"lukirim lewat apa ntar"
"gw krim seseorang yang sangat special"
"hahaha ada ada aja kamu rein"
"ahahahaha rein gitu loch"
"ok coi gw tutup tlp ya yach"
"ok deh bos"
"sep"
Setiba di bandara eri langsung cek in tiket ke Kyoto, dan di dalam perjalanan ke kyoto eri membaca buku harian deva dari halaman pertama, dalam membaca bukuharian itu eri meneteskan airmatanya lagi. Deva sudah sampai dirumah, mama dan papa deva kaget melihat anaknya pulang tanpa memberikabar,
"dasar anak bandel kenapa gak beri kabar?"
"hihihi gak apa koq mah"
"gimana kuliah kamu dev"
"baik koq yah"
"jadi sekarang qm mau kemakam istri kamu lia?"
"iya pah soalya hari ini 1 tahun istri aq meninggal"
"tu perlengkapannya sudah papa dan mama siapkan"
setelah deva meletakan tasnya deva langsung kemakan istrinya lia, tidak lama keberangkatan deva ke makam istrinya lia, eri tiba di rumah deva,
"permisi- permisi"
"ya ada apa ??"
"maaf tante apa benar ini rumah deva yang bersekolah di Universitas Tokyo"
"benar??, qm teman deva??"
"iya tante, apa devanya ada di rumah tante??"
"baru saja dia pergi kemakam"
"di mana makamnya ya tante, gini dari sini qm naik taxi bilang aja ke makam keluarga Kyoto"
"trimakasih tante, saya menyusul deva dlu"
di makam lia deva berdiri, sendirian
"istriku sudah 1 th aq tidak kesini, pasti kamu disana sehat sehat saja, aq membawakan makanan kesukaan kamu dan bunga fav kamu mawar merah, dalam 1 th ini banyak kejadian yang aneh menimpaku, hahahahaha, aq harap qm disana juga akan slalu menungguku karna suatu saat nanti aq akan datang kepada kamu istriku, kamu masih cantik seperti yang dulu,saatnya aq berdoa dlu kepada tuhan agar dia menjaga kamu disana"
deva pun berdoa di makam lia,sesudah berdoa deva menuju pohon yang terakhir kali deva dan lia berpelukan dan menikmati alam luar, eri tiba di makam keluarga Kyoto tapi tidak ada deva disana lia berkeliling area pemakman itu untuk mencari deva, dan eri malah menemukan makam lia, eri memandangi makan lia, teryata lia sangat cantik, eri melihat seperti apa orang yang sangat di sayangi deva, lalu angin berhembus ke eri dengan kencang, eri menangis dan menceritakan prasaanya di makam lia, lalu angin bertiup dengan kencang lagi seolah olah mencoba untuk menuntunnya, lalu eri menggalkan makam lia dan dalam kebingungan mencari deva, karna kebingungan eri malah mengikuti kemana angin berhembus, dan eri melihat deva di bawah pohon sakura yang berkembang mekar dan banyak indah sekali di lihatnya,deva terkejut melihat eri bisa menemukanya, dan melihat ke arah tangan eri ada buku harian deva.
"sekarang qm sudah tau semuanya tentang aq eri"
"maaf deva maaf banget"
"eri sungguh mencintai deva"
"cukup eri"
saat deva mau pergi eri memeluk deva dari blakang lagi untuk yang ke 3 kalinya
"dev, ajangan tinggalkan eri"
".................."
"deva eri cman bisa mencitai eri, eri tau deva sangat mencintai lia, eri ngeri dan juga eri sangat paham, walau deva tidak mencintai eri, setidaknya biyarkanlah eri mencintai deva jangan halangi eri"
"eri lepaskan aq"
saat deva mencoba melepaskan pelukan eri yang erat itu tiba tiba angin berhembus, dengan kencang, dan kemudian lembut lagi,deva terdiam sesaat, lalu deva melihat ke atas ada 1 ekor capung eh tidak ada dua tapi bertambah 3 dan seterus ya capung banyak sekali berterbangan, tiba tiba angin kencang datang lagi dan merontokan bunga sakura angin trus berputar membuat bunga sakura berterbangan seolah2 mengelilingi mereka berdua, deva teringat kejadian itu, kejadian itu terulang lagi, air mata deva, lia udah menyatukan deva dengan eri dengan kekuatan ya, lalu pelukan eri mulai melemah dan tiba tiba tangan deva memegang tangan eri;
"jangan lepaskan pelukan qm eri, aq tanya eri maukah kamu menjadi pacar aq?"
eri pun tersentak kaget dan senang akhirya eri bisa memenangkan hatinya deva
"eri mau jadi pacar deva"
deva tersenyum
"maka apa bila eri sudah mencintai aq aq akan mencintai eri seperti halnya mencintai lia mungkin lebih dari aq mencintai lia, dan lagi jangan lepaskan aq eri karna aq sangat mencintai eri sangat mencintai eri, slama ini aq sebenarnya cinta dengan eri cman aq brapakali mencoba membunuh rasacinta aq ke eri"
"tapi sekarang eri senang, jangan bunuh cinta eri lagi, jangan tinggalkan eri lagi eri gak mau"
"iya aq gak akan meninggalkan qm lagi, eri lihat kejadian alam ini sangat indah bukan"
"iya"
setelah mereka menikmati kejadian alam ini, deva dan eri ke makam lia disana mereka meminta ijin ke lia, lalu angin hangat berhembus itu bagaikan bertanda bahwa cinta mereka disetujui oleh lia, eri dan deva kembali ke Tokyo, menjalani hari hari mereka berdua, deva kini telah kembali seperti deva yang dulu eri dan deva sering duduk di bawah pohon karna sangat yaman, lama kelamaan banyak mahasiswa dan mahasiswi mengikuti mereka bersantai dibawah pohon, deva berhasil mendapat gelar S1 ya dan eri juga lulus, deva melamar eri dan mereka menikah di Kyoto, dihadiri oleh sahabat ya hanzo, hikari, dan anko. serta beberapa temen di SMU kyoto dan osaka, teman teman kampus juga turut hadir orantu tua lia pun datang, deva kini bekerja sebagai manager keuangan di salah satu prusahaan raksasa di JEPANG yang bergerak di dalam produki TELPONE genggam atau HP, eri melahirkan anak perempuan yang imut dan cantik dan nama anak ini di berinama LIA Hanazono, dan mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia.


Trimakasih yang telah mau mengikuti serial bacaaan yang telah saya buat saya sangat berterimakasih sekali kepada para pembaca tertanda

devanya demillo
penulis Cintaku Menjadi Angin Dan Pohona
saya tunggu kritik dan saran para pengunjung atau pembaca trimakasih banyak.

READ MORE - Cinta Ku Menjadi Angin Dan Pohon Part 2 TAMAT

Cinta tak akan mati walau orang yang kita cintai telah tiada. Deva menyakini apa yang di yakini oleh lia bahwa lia akan slalu ada buat deva dimanapun deva brada. Tahun ajaran baru sudah dimulai di unversitas tokyo deva mengambil jurusan Ekonomi, deva berkenalan dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di universitas tokyo, Universitas Tokyo juga di sebut Todai itu nama yang diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di universitas Tokyo.
Banyak orang yang lulus dari todai menjadi orang yang berhasil, dan untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi di todai tidaklah gampang karna tes yang sangat sulit, deva bisa masuk todai juga bukan karna deva pintar atau jenius tapi karna faktor keberuntungan banyak cewe-cewe dari universitas lain hingga anak anak SMU yang mengincar mahasiswa todai karna orang yang mengenyam pendidikan di Todai di anggap orang yang mempunyai masadepan yang cerah, bukanya tidak ada universitas yang setara dengan todai cman todai merupakan universitas idola saat ini.
Teman teman deva setelah menjadi mahasiswa di todai mulai mencari cewe cewe cantik untuk dijadikan pacar tapi berbeda dengan deva, deva memilih untuk blajar dengan serius soal mencari cewe kini dijadikan nomer 10 kan oleh deva karna deva masih mencintai lia, di buku harian deva banyak catatan catatan bahwa deva sangat rindu akan lia, sangat rindu sekali, hanya buku harian yang tau isihati deva, padahal banyak di sekitar deva para gadis yang ini menjadi pacarnya deva tapi entah kenapa deva tidak tertarik dengan mereka. Bermacam cara untuk memikat hati deva tapi semua itu sia sia, saat jam plajaran ekonomi perbangkan ada seorang cewe smester 2 yang bernama eri, eri menunggu deva keluar dari clas.
"deva!!!"eri memanggil dengan keras
"ya senior"
"jangan manggil aq dengan kata kata itu, aq kan punya nama"
"iya maaf kan aq"
"gak apa apa, qm dah tau nama aq kan saat ospek aq pernah hukum kamu"
"iya, senior eri"
"cukup panggil aq eri aja ok?"
"baik, maaf eri aq lagi mau beristirahat"
"tunggu, ada yang aq sampaikan ke qm dev"
"ada apa??"
"ayo ikut aq"
Deva mengikuti kemana eri berjalan, deva tidak tau harus mengikuti sampai kemana tapi deva tetap mengikuti saja kemana eri berjalan;
"dev"
"??"
"kamu ini pendiam yah"
"biasa aja koq"
"aq sering liat deva di bawah pohon yang besar di samping gedung kampus"
"iya aq sering kesana, kok eri tau?"
"semua orang udah tau kali" eri tersenyum
"oh begitu ya"
"nah sekarang kita sudah sampai, di ruangan Kesehatan"
"trus??"
"sini ikut aq masuk kedalam"
Eri membuka pintu ruangan kesehatan dan deva melangkah masuk duluan,diam diam eri mengunci pintu dari dalam dan hanya ada eri dan deva yang ada di dalam ruangan kesehatan itu.
"eri untuk apa kita kesini"
"dengarkan aq dev"
"iya aq akan mendengarkan"
"mau kah deva menjadi pacar aq?"
".........."
"jawab dev, aq dah jatuh cinta ma qm"
".........." deva masih terdiam
"aq udah lama menahan rasa cinta aq ke qm"
"maaf eri"
"kenapa?? apa aq gak cantik??, apa aq gak seksi?"
"bukan begitu, eri tu cantik banget, banyak cowo yang mau jadi pacar eri"
"tapi eri maunya dengan deva"
"gomenasai"
"aq sangat cinta ma qm deva"
"sekali lagi maaf eri aq menolak untuk menjadi pacar qm, aq sekarang fokus untuk blajar"
"tapi...dev..tapi"
Deva meninggalkan eri, waktu membuka pintu dan kaki deva akan melangkah keluar ruangan tiba tiba eri memeluk deva dari blakang;
"dev jangan tinggalkan eri, eri bisa mati tanpa deva, eri bisa hilang kesadaran eri"
Dengan pelukan dari blakang, seperti lia memeluk deva saat itu juga entah kenapa air mata deva keluar membasahi wajahnya, eri terkejut kenapa deva menangis, deva pun sendaran di tembok ruangan kesehatan sambil menundukan kepala;
"eri tolong tinggalkan aq"
"dev qm kenapa, apa aq telah melakukan kesalahan?"
"tidak gak ada yang salah dengan eri"
"trus? kenapa qm menangis"
"yang salah itu ada pada aq eri, aq ini yang salah, karna aq dia tlah pergi.........,"
"apa maksud kamu deva"
Deva berlari meninggalkan eri, deva sangat sedih, karna rasa cinta dan kerinduan yang sangat dalam, saat eri memeluk deva dari blakang seperti lia waktu itu saat trakhir kalinya memeluk deva dari blakang di bawah pohon sakura, deva tidak sanggup untuk melupakan lia. Eri terdiam sesaat karna ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa deva selalu menolak cewe yang menyatakan cinta kepada nya?, kenapa deva slalu brada di bawah pohon?, eri berpikir pasti ada sesuatu yang telah menyebabkan itu semua, banyak gosip yang bredar bahwa deva itu gay, ada pula yang bilang bahwa deva itu orang yang fokus terhadap plajaran. Bermacam-macam gosip yang muncul dari paramahasiswa dan mahasiswi di kampus. Eri mencoba mencari informasi kepada teman teman terdekat deva di kampus tapi tidak ada satupun teman2 deva yang mengetahui masa lalu deva, deva sangat misterius, eri slalu mengikuti kemana deva pergi, saat pulang kampus eri mengikuti deva lagi lagi deva kepohon besar itu lagi di situ deva berdiri dan memejamkan mata seolah2 orang yang sedang berdoa, tapi sebenarnya deva memang sedang berdoa, dan meletakan bunga mawar merah di pohon itu. Lalu eri menghampiri deva lagi;
"dev sedang apa qm"
"........." deva langsung meninggalkan eri sendirian
"deva tunggu,..... deva tunggu eri!!!" eri berlali mengejar deva
"......."deva terus berlari
eri kehilangan jejak deva, eri meminta ke bagian jornalis kampus yang biasanya meliput semua kejadian kampus, yang di urus oleh BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa, eri bergabung dalam wartawan kampus, para anggota wartawan kampus sekarang bertambah 1 yaitu eri anak smester 2 jurusan Ekonomi, mereka menyambut eri dengan baik karna bertambah cewe cantik didalam anggota mereka, tapi tujuan utama eri hanya mencari cara untuk mempunyai koneksi ke ruangan arsip sekolah untuk mencari data tentang deva. Karna kepintaran eri, eri memanfaatkan kecantikannya untuk merayu ketua wartawan kampus, untuk bisa masuk kedalam arsip mahasiswa yang bersekolah di universitas tokyo atau todai, saat itu arsip deva pun ditemukan oleh eri.


Eri melihat semua catatan yang ada di dalam arsip deva yang di simpan di gudang arsip, di situ hanya terlihat asal skolah deva, tiap hari eri selalu mencari info tentang deva tapi didak ada satupun orang yang tau tentang deva, yang mereka tau deva adalah cowo yang suka duduk menghabiskan waktunya di bawah pohon dan orang yang pendiam sangat misterius sekali, ke esokan harinya dengan mantap eri menghampiri deva untuk menanyakan semuanya;
"deva"
devapun menoleh dan tersenyum ke arah eri
"dev jangan lari lagi dari eri"
"........."
"plzz eri janji tidak akan mengejar deva lagi, gak akan memaksa kehendak eri ke deva lagi eri janji" mata eri berkaca kaca
"sudah jangan menangis eri, aq akan mendengarkan eri"
"tolong jawab semua pertanyaan yang akan eri ajukan plzzz"
"baik lah asal eri jangan menangis ya"
eri duduk disamping deva dan mulai mengajukan beberpa pertanyaan
"eri ajuin pertanyaan tapi jangan d jawab dlu tunggu eri bilang sudah baru deva boleh menjawab semuanya?" dengan muka yang serius
"baik tanyalah apapun itu akan aq jawab"
"kenapa waktu itu di ruang kesehatan saat eri peluk deva menangis, kenapa?
trus kenapa deva slalu menolak semua peryataan cinta dari cewe ke deva dan 1 lagi kenapa deva selalu menghabiskan sisa waktu deva di bawah pohon ini, jawab?"
"ok mau tau kenapa aq menangis, cara dan gaya bicaramu itu serta pelukan itu mengingatkan kepada seseorang yang sangat aq cintai melebihi apapun, ke dua kenapa aq menolak semua peryataan cinta kepada ku karna aq hanya mencintai 1 orang saja didunia ini walau dia sudah tiada, ke 3 aq mau tau eri, apa yang eri rasakan saat ini setelah duduk di bawah pohon ini?"
"eri ngerasain angin yang hangat dan sejuk"
"nah jujur eri apa eri cinta ma aq? sayang ma aq?"
"iya eri cinta banget ma deva, sayang banget ma deva"
"apa yang eri rasakan kalo di samping aq?"
"eri ngerasa hangat serta sejuk seperti angin ini yang di naungi oleh pohon membuat tubuh kita rilex dan segar"
deva pun tersenyum
"nah eri sudah tau semuanya kan"
lalu eri menundukan kepala
"kenapa-kenapa deva"
"kenapa apa ya?"
"eri sudah mencoba melupakan deva, tapi semakin eri coba lupain deva eri makin sakit, rasanya hancur sekali hati eri ini"
"maaf eri kalo aq sudah membuat qm terluka"
"deva gak salah, yang salah adalah kenapa eri mencintai deva"
"eri dengar lah, liat mata aq, ingat eri cinta itu tidak pernah salah seharus ya kita bersukur karna bisa merasakan mencintai orang lain"
lalu eri menundukan kepalanya lagi, sambil menangis tersendu sendu
"tapi eri gak sanggup kalo gak ada deva, selama ini eri slalu melihat deva dari jauh baru kali ini eri brani mengatakan semuanya, eri gak mau membohongi diri eri sendiri, eri juga sudah mempermalukan sendiri seperti cewe kegatelan ngejar2 deva terus"
".........."
"hiks eri juga gak perduli, orang orang di sekitar eri mo bilang apa ke eri, mau dikatain apapun eri gak masalah, yang penting jangan hina cinta eri ke deva"
".........." deva lalu berdiri hendak meninggalkan eri, dengan cepat eri langsung memeluk deva dari blkang lagi, tapi deva meninggalkan eri begitu saja, eri sendiri menangis, disaksikan oleh orang orang di sekitar nya, saat pulang ke rumah deva di hajar oleh beberapa laki laki tidak di kenal, deva tidak tau apa masalah ya. kejadian itu berlangsung dengan cepat, tapi deva tidak mendapatkan luka berat hanya mendapat kan luka memar sedikit di wajah deva;deva bangkit dari tempat tidur nya dan melihat tanggalan 2 hari lagi 1 th eri meninggal dunia, deva mempersiapkan semua bajunya untuk ke Kyoto untuk mengunjungi makam lia kekasihnya.
Disamping itu di rumah eri, eri sedih dan mengurung diri di tempat tidurnya lalu kaka eri Gozo menghampiri adiknya yang sedang sakit hati,
"adik ku sayang sudah lah, lupakan saja laki laki itu"
"................."
"toh masih banyak cowo yang suka dengan kamu"
".... kaka diam saja kaka gak tau apa apa tentang cinta eri ke deva"
"apa maksud kamu"
"eri mau bunuh diri saja rasanya, eri dah gak sanggup"
"eri kamu mau apa biyar kaka selesain"
tidak lama HP eri berdering, mengabarkan bahwa deva habis di hajar oleh orang2 misterius, tapi tidak mengakibatkan luka memar yang serius. Lalu eri melihat ke kaka ya gozo.
"kaka!! apa kaka telah menghajar deva??; Jawab!!!"
"................"
"kaka kenapa kaka kenapa??"
"......eri.. kaka cuman.."
"cuman apa!!! kenapa harus melakukan tindak kekerasan ke deva"
"...kaka..sebel dengan laki laki yang telah membuat adik aq ini menangis, kaka cman memberikan sedikit pelajaran"
"kaka gozo bodohhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!"
eri mengusir kaka ya keluar dari kamarnya, dan segera menuju kerumah deva, tapi di rumah deva tidak ada seorang pun di sana, menurut tetangga deva jarang pulang kerumah soalya karna jarak kampus dan rumah deva jauh maka deva kos, eri meminta alamat kos kosan deva, 2 jam diperjalanan akhirya sampai juga di mana tempat deva kos, eri bertanya dengan salah satu penduduk setempat dan teryata temanya deva, dia menujukan tempat deva menginap atau kos, saat itu juga eri langsung mencet bell kamar koz deva tapi tidak ada yang menjawa, eri menangis sambil mengatakan maaf, eri menangis dengan suara yang membuat teman teman kos deva keluar, eri sambil menggedor2 pintu koz deva, dan tidak sengaja kunci kamar deva rusak dan pintu terbuka, teman teman kos deva menanyakan ke eri yang sedang menangis;
"ada apa dengan kamu ??"
"deva eri mau deva, dimana deva"
"oh deva dia sedang keluar kota"
"kemana kasih tau eri kemana" sambil menangis
"kalo gak salah dia ke Kyoto, karna orangtuanya tinggal di kyoto"
"ada yang tau alamat deva, plzz kasih tau eri, eri pengen ketemu dengan deva"
"kami tidak ada yang tau alamat deva di Kyoto"
eri menangis dengan keras melihat eri menangis sampai seperti itu semua teman2 deva mencoba mencari cara untuk menghubungi deva tapi HP deva tidak aktiv atau d luar jangkauan sementara itu eri menangis terus, lalu mereka memutuskan untuk menggeledah kamar deva, lalu seorang temen deva langsung mengatakan ke eri.
"ini buku harian deva, disini tertulis alamat dia di kyoto, walau sebenarya tidak pantas kita membaca buku hariannya tapi cman ini yang bia mengatar eri ke deva"
"trimakasih arigatou"
"barangkat lah susul deva sana, memangya deva hamilin qm?"
"tidak tapi suatu saat nanti aq akan melahirkan anak anak deva kalau dia memberikan aq kesempatan, thx semuanya eri pergi dlu"
eri langsung memesan tiket pesawat ke Kyoto, di dalam kreta api deva membuka2 tasnya teryata ada yang ketinggalan yaitu sebuah buku hariannya, lalu deva Telpone salah satu teman kos nya untuk meminta mereka mengirimkan bukunya ke Kyoto;
"hallo rein"
"hallo dev"
"lu dimana??"
"gw lagi di kamar gw, emang kenapa?"
"tolongin gw kirimin buku?"
"buku apa,dev?"
"buku yang berwarna biru di kamar gw, kuncinya di atas pintu"
"oh buku tebal berwarna biru ok deh bentar lagi juga sampe disana"
"lukirim lewat apa ntar"
"gw krim seseorang yang sangat special"
"hahaha ada ada aja kamu rein"
"ahahahaha rein gitu loch"
"ok coi gw tutup tlp ya yach"
"ok deh bos"
"sep"
Setiba di bandara eri langsung cek in tiket ke Kyoto, dan di dalam perjalanan ke kyoto eri membaca buku harian deva dari halaman pertama, dalam membaca bukuharian itu eri meneteskan airmatanya lagi. Deva sudah sampai dirumah, mama dan papa deva kaget melihat anaknya pulang tanpa memberikabar,
"dasar anak bandel kenapa gak beri kabar?"
"hihihi gak apa koq mah"
"gimana kuliah kamu dev"
"baik koq yah"
"jadi sekarang qm mau kemakam istri kamu lia?"
"iya pah soalya hari ini 1 tahun istri aq meninggal"
"tu perlengkapannya sudah papa dan mama siapkan"
setelah deva meletakan tasnya deva langsung kemakan istrinya lia, tidak lama keberangkatan deva ke makam istrinya lia, eri tiba di rumah deva,
"permisi- permisi"
"ya ada apa ??"
"maaf tante apa benar ini rumah deva yang bersekolah di Universitas Tokyo"
"benar??, qm teman deva??"
"iya tante, apa devanya ada di rumah tante??"
"baru saja dia pergi kemakam"
"di mana makamnya ya tante, gini dari sini qm naik taxi bilang aja ke makam keluarga Kyoto"
"trimakasih tante, saya menyusul deva dlu"
di makam lia deva berdiri, sendirian
"istriku sudah 1 th aq tidak kesini, pasti kamu disana sehat sehat saja, aq membawakan makanan kesukaan kamu dan bunga fav kamu mawar merah, dalam 1 th ini banyak kejadian yang aneh menimpaku, hahahahaha, aq harap qm disana juga akan slalu menungguku karna suatu saat nanti aq akan datang kepada kamu istriku, kamu masih cantik seperti yang dulu,saatnya aq berdoa dlu kepada tuhan agar dia menjaga kamu disana"
deva pun berdoa di makam lia,sesudah berdoa deva menuju pohon yang terakhir kali deva dan lia berpelukan dan menikmati alam luar, eri tiba di makam keluarga Kyoto tapi tidak ada deva disana lia berkeliling area pemakman itu untuk mencari deva, dan eri malah menemukan makam lia, eri memandangi makan lia, teryata lia sangat cantik, eri melihat seperti apa orang yang sangat di sayangi deva, lalu angin berhembus ke eri dengan kencang, eri menangis dan menceritakan prasaanya di makam lia, lalu angin bertiup dengan kencang lagi seolah olah mencoba untuk menuntunnya, lalu eri menggalkan makam lia dan dalam kebingungan mencari deva, karna kebingungan eri malah mengikuti kemana angin berhembus, dan eri melihat deva di bawah pohon sakura yang berkembang mekar dan banyak indah sekali di lihatnya,deva terkejut melihat eri bisa menemukanya, dan melihat ke arah tangan eri ada buku harian deva.
"sekarang qm sudah tau semuanya tentang aq eri"
"maaf deva maaf banget"
"eri sungguh mencintai deva"
"cukup eri"
saat deva mau pergi eri memeluk deva dari blakang lagi untuk yang ke 3 kalinya
"dev, ajangan tinggalkan eri"
".................."
"deva eri cman bisa mencitai eri, eri tau deva sangat mencintai lia, eri ngeri dan juga eri sangat paham, walau deva tidak mencintai eri, setidaknya biyarkanlah eri mencintai deva jangan halangi eri"
"eri lepaskan aq"
saat deva mencoba melepaskan pelukan eri yang erat itu tiba tiba angin berhembus, dengan kencang, dan kemudian lembut lagi,deva terdiam sesaat, lalu deva melihat ke atas ada 1 ekor capung eh tidak ada dua tapi bertambah 3 dan seterus ya capung banyak sekali berterbangan, tiba tiba angin kencang datang lagi dan merontokan bunga sakura angin trus berputar membuat bunga sakura berterbangan seolah2 mengelilingi mereka berdua, deva teringat kejadian itu, kejadian itu terulang lagi, air mata deva, lia udah menyatukan deva dengan eri dengan kekuatan ya, lalu pelukan eri mulai melemah dan tiba tiba tangan deva memegang tangan eri;
"jangan lepaskan pelukan qm eri, aq tanya eri maukah kamu menjadi pacar aq?"
eri pun tersentak kaget dan senang akhirya eri bisa memenangkan hatinya deva
"eri mau jadi pacar deva"
deva tersenyum
"maka apa bila eri sudah mencintai aq aq akan mencintai eri seperti halnya mencintai lia mungkin lebih dari aq mencintai lia, dan lagi jangan lepaskan aq eri karna aq sangat mencintai eri sangat mencintai eri, slama ini aq sebenarnya cinta dengan eri cman aq brapakali mencoba membunuh rasacinta aq ke eri"
"tapi sekarang eri senang, jangan bunuh cinta eri lagi, jangan tinggalkan eri lagi eri gak mau"
"iya aq gak akan meninggalkan qm lagi, eri lihat kejadian alam ini sangat indah bukan"
"iya"
setelah mereka menikmati kejadian alam ini, deva dan eri ke makam lia disana mereka meminta ijin ke lia, lalu angin hangat berhembus itu bagaikan bertanda bahwa cinta mereka disetujui oleh lia, eri dan deva kembali ke Tokyo, menjalani hari hari mereka berdua, deva kini telah kembali seperti deva yang dulu eri dan deva sering duduk di bawah pohon karna sangat yaman, lama kelamaan banyak mahasiswa dan mahasiswi mengikuti mereka bersantai dibawah pohon, deva berhasil mendapat gelar S1 ya dan eri juga lulus, deva melamar eri dan mereka menikah di Kyoto, dihadiri oleh sahabat ya hanzo, hikari, dan anko. serta beberapa temen di SMU kyoto dan osaka, teman teman kampus juga turut hadir orantu tua lia pun datang, deva kini bekerja sebagai manager keuangan di salah satu prusahaan raksasa di JEPANG yang bergerak di dalam produki TELPONE genggam atau HP, eri melahirkan anak perempuan yang imut dan cantik dan nama anak ini di berinama LIA Hanazono, dan mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia.


Trimakasih yang telah mau mengikuti serial bacaaan yang telah saya buat saya sangat berterimakasih sekali kepada para pembaca tertanda

devanya demillo
penulis Cintaku Menjadi Angin Dan Pohona
saya tunggu kritik dan saran para pengunjung atau pembaca trimakasih banyak.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku