Jumat, 16 Desember 2011

Cincin Tak Bertuan


Sebut saja Ferazh berumur 25 tahun, dia adalah seorang pekerja arkeolog, ferazh meneliti tentang berbagai peninggalan di kota Jayakatar, di dekat sebuah istana Chikeash, tempat tinggal keluarga kerajaan, yang memerintah seluruh wilayah Jayakatar, sejak kecil ferazh berteman dengan seorang tuan putri bernama Azhri yang di kenal putri Serenite dan di juluki rakyat seorang putri yang penuh senyum yang hangat dan julukannya adalah Putri pembawa kedamaian.



Pemerintahan yang telah di lakukan secara turun temurun, sangat luar biasa, rakyat hidup makmur, seluruh rakyat hormat kepada keluarga putri Serenite, saat itu ferazh sedang meneliti sebuah tugu besar, yang dimana teksturnya sangat aneh, dan beberapa tulisan kuno, di dalam tugu tersebut terdapat sebuah ruangan dengan lambang sebuah 2 lingkaran seperti cincin, ferazh berhasil memecahkan codex (tulisan yang tidak dikenal), tidak lama kemudian putri serenite, datang menghampiri ferazh, dengan senyumnya, dan langsung memeluk ferazh, ferazh tersenyum dan senang sekali, deva pun menunjukan ruangan yang dia barusan temukan, serenite sangat terkesan, deva mematikan cahaya ruangan tersebut, tiba tiba ruangan tersebut berkelap kelip dengan cahaya dari batu tersebut, dan kunangan kunangan mulai berterbangan dengan kelap kelip cahayanya yang sayu, lalu ferazh memberikan sebuah kejutan lagi, sebuah tanaman bunga dengan sebuah tugu berlambangkan 2 cincin, serenite pun dekati tugu tersebut dan bertanya kepada ferazh apa arti tulisannya.

"Sejauh Apapun, Sebesar Apapun masalah, Cinta lah yang dapat menyatukan itu semua, dengan ke percayaan, dan perasaan sayang, yang akan selalu teriangat, dengan memory yang indah dan pahit, semua adalah cinta, sepasang manusia yang di ikat oleh kata cinta, mereka akan saling menolong, kadang di liputi dengan air mata, rasa senang, emosi dan marah, itulah cinta, Jika hati itu membantu dan mengeras, jangalah di hancurkan Maka Tulislah Nama mu dan orang yang kau cintai di hati yang membatu itu, batu itu tidak akan musnah, hati yang membatu itu akan selalu bersinar di dalamnya, pelan pelan tulisan yang kau ukir akan sampai ke dalam inti dari hati yang membatu itu, seburuk apapun pasangan mu, sebesar apapun kebodohan dan kesalahnya pastikan berikan maaf kepadanya karena kita tidak jauh dari ke salahan, perbaikilah bersama, ulurkan tangannya tarik dia dari ke terpurukan dan kegelapan hatinya, karena cinta dan air mata itu sangat berharga, perasaan dan cinta tidak dapat di beli, bukan cinta sesaat, atau suatu ke palsuan, cinta itu meliputi senang dan susah selalu bersama, saling menyangi, september, waktu itu kami melakukan kesalah pahaman yang sangat fatal, aku membuat kekasihku menangis, tau kah kau bagi yang berhasil memecahkan codex ini, aku tulis sebelum bencana itu terjadi dimana disini lah kami mati bersama kami terkurung di ruangan ini, kekasih ku Khiof, telah meninggalkan ku dahulu, aku membuat kan makan di batu bawah batu ini, dia tidak sakit saat kami terkurung disini, aku sayangat mencintainya, selama 1 minggu tanpa makanan disini aku selalu ketakutan di dalam sini, batu dan ruangan ini adalah saksi bisu sisa hidup kami, jika ini di temukan aku harap kalian dapat mengerti seberapa besar arti cinta, cinta itu tidak pernah salah yang membuatnya salah adalah sudut pandang kita, cinta bukan hanya ciuman, pelukan atau selalu bersama, tapi cinta tulus menerima apa adanya mau itu ke bodohannya, ke anehannya, kita sebagai pasangannya saling memperbaiki ke kurangan kita sendiri sendiri 1 minggu ini aku menulis semuanya dari batu ini hingga dinding dinding ruangan ini dengan sebuah belati, aku berharap kisah kami ini akan selalu di ingat dan di kenang, tertanda Ike Varlia Heard"

serenite dan ferazh meneteskan air mata setelah membaca kisah yang ada di bangunan ini, pengorbanan seorang pasangan kekasih yang terjebak di bangunan ini, ferazh pun memeluk azhri dari belakang, ferazh sangat mencintai azhri, tiba tiba, tubuh azhri melayang di udara, sayap berwarna putih terbentang dan di angkasa ferazh terkejut apa yang terjadi, tiba tiba serenite di sayapnya rusak bulu ya berterbangan kemana mana, ferazh pun berlari dan langsung menyambut tubuh serenite yang perlahan terjatuh. tiba tiba sebuah cincin jatuh di depan mereka berdua, cincin itu di ambil oleh ferazh, ferazh berlari ke istana sambil menggendong serenite, tiba tiba bangunan itu runtuh. detak jantung serenite menjadi pelan, nafas serenite menjadi tak beraturan, Ferazh terus berlari setelah tiba di istana, mendengar kejadian tersebut, Raja Pun memanggil Rina adik dari serenite yang menguasai ilmu sihir luar biasa. Ferazh meneteskan air matanya ketakutan, akan ke hilangan serenite, saat itu dengan cepat Rina membuat sebuah lingkaran sihir, ferazh yang menggendong azhri pun di suruh masuk ke lingkaran itu, Rina melihat sebuah cincin, cincin itu memiliki ke kuatan mistis, rina meminta cincin itu dan memutar cincin itu dan teryata cincin itu adalah sepasang, rina memerintahkan ferazh untuk memasangkan cincin tersebut ke jari manis serenite dan jari manisnya ferazh, rina mulai membacakan matra sihir untuk menyelamatkan serenite.

Saatnya yang di ramalkan telah tiba, dalam hati rina, rina memberikan pesan kepada ferazh, karena rina akan mengirimkan ke demensi yang berbeda, dan disana nanti ada master mage dia akan memberitahukan selanjutnya, dan rina mengingatkan ferazh agar cincin itu tidak di lepas.karena akan terjadi sesuatu hall yang tidak di inginkan.
Rina mulai membaca mantranya.
Kire kagima saibastia

Kiweta i adora i amena i adesta
Idela
Asora i adora i asora i yamasa
Idita dora

lingkaran itu pun menjadi bercahaya, titik cahaya saling berhubungan

Kasa melistora
Imeta li aora
I kasa melindora
Ilyia iya

Kasa melistora
Imeta li aora
I kasa melindora
Ilyia

tubuh ferazh dan serenite menyala

Kire kagima saibastia
Inaria miamenta
Asora ita saibastia
Imilia iyasii iya

Kiweta ita saibastia
Inaria miamenta
Asora ita saibastia
Imilia iyasii

Kasa melistora
Imeta i aora
Kasa melistora
I kasa melindora

Ilyia..

dan gerbang dimensi pun terbuka, ferazh dan serenite pun lenyap dari lengkaran tersebut.
Saat muncul ferazh yang menggendong serenite, melihat seorang perempuan yang nada aksen berbeda.
"selamat datang di Gerbang ke hidupan" wanita tersebut tersenyum
"aku mohon selamatkan serenite, tolong aku selamatkan serenite" ferazh dengan wajah yang sedih
"teryata, cincin itu, ujian kalian telah di mulai, Kau harus mengumpulkan semua ingatan milik serenite, yang tersebar di berbagai dimensi,apa kau sanggup?" wanita itu dengan tersenyum kembali
"apapun aku sanggup asal serenite sehat kembali, aku, aku gak bisa hidup tanpanya aku sungguh tidak sanggup" ferazh meneteskan air mata
"baik, ada syaratnya"wanita itu mengajukan syarat
"apapun akan aku sanggupi" ferazh dengan nada serius
"baiklah, aku akan mengambil sesuatu yang sangat penting dari mu, itu adalah bayarannya" wanita tersebut dengan serius
"apapun itu ambilah, walau kau mengambil nafas q aku rela aku rela sekali, sangat rela, aku menyanginya, aku, aku cinta sekali dengan serenite, aku sayang sekali" ferazh menangis
"baiklah.., sesuatu yang berharga itu adalah Ingatan dia tentang mu, dia tidak akan pernah mengingat bahwa dia pernah jatuh cinta kepada mu, dia hanya tau kamu adalah temannya selama ini,bagai mana apa kau sanggup?" wanita itu memberitahukan apa yang akan dia ambil
"...jika itu harus di lakukan, untuknya aku rela, aku hanya ingin melihat dia bahagia, aku rela jika seumur hidupku hanya menjadi temannya, yang penting dia bisa selamat dan bangun kembali, karena aku sayang dan cinta dengannya" ujar ferazh

tiba tiba langit menjadi mendung, ferazh menangis, takut akan ke hilangan azhri, hujan yang turun seakan mengerti ke adaan ferazh sekarang ini, kesedihan, ke sepian, dan haus akan kasih sayangnya serenite.

"baiklah bersiap, aku akan mengambil ingatannya tentang diri mu dari dirinya, dan tugasmu adalah bersamanya, aku akan memasukan sebuah cahaya kecil pengumpul ingatannya, ingatannya itu berupa sebuah cahaya seperti kunang kunang tapi berbeda ada persaan hangat di setiap cahayanya itu, dan sekarang aku akan membuka pintu ke dunia itu, dunia yang penuh akan ke serakahan, ke egoisan dan ke munafikan" wanita itu menjelaskan

tiba tiba di hadapan ferazh terlihat sebuah Pintu gerbang yang berwarna emas, dan terbuka, ferazh pun berdiri, sambil menggendong serenite melewati gerbang itu. dan dengan sekejap mata, feras berada di dunia luar, yang tidak tau apa yang sedang terjdi, tiba tiba cincin feras menyala, seolah olah menarik ya dan sambil menggendong serenite, feras berlari kemana cincin itu membawanya.

ferazh menghentikan langkahnya di sebuah kuil tua, cahaya cincinnya makin kuat, ferazh masuk kedalam kuil tersebut dan terlihat sebuah cahaya terang dan lembut di sebuah altar, ferazh mengambilnya dan mendekatkan ke cicin serenite, dan badan serenite terasa hangat, ferazh memeluk serenite dengan erat, karena disa sayang dengan serenite, serenite membuka matanya dan mengusap air mata ferazh, dengan lembut, serenite tersenyum, dan memanggil nama ferazh dengan lembut dan bertanya kenapa ferazh menangis, ferazh pun tersenyum.

tiba tiba tubuh mereka menyala kembali, dan berpindah dimensi, mereka berada di sebuah rumah, di pinggiran kota, tidak di ketahui apa nama kotanya, tapi dari segi budaya dan dialeg berbeda, serenite dengan sigap lagsung membersihkan rumah itu, tiba tiba serenite bilang lapar dengan ferazh, ferazh pun menyuruh serenite untuk menunggunya, ferazh pun ke pasar, saat mengeluarkan uang, mata uang yang dia gunakan tidak berlaku, ferazh pun kebingungan dan mencari pekerjaan, terlihat sebuah selebaran di butuhkan seorang kuli panggul untuk mengangkut beras, ferazh pun mengambil pekerjaan itu, di rumah itu serenite sambil menunggu ferazh pulang, serenite membersihkan rumah tersebut yang penuh dengan debu, dan mencuci piring yang kotor dan terbengkalai, setelah 4 jam ke mudian ferazh mendapatkan upah asil kerjanya, upahnya yang kecil ferazh tidak dapat membelikan makanan yang enak hanya roti, ferazh pun pulang ke rumah, di depan pintu serenite dengan wajah sedih menyambut ferazh, ferazh pun tersenyum, dan saat itu sepotong roti tidak mungkin di bagi 2, karena roti itu kecil, ferazh berbohong dia membeli dua, saat itu minyak di lampu itu pun sengaja di senggol ferazh, dan jtuh menjadi gelap, saat itu serenite hendak menyalakan api lagi, tapi tidak ada pemantiknya ferazh pun berbohong, sebenarnya ada di sakunya dia simpan, saat itu mereka pun makan di ruangan yang gelap, ferazh pun pura pura memakan roti juga, seolah olah terdengar sedang menikmati roti, tapi sebeanrnya tidak ada yang di makan ferazh, serenite pun selesai memakan roti tersebut, dan ferazh pun menyalakan api, dengan alasan dia lupa menaroh pemantik apinya

tiba tiba di luar rumah ada keributan, ferazh keluar, terlihat beberapa orang berbadan besar, saat melihat cincin yang bagus di tangan ferazh, orang orang itu hendak merampasnya, serenite keluar rumah dan melihat ferazh di pukuli, melihat serenite, mengenakan cincin yang sama, penjahat itu langsung me nampar wajah serenite, hingga serenite jatuh ke tanah dan mencoba mengambil  cincin di tangan serenite, sereni melindungi jari manisnya dengan mendekapnya ke dada, melihat ke jadian itu ferazh langsung memeluk serenite, mereka menendang2 tubuh ferazh, ferazh terus melindungi tubuh serenite agar tidak di sakiti, serenite ketakutan, melihat ferazh menahan tendangan tendangan dari penjahat itu, serenite meneteskan air matanya, ferazh menyapu air mata serenite, dan menyakinkan bahwa dirinya tidak apa apa.

"berhenti!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" suara yang keras
"tutuan, kenapa dengan anda, mereka tidak mau menyerahkan cincin itu tuan, itu harganya pasti mahal sekali" ujar salah satu penjahat tersebut
"diam kau!!!!" orang itu membentak anak buahnya, dan turun dari kudanya

ferazh pun berpaling dan serenite berlindung di belakang ferazh.
"hei anak muda siapa namamu ?' ujar ketua prampok tersebut
"nama ku ferazh de millo" ujar ferazh sambil menahan sakit
"hmm dan kau siapa yang berada di belakang ferazh" ketua perampok tersebut bertanya ke serenite
"aku serenite, sahabatnya ferazh" ujar serenite dengan nada ketakutan

perampok itu berjalan ke arah mereka, dengan cepat ferazh langsung menghalangi dan membentangkan ke 2 tangannya, menghalangi ketua perampok tersebut mendekati serenite.
"kau masih ingin melindungi serenite ? ferazh?" ketua perampok itu bertanya
"dengan apapun aku akan melindunginya karena dia sangat berarti" ujar ferazh

ketua perampok tersebut pun mencabut pedangnya, serenite pun memejamkan matanya karena ketakutan, dan pedang itu langsung di hunuskan ke mata deva yang hanya berjarak 2 cm dari mata pedang, ferazh tidak menutup matanya dan tidak pergi selangkah pun, ferazh tetap berdiri di posisinya, dengan membentangkan ke dua tangannya, pemimpin perampok tersebut pun melihat jiwa yang kuat untuk melindungi, dia pun tersenyum dan menyarungkan kembali pedangnya. tiba tiba pemimpin perampok tersebut pun menyuruh anak buahnya untuk melempari mereka berdua dengan batu, sambil duduk memperhatikan ferazh dan serenite, segera dengan ejekan dan lemaran batu mengenai tubuh ferazh, satu buah lemaran mengenai tangan serenite, ferazh pun langsung berbalik dan memeluk serenite, karena tidak memiliki kemampuan bertarung, ferazh menggunakan tubuhnya untuk melindungi serenite, serenite berada di bawah, ferazh di atas melindungi dengan tubuhnya.

"aku tidak akan membuat qm terluka serenite" ujar ferazh
"maaf maaf maaf" ujar serenite dengan nada lirih
"tidak perlu minta maaf, selama ini aku sudah egois kepada kamu, aku selalu melanggar laranganmu, aku selalu membuat mu sendiri, aku sibuk dengan pekerjaan ku, tapi kini aku akan memperbaiki semua kesalahan dan ke bodohan ku, karena aku ingin serenite bahagia" ujar ferazh
'ferazh, jangan menangis, aku jadi sedih" serenite dengan nada lirih
"serenite tutuplah mata mu sampai aku bilang buka, percayalah ke pada ku" perintah ferazh

batu batu itu, terus di lempar ke arah ferazh, hingga membuat luka di kepala ferazh, ferazh pun menahan rasa sakit, tidak sedikit pun suara aduh atau apapun, agar serenite tenang saat menutup matanya.
"Ferazh apa kau masih baik baik saja" ujar serenite
"iya aku baik baik saja, jangan buka mata mu" perintah ferazh

serenite pun mengikuti perintah ferazh, tiba tiba dari anak buah perampok tersebut menarik rambut ferazh dan di seret, saat itu langsung di pukul secara bergiliran, ferazh tidak mengeluarkan suara sakit atau aduh atau apapun, agar seperti tidak terjadi apa apa, saat itu pemimpin perampok tersebut memberitanda kepada anak buahnya untuk pregi meninggalkan ferazh dan serenite, ferazh pun jatuh ke tanah, langsung ferazh mengusap lukanya dan menghampiri serenite, ferazh pun menyuruh membuka mata serenite, serenite pun membuka matanya, terlihat bekas bekas pukulan di tubuh ferazh, tapi ferazh tetap menyakinkan bahwa tidak sakit dan tidak apa apa, serenite pun tidur di dalam rumah tersebut. ferazh pelan pelan keluar dari rumah, di halamanan ferazh mengambil air di sebuah baskom, dan membuka baju nya terlihat dari pantulan air di baskom tersebut, ferazh yang tubuhnya luka luka, ferazh sambil menahan sakit membersihkan luka lukanya dengan air bersih dan membalutnya dengan kain jubahnya.

dalam hati ferazh semuanya ini agar hati dan fisik serenite tidak terluka, agar serenite bahagia dan ferazh pun tidur sambil sendaran di samping tubuh serenite, ferazh berjaga malam itu, saat pagi pagi sekali, ferazh pun pergi ke pelabuhan dan bekerja, kali ini upahnya sangat besar, ferazh membeli sekarung beras, ferazh sambil melihat cincinnya kenapa cincinnya tidak bereaksi.

ferazh pun pergi ke rumah itu, saat jam 5:30 pagi ferazh memasak nasi, ferazh juga mencari tumbuhan liar yang dapat di masak, ferazh mengambil sisa garam dan gula yang jatuh di jalan, ferazh membersihkannya dan saat lewat pasar ferazh melihat sayur sayur sisa dan di pilah yang bagus untuk di masak dan lyak untuk di makan, buah buah dari toko toko yang busuk sedikit di ambil, ferazh buang yang busuk tersebut dan di potong, dengan rapi, saat bangun di meja makan serenite melihat banyak makanan, saat itu serenite pun hendak membersihkan badan, ferazh sudah menyiapkan tempatnya, serenite pun membersihkan badan, saat di kamar mandi serenite melihat sebuah baju berwarna biru laut dan bagus, serenite pun mengenakan baju itu terlihat manis, dan duduk di mejamakan, mereka pun makan berdua setelah selesai makan tiba tiba serenite jauh ke lantai, tubuh serenite menjadi dingin lagi, ferazh pun panik ferazh pun menggendong serenite mencari dokter, tapi tidak ada dokter yang mau menolong tiba tiba cicin ferazh bereaksi, dan menuntun ferazh, ke sebuah danau. dan ferazh melihat di tengah danau itu ada cahaya, saat hendak terjun, ada seorang nenek nenek mengingatkan, bahwa banyak orang mati di danau ini karena hendak mengambil, cahaya tersebut, berbagai macam cara orang mencoba mengambilnya tapi tidak ada yang berhasil, ferazh pun tersenyum kepada nenek tersebut.

"maaf kan saya, demi serenite apapun saya lakukan, dan saya akan terus tetap hidup sampai waktu itu tiba" ujar ferazh
"anak muda kau jangan gila" ujar nenek tersebut

ferazh pun terjun ke danau tersebut, tiba tiba ferazh merasakan kakinya ada yang menggerogoti ikan ikan kecil me matok kaki dan tubuhnya walau sakit ferazh terus berenang, cahaya cincin ferazh pun menyala dan melindungi tubuh ferazh, nenek tersebut melihat ke arah jari manis serenite, yang ikut menyala, nenek itu tersentak kaget, yang di kenakan oleh serenite adalah cincin Ikatan Batin, apakah 2 orang ini sedang melakukan Ujian berat dari gate master, nenek itupun berdoa, kepada yang maha kuasa, terlihat laki laki itu sangat menyintai perempuan yang sedang terbaring lemah disini, dan hebatnya sakit kuatnya perasaan mereka, cincin itu melindungi yang mengenakan cincin tersebut

ferazh pun naik ke sebuah batu, terlihat batu itu sangat tajam, ferazh tetap melangkahkan kakinya,kaki ferazh mulai tergores gores luka kecil, dan sakit yang luar biasa, ferazh tetap melewati dan berhasil meraih cahaya itu, ferazh pun meraih cahaya itu setelah cahaya itu di ambil dari tempatnya muncul sebuah kata kata.

"air mata, adalah simbol penyesalan dan kesukuran, setiap manusia di berikan anugrah, cintailah pasanganmu walau air mata bercucuran, ketia ia sedang jatuh, ulurkanlah tangan mu, jika dia bertindak membahayakan dirinya, tolonglah dia, dia hanya ingin menyampaikan sesuatu yang tidak terungkap dan sulit untuk dia katakan, tapi satu hall orang itu akan sangat mencintai pasangannya, maka saat dia menangis peluklah dekap erat lah itu akan menyadarkannya"

tiba tiba batu batu tajam tadi berubah menjadi padang rumput, luka di tubuh ferazh dan kaki pun lenyap, dan danau tadi muncul sebuah jembatan , nenek itu kagum melihat ferazh demi serenite rela melakukan apa saja, ferazh pun mendekatkan cahaya tadi ke cincin yang di gunakan serenite, tubuh serenite pun kembali menjadi hangat. tubuh mereka berduapun saling bercahaya.

"anak muda, jika kau bertemu dengan gate master tolong berikan benda ini, sebuah cristal, dan kalung ini gunakan kepada kekasih mu, terimakasih anak muda selamat jalan" ujar nenek tersebut sambil menangis
"baik nek aku akan menyampaikan pesan nenek dan memberikan cristal ini" ujar deva tersenyum.

saat muncul mereka berdua ada di udara, dan jatuh ke bumi dengan cepat, melewati awan, ferazh pun mencoba menghampiri serenite, dengan susah payah ferazh meraih, serenite akhirnya dapat meraih serenite, ferazh pun merangkul serenite dan merubah posisi jatuhnya, merubah posisi serenite berada di atas ferazh di bawah, ferazh menoleh ke bawah, mereka akan jatuh ke sebuah danau, ferazh pun merubah posisinya, dan kini posisinya ferazh menggendong serenite, agar saat jatuh ke air kaki ferazh duluan yang akan bertabrakan dengan air, dan akan membuat kulit air pecah hingga badan serenite tidak terluka.

serenite memandangi wajah ferazh, begitu juga ferazh memandangi wajah serenite, dalam hati ferazh berkata
"aku, sayang sangat sayang dan cinta kepada mu serenite, aku sayang kamu, aku cinta kamu, demi diri mu, aku rela melintasi padang rumput hijauh yang indah dan banya bunga yang indah tapi walau ladang berumput itu penuh duri, tapi aku rela dan sangat rela sekali, karena aku cinta dan sayang kepada mu"

ferazh tersenyum kepada serenite, mereka masih terjatuh,tiba tiba dari cincin itu menyala, dan melindungi tubuh mereka, melihat wajah serenite yang sangat cemas, ferazh pun tersenyum agar serenite tidak selalu cemas, tiba tiba, tubuh mereka bercahaya, cincin itu menyelamatkan mereka, ferazh sambil menggendong serenite, mendarat di atas air secara lembut, dan berdiri di atas air, ferazh pun berjalan, di atas air menuju tepian, dan menurunkan serenite, mereka pun berjalan berdua, tiba tiba hari hujan, ferazh menggandeng tangan serenite untuk mencari tempat berteduh, tapi serenite tidak begitu kuat terlihat dari wajahnya, ferazh pun menggendong kembali tubuh serenite ferazh melihat ada sebuah gua, ferazh pun berlari sekuat tenaga sambil menggendong serenite ke sebuah gua, baju serenite menjadi basah dan ke dinginan, ferazh membuat api unggun, untuk menghangatkan ruangan, ferazh membuka jubahnya dan menyelimutkan ke tubuh serenite, serenite bersendar di belakang ferazh. ferazh pun mulai menyanyi untuk mengantarkan serenite tidur.

Kini semua tentang mu hanya jadi kenangan
dan walau seperti itu aku janji kita takan berpisah
besok kita akan pergi
untuk memulai hidup baru

cari aku disana, cahaya ingatan mu
semua hari hari yang kita lalui akan menjadi suci
kau telah menenangkan hati ku dan menghilangkan ke sedihanku
cincin hati ini semuanya untuk mu serenite
dan hanya untuk mu hati ku

tak terasa air mata ferazh menetes kembali, semua ini terjadi karena ferazh, membuat serenite seperti ini, esok harinya serenite terbangun ferazh, memanggang kelinci, mereka pun memakan hasil buruan tersebut, setelah itu mereka pun pergi, dan berjalan, serenite memandangi dari punggung ferazh, wajah serenite menjadi murung, mengapa ferazh sebegitu gigihnya, serenite tidak dapat mengingat lebih jauh tentang ferazh, hanya masa kecil, awal bertemu ferazh, itu saja yang dapat dia ingat, apa sebenarnya, di kejauhan terjadi ke ributan, terlihat seekor burung legenda, ya itu Phonix, ferazh melihat cahaya itu ada di sayap phonix itu, ferazh pun langsung menggendong tubuh serenite, lagi lagi ferazh menggendong tubuh serenite lagi, karena ke seringan selalu berlari, ferazh menjadi cepat, orang orang memperhatikan ferazh yang sedang mengikuti arah burung legenda itu terbang, sambil menggendong serenite, penjaga gerbang menghalangi ferazh, tapi percuma dengan gesit ferazh terus berlari, sebuah hutan yang di jaga oleh beberapa tentara memperingatkan ferazh agar tidak mendekat,karena ini hutan terlarang dan banyak sudah korban gara gara burung tersebut, ferazh menoleh ke kanan melihat pohon yang rindang, serenite di turunkan di bawah pohon tersebut, dan ferazh menyuruh serenite untuk menunggunya, ferazh pun merubah arah, dan berlari lagi mencoba menerobos barisan tentara penjaga tersebut, komandan jaga pun menyiapkan tim pemanah dengan dua lapis, dan panah untuk menakuti ferazh, tapi ferazh tidak takut dan terus berlari, komandan jaga pun ke sulitan, mereka di perintahkan hanya untuk menakuti, tapi orang yang di hadapannya bernama ferazh tetap terus menerobos, dan berhasil melewati tentara penjaga tersebut, dan ferazh berhasil masuk, ke dalam hutan tersebut, hutan yang pohon yang besar, ferazh melihat burung legenda tersebut sedang berdiri di hadapannya.

menurut penelitiannya burung ini dapat mengerti bahasa manusia, dan dapat berbicara ferazh pun memulai percakapan, apa maksud kedatangan ferazh, teryata benar phonix tersebut dapat mengerti dan berbicara kepada manusia melewati telepati, tapi phonix tersebut memberikan ujian, dan akan memberikan cahaya yang di maksud ferazh.
tiba tiba ferazh berada di sebuah ruangan, di depan ferazh ada sebuah kotak berisi cahaya tersebut, ferazh melihat langkah pertamannya akan melewati lantai berduri dan tajam, karena rasa sayang dan cinta yang luar biasa ferazh pun melangkahkan kakinya ke lantai berduri tersebut, terasa sakit sekali, tapi itu tidak sebanding dengan rasa yang kini di rasakan oleh serenite, ferazh menahan sakit yang luar biasa yang menusuk nusuk telapak kakinya, tapi ferazh tetap berjalan, dan ferazh melihat sebuah tempat air di mana kuncinya ada di dalamnya, dan air itu mendidih, ferazh pun memasukan tangannya ke dalam air mendidih tersebut dan mengambil kunci tersebut, setelah itu ferazh membuka kotak tersebut, Phonix pun mengerti ferazh sangatlah tulus, demi yang dia cintai dia rela melakukan apa saja termasuk membahayakan hidup ya, tiba tiba ferazh berada di arah menuju pintu keluar, salah satu prajurit jaga pun, melihat ke adaan ferazh dengan luka tangan kanan yang mengerikan dan setiap langkah kakinya berdarah, ferazh berjalan prajurit jaga pun menghunuskan pedang ke arah ferazh, tapi ferazh tidak menghentikan langkahnya, melihat serenite yang menunggunya ferazh tetap berjalan, komandan jaga pun memperintahkan untuk, melepaskan ferazh, serenite meneteskan air matanya, ferazh mengusap air mata serenite, dan ferazh pun menyentuh jari manis serenite, dan cahaya kecil itu masuk ke dalam cincin itu, dan ferazh pun duduk di tanah menahan sakit sambil tersenyum, tiba tiba burung Phonix tersebut muncul, dan mendarat di hadapan ferazh, tidak lama tubuh ferazh dan serenite menyala, luka di tubuh ferazh kembali sembuh. dan di sayap phonix keluar tulisan.

"Cinta bukanlah sekedar hidup bersama, tapi bagai mana mereka saling memperdulikan, pasangan mereka, sesibuk apapun, luangkan lah waktu untuk pasangan mu, jangan siksa dia dengan rasa cinta yang ada di dalam dirinya, tau kah kamu, rasa di siksa sangatlah sakit, saling perduli, saling memberi, itulah salah satu arti cinta"

prajurit jaga tersebut melihat juga tulisan tersebut, mereka tertegun dan merasa terharu, melihat pasangan anak muda tersebut, tubuh mereka menyala makin terang, burung Phonix tersebut pun terbang ke angkasa seolah olah sedang mengantar mereka dengan cara penghormatan terakhir, tubuh ferazh dan serenite terbang ke udara secara perlahan lahan di kelilingi oleh bulatan bulatan cahaya, cahaya tersebut sangat lembut dan yaman serta memberikan ke damaian

"hei anak muda siapa nama mu!!!!!!" ujar komandan jaga
"aku ferazh, dan ini Serenite orang yang sangat berarti bagi ku" ferazh tersenyum
"kami semua akan mengingat ini semua" ujar komandan jaga tersebut dengan mata berkaca kaca

ferazh melihat ke arah serenite, dan tersenyum serenite pun menggandeng tangan ferazh, ferazh merasa senang dapat melihat senyum serenite, mereka pun menghilang lagi berpindah ke dimensi lain, saat perjalanan antar demensi itu entah kenapa ferazh dan serenite terpisah, ferazh mencari serenite kemana mana mana, ferazh down, saat itu kota menjadi sepi, Hujan salju pun turun  kemana serenite kemana dirinya, ferazh melihat cincinnya dan menyala,mengikuti kemana saja cincin itu menyala, saat itu di tengah jalan ferazh melihat seorang peria menggendong serenite, ferazh pun menghampiri laki laki itu, dan meminta serenite, laki laki itu pun memberikan kepada ferazh karena melihat cincin yang sama di kenakan oleh ferazh dan serenite, ke esokan harinya laki laki itu datang lagi, ferazh tidak masalah karena sudah menolong serenite, dan laki laki itu bernama Shuzu, shuzu menjaga serenite saat ferazh pregi mencari potongan cahaya tersebut. saat ferazh plang ke rumah kecil itu, terlihat shuzu dan serenite tertawa bersama mereka terlihat sangat bahagia berbeda dengan bersama ferazh serenite selalu menangis. Apakah ini yang di perlihatkan tuhan soal jodohnya, apakah aku tidak berjodoh dengannya, ferazh menyimpan perasaan sedihnya, saat membuka pintu suzhu melihat ke arah ferazh. ferazh pun tersenyum, dan membawa makanan, mereka bertiga makan bersama, serenite tersenyum dan menyuapi shuzu, seprti serenite dulu menyuapi ferazh, ferazh pun pergi lagi, serenite bertanya kemana, ferazh menjawab mencari cahaya itu, kali ini serenite memilih untuk tinggal biasanya selalu meminta untuk ikut kemana ferazh pergi...

Ferazh pun duduk di bawah pohon di dekat rumah tersebut, hujan saljupun turun, terasa dingin menembus kulit hingga ke hati, entha kena rasa sakit sekali hati ini melihat mereka berdua, tiba tiba cincin ferazh bereaksi, ferazh bangkit dari duduknya dan mengusap air matanya, dan berlari teryata sebuah Roh, dengan hawa yang sangat dingin.
"hahaha aku tau kau pasti mencari cahaya ini, aku penjaga cahaya ini" roh itu sambil tertawa
"berikan cahaya itu ke pada ku" ujar ferazh
"terima dulu ujian dari ku" roh itu tersenyum
"baiklah aku siap"

tiba tiba, hati ferazh menjadi panas, terasa terbakar, sisi gelap ferazh muncul, ferazh menjadi loss control, tapi ferazh yang satu ya lagi berusaha untuk melawan, serenite lagi asik bercanda dengan shuzu tiba tiba terdiam dan keluar rumah, shuzu mengikuti serenite berlari, serenite seperti orang ke bingungan menoleh ke kiri dan kekanan, sewaktu waktu terjatuh, ketanah dan bangkit lagi, dan memanggil nama ferazh, shuzu terus mengejar serenite, hingga di sebuah depan altar di gua, serenite melihat wuzut ferazh, yang mengerikan dengan darah di kiri dan kanannya, mata yang memerah dan bertaring, serenite sedih melihat ferazh yang berubah, shuzu pun langsung mencabut pedangnya dan merapal mantra 5 pedang di udara, bersiaga, mendengar suara tangis serenite, ferazh yang telah di kuasai ole sisi jahatnya, tiba tiba mata kanan ya berubah menjadi normal, dan menyuruh serenite untuk menjauh, saat itu shuzu langsung menyerang ferazh karena di takutkan membahayakan serenite, Shuzu mulai melakukan gerakan seolah olah sedang menari tapi 5 pedang di udara terus menyerang ferazh, dan pedang pedangnya menggores semua tubuh ferazh, ferazh terus mencoba melawan, dan terus melawan, shuzu melihat ferazh makin menggila, luka luka yang di buat oleh shuzu tidak berpengaruh dan dia makin memberontak, shuzu pun maju dan menendang kaki ferazh hingga terjatuh 5 pedang itu langsung menusuk telapak kiri dan kanan serta kaki kiri dan kanan. menjadi paku ferazh tidak dapat bergerak.

Serenite menangis berteriak jangan bunuh ferazh, tapi shuzu tetap memiliki pendapat lain.
"serenite hukum di dunia ini, harus di tegakan aku adalah sang pembawa hukum, Shuzu Rahvilia
Hukum 1. Menghancurkan seluruh jenis Iblis
2. gigi di ganti dengan gigi
3.darah di ganti dengan darah
4.mata di ganti dengan mata
5.tidak ada penyelamatan
6.tidak ada pengampunan
7.siapa yang berbuat salah, tetap akan salah
8. orang yang akan mengulangi ke salahan nanti akan mengulanginya lagi
9. Orang yang melukai orang lain baik fisik ataupun perasaan harus di hukum
10. Hukum harus di tegakan, yang berbuat kesalahan harus di lenyapkan agar dunia lebih damai

10 hukum dari sang pembawa hukum, Ferazh kau telah melanggar hukum, karena di darah mu ada memiliki darah iblis, kau di anggap melanggar hukum langit, kau telah melakukan kejahatan dengan bersekutu dengan iblis, kau juga telah menyakiti hati seorang wanita , hukuman kematian adalah ke putusannya.

serenite tersentak mendengar shuzu menyebutkan hukum tersebut, tiba tiba jurus segel shuzu tidak dapat menahan ferazh, ferazh berdiri ferazh langsung menendang shuzu, shuzu pun terpelanting terkena tembok, saat itu kuku tajam yang mengalir banyak darah, hendak menikam jantung shuzu, shuzu terlambat bergerak saat itu serenite langsung memeluk ferazh dari belakang. sambil menangis, tiba tiba ferazh berteriak, kadang mata ferazh menjadi warna normal pada manusia umumnya kadang kembali ke warna merah seperti mata rubah, ferazh terus melihat serenite dan tiba tiba kekuatan iblis itu lenyap dari ferazh, serenite pun memeluk ferazh

saat itu shuzu berdiri di belakang serenite, dan menghunuskan pedangnya ke arah ferazh yang ke lelahan, serenite langsung berdiri, dan membentangkan ke dua tangannya.
"jika kau ingin melukai ferazh, lakukan terhadapku dahulu, baru kau bisa melukai ferazh" serenite dengan mata berkaca kaca
"kau..serenite...kenapa kau melindunginya, suatu saat nanti dia akan melakukan seperti itu terhadap mu!!" Ujar Shuzu
"dengar baik baik shuzu, ferazh melakukan itu semua bukan ke hendakan dia, dia stres, dia kelelahan, menghadapi semua yang menimpa kepada dirinya, shuzu, sejahat apapun orang itu, jika dia ada niat dan orang yang mendukungnya untuk berubah, dia pasti akan berubah, berikan kesempatan, tidak adil jika dia tidak di berikan kesempatan, dan kata memaafkan, shuzu kau tidak tau apa yang dia rasakan dan beban hidup dia" ujar serenite sambil menangis

tiba tiba roh itu muncul, dan mengikat tubuh shuzu
"hei anak muda, kau terlau naif, dengan hukum mu" ujar roh tersebut
"siapa kau!!!!!" suju kesal
"aku adalah raja naga dari laut timur, aku bertugas menguji ke sungguhan orang ini, perintah dari gate keeper" ujar raja naga tersebut
"maaf tuan, saya memiliki trauma dengan orang orang sejenis dia" ujar shuzu
"sebelum kau bertindak, jangan kau pernah langsung menghukum seseorang, selidiki dulu ada apa, dan apa sebabnya, Hukum mu itu benar adanya tapi cara kau menjalankannya, dia ini setengah demon setengah manusia, kau tidak tau beban seperti apa yang dia tanggung, aku membaca ingatannya, orang ini hanya ingin membuat serenite bahagia, dan dia tiap hari berjuang melawan sisi gelapnya, untuk terus menjadi manusia normal, kadang kala dia merasa sepi, tapi jangan pernah menyamakan orang lain dengan orang yang lainnya, dia benar telah berbuat salah, tapi dia menyesalinya lihat dia mampu melawan sisi gelapnya itu tanda sebagai mana besarnya usaha dia, air mata dia menetes itu dia tanda sangat menyesalinya , teriakannya itu bukan untuk menakuti tapi dia sedang bertanya ada apa dengan dirinya, seharusnya kau berpikir kenapa dia seperti itu" ujar raja naga
"tapi yang mulia, orang seperti dia suatu saat nanti pasti mengulang" ujar shuzu
"apa kau tuhan ?, apa kau dewa?, sebegitunya kau memberikan kata kata "pasti", kau tau jika orang berniat berubah, masa lalu ke bodohan dia akan menjadi pelajaran yang berharga, itu adalah cobaan bagi hidup dia, lihat serenite ini dia menangis, siapa yang menggerakan hati ferazh menjadi makin kuat apa kau tau ?, itu orangnya serenite, ferazh itu bergerak atas ke bahagian, kasih, sayang dan cinta serenite, dan begitu pula ferazh, dan belajarlah lagi bercerminlah lagi shuzu, jangan pernah langsung menghukum seseorang seperti kau tuhan yang tau segalanya" raja naga marah

raja naga pun memberikan cahaya itu kepada serenite, saat melihat ke cincin mereka berdua, raja naga menjadi sedih, raja naga tau itu cincin legenda, Ujian cinta yang sangat besar, cajaya itupun langsung masuk ke cincin serenite, tapi entah kenapa, cahaya itu terbelah menjadi 2 bagian, 1 lagi masuk ke cincin ferazh, ingatan dulu teringat oleh serenite pertama kali dia merasakan perasaan hangat bersama ferazh seperti saat ini, serenite bingung dan sedih makin lama perjalanan ini di tempuh makin tidak jelas, apa yang terjadi ingatan ada yang hilang serenite bingung, ferazh pun menenangkan serenite bahwa cukup peracaya dengan dirinya , ferazh akan membawa kembali ingatan serenite.

ferazh pun berdiri, raja naga menyembuhkan semua luka yang di derita oleh serenite dan ferazh, dan memberikan sebuah baju yang layak dan rapi, shuzu pun di teleport (di pindahkan) oleh raja naga dimana shuzu harus belajar lagi tentang pengertian hidup dan hukum, tubuh ferazh dan serenite pun menyala tandanya mereka akan segera pergi ke dimensi lain.

saat terbangun ferazh berada di sebuah padang rumput yang luas, serenite masih belum bangun dari tidurnya, angin sepoy sepoy, di tengah padang rumput tersebut ada banyak cahaya memory serenite, teryata memory tersebut berada di padang rumput ini seperti dulu cerita mimpi serenite kepada ferazh, penuh bunga, phon besar yang rindang dan berbuah, udara musim semi yang harum, saat hendak mengambil seluruh cahaya memory serenite, sang gate keeper pun muncul di hadapan ferazh.

"ferazh, kau sudah memenuhi semua ujian antar demensi, nah apa kau pernah dengar kotak pandora, sampai sekarang kotak pandora tidak pernah di temuka, dan kotak pandora itu adalah hati, dan cahaya memory, kasih sayang, cinta itu adalah isi dari kotak pandora, ferazh ini syarat terakhir apa kau bersedia?" syarat trakhir dari gate keeper

"apa itu lady gate keeper" ferazh bertanya
"ini semua adalah cahaya terakhir serenite, untuk mendapatkan semua itu kau akan ke hilangan Indra penglihatan mu apa kau bersedia?" lady gate keeper memberikan syarat
"ya aku siap lady yang penting serenite pasti bahagia lagi pula dia juga tidak akan ingat tentang aku" ujar ferazh
"betul aku akan menghapus semua memory ya tentang diri mu ferazh, dan aku akan mengembalikan kalian ke negeri kalian"

cahaya itu pun berterbangan masuk ke dalam cincin serenite, lady gate keper pun, mengembalikan mereka semua ke negeri asal mereka, serenite tertidur di kamar, dan ferazh berada di rumahnya di dekat istana, tapi dalam ke adaan buta, mengorbankan mata untuk jembatan ke hidupan serenite. serenite bangun dari tidur nya, melihat ayahnya sernite langsung memeluk ayah, ibu, dan sodara serta sodarinya, serenite sangat senang sekali, sedangkan ferazh, mulai bekerja lagi, karena jasanya menolong serenite raja pun memberikan perawatan seumur hidup, ferazh dengan tongkatnya dan pendengarannya, selalu duduk di sebuah taman dekat istana, dimana taman itu adalah tempat dimana mereka saling bertemu, terdengar suara sorak sorai para penduduk, melihat putri serenite kembali dan sehat, tapi kejadian ini di rahasiakan oleh raja atas pesan gate keeper, begitu berat rasanya menghilangkan sebuah ke biasaan, ferazh sangat rindu akan serenite.

seminggu kemudian seperti biasa ferazh selalu, duduk di bangku itu sambil mendengarkan gemercik suara air, tiba tiba serenite melewati tempat itu, serenite melihat ferazh, seorang pemuda berumur 25 tahun tapi dalam ke adaan buta, entah kenapa detak jantung serenite berdebar kencang, seolah olah tempat ini adalah dimana tempat yang sangat penting, serenite melihat cincin di kenakan oleh ferazh, dan ingatan itu semakin sulit untuk di ingat apa sebenarnya terjadi serenite berlinang air mata, Rina pun hanya diam saja, rina mencoba membawa serenite kembali ke istana saat di istana serenite bertanya kepada rina, kepada ayahnya dan ibunya apa sebenernya yang terjadi tapi mereka mengarang cerita bahwa serenite hanya tertidur karena salah makan.

Hidup serenite makin gelisah, serenite sampai berteriak histeris, dan gate keeper muncul d depan serenite, serenite langsung bertanya ada apa dan siapa diri mu, gate keper pun merasa tersentuh dengan kisah serenite dan ferazh, gate keeper pun, mengeluarkan sebuah cahaya berwarna emas, dan langsung mendekatkan ke dada serenite, tiba tiba ingatan itu, kembali, serenite berapa kali memaggil ferazh, dan berteriak memanggil nama ferazh seisi istana mendengar dan berdatangan tapi mereka hanya diam mereka merasa bersalah, serenite pun keluar dari istana. hari sudah mulai gelap ferazh pun berdiri, dan ke tabrak seorang perempuan.

"kamu,.. kamu kenapa jahat sama aku" ujar serenite sambil menangis
"serenite... apa kah itu kau?" ferazh bertanya

serenite pun langsung memeluk ferazh
"jangan tinggalkan aku, jangan, jangan pernah bohong ke pada ku, jangan pernah melangkah pergi meninggalkan ku, karena aku sayang kamu, aku cinta kamu" ujar serenite
"aku juga sayang dengan qm serenite alias azhri rahmawati putri dari kerajaan jayakatar" ferazh menangis

mata hari yang terbenam, seolah olah membuka lembaran baru, tiba tiba cahaya mata ferazh kembali, dan dengan pelan pelan ferazh dapat melihat, pelukan mereka makin erat, rasa cinta dan rindu yang sangat dalam, kini terobati.

"ferazh janji jangan pernah tinggalin aku, ferazh dulu pernah ngomong kan, akan membesarkan anak anak bersama, terus berjanji akan menjdi suami yang baik dan suami yang menyayangi anak serta istri dan keluarganya" ujar serenite
"iya aku masih ingat itu" ujar ferazh
"terus ferazh harus kuat, aq gak mau membesarkan anak anak di mana anak q gak punya ayah"
"aku pasti pegang semua kata kata aku" ferazh tersenyum sambil memeluk serenite
"aku juga gak mau, ferazh berbuat bodoh yang ke 3 kalinya, yang dapat membahayakan hidup ferazh, itu rasanya sakit banget tau, sakit hati ini melihat ferazh seperti itu" serenite sambil menangis
"berikan aku ke sempatan 1 kali lagi aku tidak akan berbuat bodoh seperti itu" ujar ferazh
"iya, serenite akan berikan kesempatan itu, hanya untuk ferazh, serenite juga akan bercermin akan diri serenite dan ferazh juga, kita perbaiki semua kesalahan masa lalu di masa sekarang ini dan masa depan, karena aku sayang kamu" ujar serenite
"aku akan memperbaiki diri ku utuk diri ku dan diri mu serta sang hama kuasa"

saat itu tubuh mereka bercahaya kembali dan cincin yang ada pada ferazh tertulis pengorbanan dan ke setiaan sedangkan di cincin serenite tertulis cinta,ketabahan serta kasih dan sayang, teryata itu adalah ujian terakhir dari sang gate keeper, 2 minggu kemudian mereka pun menikah, di saat umur 32 ferazh, serenite melahirkan anak laki laki, yang di beri nama Ferazh el Islmay, kejadian yang sangat mengharukan perjalanan serta ujian untuk mencintai dan di cintai

semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita Cincin Tak Bertuan.
Cincin tak bertuan Tamat


READ MORE - Cincin Tak Bertuan

Sebut saja Ferazh berumur 25 tahun, dia adalah seorang pekerja arkeolog, ferazh meneliti tentang berbagai peninggalan di kota Jayakatar, di dekat sebuah istana Chikeash, tempat tinggal keluarga kerajaan, yang memerintah seluruh wilayah Jayakatar, sejak kecil ferazh berteman dengan seorang tuan putri bernama Azhri yang di kenal putri Serenite dan di juluki rakyat seorang putri yang penuh senyum yang hangat dan julukannya adalah Putri pembawa kedamaian.



Pemerintahan yang telah di lakukan secara turun temurun, sangat luar biasa, rakyat hidup makmur, seluruh rakyat hormat kepada keluarga putri Serenite, saat itu ferazh sedang meneliti sebuah tugu besar, yang dimana teksturnya sangat aneh, dan beberapa tulisan kuno, di dalam tugu tersebut terdapat sebuah ruangan dengan lambang sebuah 2 lingkaran seperti cincin, ferazh berhasil memecahkan codex (tulisan yang tidak dikenal), tidak lama kemudian putri serenite, datang menghampiri ferazh, dengan senyumnya, dan langsung memeluk ferazh, ferazh tersenyum dan senang sekali, deva pun menunjukan ruangan yang dia barusan temukan, serenite sangat terkesan, deva mematikan cahaya ruangan tersebut, tiba tiba ruangan tersebut berkelap kelip dengan cahaya dari batu tersebut, dan kunangan kunangan mulai berterbangan dengan kelap kelip cahayanya yang sayu, lalu ferazh memberikan sebuah kejutan lagi, sebuah tanaman bunga dengan sebuah tugu berlambangkan 2 cincin, serenite pun dekati tugu tersebut dan bertanya kepada ferazh apa arti tulisannya.

"Sejauh Apapun, Sebesar Apapun masalah, Cinta lah yang dapat menyatukan itu semua, dengan ke percayaan, dan perasaan sayang, yang akan selalu teriangat, dengan memory yang indah dan pahit, semua adalah cinta, sepasang manusia yang di ikat oleh kata cinta, mereka akan saling menolong, kadang di liputi dengan air mata, rasa senang, emosi dan marah, itulah cinta, Jika hati itu membantu dan mengeras, jangalah di hancurkan Maka Tulislah Nama mu dan orang yang kau cintai di hati yang membatu itu, batu itu tidak akan musnah, hati yang membatu itu akan selalu bersinar di dalamnya, pelan pelan tulisan yang kau ukir akan sampai ke dalam inti dari hati yang membatu itu, seburuk apapun pasangan mu, sebesar apapun kebodohan dan kesalahnya pastikan berikan maaf kepadanya karena kita tidak jauh dari ke salahan, perbaikilah bersama, ulurkan tangannya tarik dia dari ke terpurukan dan kegelapan hatinya, karena cinta dan air mata itu sangat berharga, perasaan dan cinta tidak dapat di beli, bukan cinta sesaat, atau suatu ke palsuan, cinta itu meliputi senang dan susah selalu bersama, saling menyangi, september, waktu itu kami melakukan kesalah pahaman yang sangat fatal, aku membuat kekasihku menangis, tau kah kau bagi yang berhasil memecahkan codex ini, aku tulis sebelum bencana itu terjadi dimana disini lah kami mati bersama kami terkurung di ruangan ini, kekasih ku Khiof, telah meninggalkan ku dahulu, aku membuat kan makan di batu bawah batu ini, dia tidak sakit saat kami terkurung disini, aku sayangat mencintainya, selama 1 minggu tanpa makanan disini aku selalu ketakutan di dalam sini, batu dan ruangan ini adalah saksi bisu sisa hidup kami, jika ini di temukan aku harap kalian dapat mengerti seberapa besar arti cinta, cinta itu tidak pernah salah yang membuatnya salah adalah sudut pandang kita, cinta bukan hanya ciuman, pelukan atau selalu bersama, tapi cinta tulus menerima apa adanya mau itu ke bodohannya, ke anehannya, kita sebagai pasangannya saling memperbaiki ke kurangan kita sendiri sendiri 1 minggu ini aku menulis semuanya dari batu ini hingga dinding dinding ruangan ini dengan sebuah belati, aku berharap kisah kami ini akan selalu di ingat dan di kenang, tertanda Ike Varlia Heard"

serenite dan ferazh meneteskan air mata setelah membaca kisah yang ada di bangunan ini, pengorbanan seorang pasangan kekasih yang terjebak di bangunan ini, ferazh pun memeluk azhri dari belakang, ferazh sangat mencintai azhri, tiba tiba, tubuh azhri melayang di udara, sayap berwarna putih terbentang dan di angkasa ferazh terkejut apa yang terjadi, tiba tiba serenite di sayapnya rusak bulu ya berterbangan kemana mana, ferazh pun berlari dan langsung menyambut tubuh serenite yang perlahan terjatuh. tiba tiba sebuah cincin jatuh di depan mereka berdua, cincin itu di ambil oleh ferazh, ferazh berlari ke istana sambil menggendong serenite, tiba tiba bangunan itu runtuh. detak jantung serenite menjadi pelan, nafas serenite menjadi tak beraturan, Ferazh terus berlari setelah tiba di istana, mendengar kejadian tersebut, Raja Pun memanggil Rina adik dari serenite yang menguasai ilmu sihir luar biasa. Ferazh meneteskan air matanya ketakutan, akan ke hilangan serenite, saat itu dengan cepat Rina membuat sebuah lingkaran sihir, ferazh yang menggendong azhri pun di suruh masuk ke lingkaran itu, Rina melihat sebuah cincin, cincin itu memiliki ke kuatan mistis, rina meminta cincin itu dan memutar cincin itu dan teryata cincin itu adalah sepasang, rina memerintahkan ferazh untuk memasangkan cincin tersebut ke jari manis serenite dan jari manisnya ferazh, rina mulai membacakan matra sihir untuk menyelamatkan serenite.

Saatnya yang di ramalkan telah tiba, dalam hati rina, rina memberikan pesan kepada ferazh, karena rina akan mengirimkan ke demensi yang berbeda, dan disana nanti ada master mage dia akan memberitahukan selanjutnya, dan rina mengingatkan ferazh agar cincin itu tidak di lepas.karena akan terjadi sesuatu hall yang tidak di inginkan.
Rina mulai membaca mantranya.
Kire kagima saibastia

Kiweta i adora i amena i adesta
Idela
Asora i adora i asora i yamasa
Idita dora

lingkaran itu pun menjadi bercahaya, titik cahaya saling berhubungan

Kasa melistora
Imeta li aora
I kasa melindora
Ilyia iya

Kasa melistora
Imeta li aora
I kasa melindora
Ilyia

tubuh ferazh dan serenite menyala

Kire kagima saibastia
Inaria miamenta
Asora ita saibastia
Imilia iyasii iya

Kiweta ita saibastia
Inaria miamenta
Asora ita saibastia
Imilia iyasii

Kasa melistora
Imeta i aora
Kasa melistora
I kasa melindora

Ilyia..

dan gerbang dimensi pun terbuka, ferazh dan serenite pun lenyap dari lengkaran tersebut.
Saat muncul ferazh yang menggendong serenite, melihat seorang perempuan yang nada aksen berbeda.
"selamat datang di Gerbang ke hidupan" wanita tersebut tersenyum
"aku mohon selamatkan serenite, tolong aku selamatkan serenite" ferazh dengan wajah yang sedih
"teryata, cincin itu, ujian kalian telah di mulai, Kau harus mengumpulkan semua ingatan milik serenite, yang tersebar di berbagai dimensi,apa kau sanggup?" wanita itu dengan tersenyum kembali
"apapun aku sanggup asal serenite sehat kembali, aku, aku gak bisa hidup tanpanya aku sungguh tidak sanggup" ferazh meneteskan air mata
"baik, ada syaratnya"wanita itu mengajukan syarat
"apapun akan aku sanggupi" ferazh dengan nada serius
"baiklah, aku akan mengambil sesuatu yang sangat penting dari mu, itu adalah bayarannya" wanita tersebut dengan serius
"apapun itu ambilah, walau kau mengambil nafas q aku rela aku rela sekali, sangat rela, aku menyanginya, aku, aku cinta sekali dengan serenite, aku sayang sekali" ferazh menangis
"baiklah.., sesuatu yang berharga itu adalah Ingatan dia tentang mu, dia tidak akan pernah mengingat bahwa dia pernah jatuh cinta kepada mu, dia hanya tau kamu adalah temannya selama ini,bagai mana apa kau sanggup?" wanita itu memberitahukan apa yang akan dia ambil
"...jika itu harus di lakukan, untuknya aku rela, aku hanya ingin melihat dia bahagia, aku rela jika seumur hidupku hanya menjadi temannya, yang penting dia bisa selamat dan bangun kembali, karena aku sayang dan cinta dengannya" ujar ferazh

tiba tiba langit menjadi mendung, ferazh menangis, takut akan ke hilangan azhri, hujan yang turun seakan mengerti ke adaan ferazh sekarang ini, kesedihan, ke sepian, dan haus akan kasih sayangnya serenite.

"baiklah bersiap, aku akan mengambil ingatannya tentang diri mu dari dirinya, dan tugasmu adalah bersamanya, aku akan memasukan sebuah cahaya kecil pengumpul ingatannya, ingatannya itu berupa sebuah cahaya seperti kunang kunang tapi berbeda ada persaan hangat di setiap cahayanya itu, dan sekarang aku akan membuka pintu ke dunia itu, dunia yang penuh akan ke serakahan, ke egoisan dan ke munafikan" wanita itu menjelaskan

tiba tiba di hadapan ferazh terlihat sebuah Pintu gerbang yang berwarna emas, dan terbuka, ferazh pun berdiri, sambil menggendong serenite melewati gerbang itu. dan dengan sekejap mata, feras berada di dunia luar, yang tidak tau apa yang sedang terjdi, tiba tiba cincin feras menyala, seolah olah menarik ya dan sambil menggendong serenite, feras berlari kemana cincin itu membawanya.

ferazh menghentikan langkahnya di sebuah kuil tua, cahaya cincinnya makin kuat, ferazh masuk kedalam kuil tersebut dan terlihat sebuah cahaya terang dan lembut di sebuah altar, ferazh mengambilnya dan mendekatkan ke cicin serenite, dan badan serenite terasa hangat, ferazh memeluk serenite dengan erat, karena disa sayang dengan serenite, serenite membuka matanya dan mengusap air mata ferazh, dengan lembut, serenite tersenyum, dan memanggil nama ferazh dengan lembut dan bertanya kenapa ferazh menangis, ferazh pun tersenyum.

tiba tiba tubuh mereka menyala kembali, dan berpindah dimensi, mereka berada di sebuah rumah, di pinggiran kota, tidak di ketahui apa nama kotanya, tapi dari segi budaya dan dialeg berbeda, serenite dengan sigap lagsung membersihkan rumah itu, tiba tiba serenite bilang lapar dengan ferazh, ferazh pun menyuruh serenite untuk menunggunya, ferazh pun ke pasar, saat mengeluarkan uang, mata uang yang dia gunakan tidak berlaku, ferazh pun kebingungan dan mencari pekerjaan, terlihat sebuah selebaran di butuhkan seorang kuli panggul untuk mengangkut beras, ferazh pun mengambil pekerjaan itu, di rumah itu serenite sambil menunggu ferazh pulang, serenite membersihkan rumah tersebut yang penuh dengan debu, dan mencuci piring yang kotor dan terbengkalai, setelah 4 jam ke mudian ferazh mendapatkan upah asil kerjanya, upahnya yang kecil ferazh tidak dapat membelikan makanan yang enak hanya roti, ferazh pun pulang ke rumah, di depan pintu serenite dengan wajah sedih menyambut ferazh, ferazh pun tersenyum, dan saat itu sepotong roti tidak mungkin di bagi 2, karena roti itu kecil, ferazh berbohong dia membeli dua, saat itu minyak di lampu itu pun sengaja di senggol ferazh, dan jtuh menjadi gelap, saat itu serenite hendak menyalakan api lagi, tapi tidak ada pemantiknya ferazh pun berbohong, sebenarnya ada di sakunya dia simpan, saat itu mereka pun makan di ruangan yang gelap, ferazh pun pura pura memakan roti juga, seolah olah terdengar sedang menikmati roti, tapi sebeanrnya tidak ada yang di makan ferazh, serenite pun selesai memakan roti tersebut, dan ferazh pun menyalakan api, dengan alasan dia lupa menaroh pemantik apinya

tiba tiba di luar rumah ada keributan, ferazh keluar, terlihat beberapa orang berbadan besar, saat melihat cincin yang bagus di tangan ferazh, orang orang itu hendak merampasnya, serenite keluar rumah dan melihat ferazh di pukuli, melihat serenite, mengenakan cincin yang sama, penjahat itu langsung me nampar wajah serenite, hingga serenite jatuh ke tanah dan mencoba mengambil  cincin di tangan serenite, sereni melindungi jari manisnya dengan mendekapnya ke dada, melihat ke jadian itu ferazh langsung memeluk serenite, mereka menendang2 tubuh ferazh, ferazh terus melindungi tubuh serenite agar tidak di sakiti, serenite ketakutan, melihat ferazh menahan tendangan tendangan dari penjahat itu, serenite meneteskan air matanya, ferazh menyapu air mata serenite, dan menyakinkan bahwa dirinya tidak apa apa.

"berhenti!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" suara yang keras
"tutuan, kenapa dengan anda, mereka tidak mau menyerahkan cincin itu tuan, itu harganya pasti mahal sekali" ujar salah satu penjahat tersebut
"diam kau!!!!" orang itu membentak anak buahnya, dan turun dari kudanya

ferazh pun berpaling dan serenite berlindung di belakang ferazh.
"hei anak muda siapa namamu ?' ujar ketua prampok tersebut
"nama ku ferazh de millo" ujar ferazh sambil menahan sakit
"hmm dan kau siapa yang berada di belakang ferazh" ketua perampok tersebut bertanya ke serenite
"aku serenite, sahabatnya ferazh" ujar serenite dengan nada ketakutan

perampok itu berjalan ke arah mereka, dengan cepat ferazh langsung menghalangi dan membentangkan ke 2 tangannya, menghalangi ketua perampok tersebut mendekati serenite.
"kau masih ingin melindungi serenite ? ferazh?" ketua perampok itu bertanya
"dengan apapun aku akan melindunginya karena dia sangat berarti" ujar ferazh

ketua perampok tersebut pun mencabut pedangnya, serenite pun memejamkan matanya karena ketakutan, dan pedang itu langsung di hunuskan ke mata deva yang hanya berjarak 2 cm dari mata pedang, ferazh tidak menutup matanya dan tidak pergi selangkah pun, ferazh tetap berdiri di posisinya, dengan membentangkan ke dua tangannya, pemimpin perampok tersebut pun melihat jiwa yang kuat untuk melindungi, dia pun tersenyum dan menyarungkan kembali pedangnya. tiba tiba pemimpin perampok tersebut pun menyuruh anak buahnya untuk melempari mereka berdua dengan batu, sambil duduk memperhatikan ferazh dan serenite, segera dengan ejekan dan lemaran batu mengenai tubuh ferazh, satu buah lemaran mengenai tangan serenite, ferazh pun langsung berbalik dan memeluk serenite, karena tidak memiliki kemampuan bertarung, ferazh menggunakan tubuhnya untuk melindungi serenite, serenite berada di bawah, ferazh di atas melindungi dengan tubuhnya.

"aku tidak akan membuat qm terluka serenite" ujar ferazh
"maaf maaf maaf" ujar serenite dengan nada lirih
"tidak perlu minta maaf, selama ini aku sudah egois kepada kamu, aku selalu melanggar laranganmu, aku selalu membuat mu sendiri, aku sibuk dengan pekerjaan ku, tapi kini aku akan memperbaiki semua kesalahan dan ke bodohan ku, karena aku ingin serenite bahagia" ujar ferazh
'ferazh, jangan menangis, aku jadi sedih" serenite dengan nada lirih
"serenite tutuplah mata mu sampai aku bilang buka, percayalah ke pada ku" perintah ferazh

batu batu itu, terus di lempar ke arah ferazh, hingga membuat luka di kepala ferazh, ferazh pun menahan rasa sakit, tidak sedikit pun suara aduh atau apapun, agar serenite tenang saat menutup matanya.
"Ferazh apa kau masih baik baik saja" ujar serenite
"iya aku baik baik saja, jangan buka mata mu" perintah ferazh

serenite pun mengikuti perintah ferazh, tiba tiba dari anak buah perampok tersebut menarik rambut ferazh dan di seret, saat itu langsung di pukul secara bergiliran, ferazh tidak mengeluarkan suara sakit atau aduh atau apapun, agar seperti tidak terjadi apa apa, saat itu pemimpin perampok tersebut memberitanda kepada anak buahnya untuk pregi meninggalkan ferazh dan serenite, ferazh pun jatuh ke tanah, langsung ferazh mengusap lukanya dan menghampiri serenite, ferazh pun menyuruh membuka mata serenite, serenite pun membuka matanya, terlihat bekas bekas pukulan di tubuh ferazh, tapi ferazh tetap menyakinkan bahwa tidak sakit dan tidak apa apa, serenite pun tidur di dalam rumah tersebut. ferazh pelan pelan keluar dari rumah, di halamanan ferazh mengambil air di sebuah baskom, dan membuka baju nya terlihat dari pantulan air di baskom tersebut, ferazh yang tubuhnya luka luka, ferazh sambil menahan sakit membersihkan luka lukanya dengan air bersih dan membalutnya dengan kain jubahnya.

dalam hati ferazh semuanya ini agar hati dan fisik serenite tidak terluka, agar serenite bahagia dan ferazh pun tidur sambil sendaran di samping tubuh serenite, ferazh berjaga malam itu, saat pagi pagi sekali, ferazh pun pergi ke pelabuhan dan bekerja, kali ini upahnya sangat besar, ferazh membeli sekarung beras, ferazh sambil melihat cincinnya kenapa cincinnya tidak bereaksi.

ferazh pun pergi ke rumah itu, saat jam 5:30 pagi ferazh memasak nasi, ferazh juga mencari tumbuhan liar yang dapat di masak, ferazh mengambil sisa garam dan gula yang jatuh di jalan, ferazh membersihkannya dan saat lewat pasar ferazh melihat sayur sayur sisa dan di pilah yang bagus untuk di masak dan lyak untuk di makan, buah buah dari toko toko yang busuk sedikit di ambil, ferazh buang yang busuk tersebut dan di potong, dengan rapi, saat bangun di meja makan serenite melihat banyak makanan, saat itu serenite pun hendak membersihkan badan, ferazh sudah menyiapkan tempatnya, serenite pun membersihkan badan, saat di kamar mandi serenite melihat sebuah baju berwarna biru laut dan bagus, serenite pun mengenakan baju itu terlihat manis, dan duduk di mejamakan, mereka pun makan berdua setelah selesai makan tiba tiba serenite jauh ke lantai, tubuh serenite menjadi dingin lagi, ferazh pun panik ferazh pun menggendong serenite mencari dokter, tapi tidak ada dokter yang mau menolong tiba tiba cicin ferazh bereaksi, dan menuntun ferazh, ke sebuah danau. dan ferazh melihat di tengah danau itu ada cahaya, saat hendak terjun, ada seorang nenek nenek mengingatkan, bahwa banyak orang mati di danau ini karena hendak mengambil, cahaya tersebut, berbagai macam cara orang mencoba mengambilnya tapi tidak ada yang berhasil, ferazh pun tersenyum kepada nenek tersebut.

"maaf kan saya, demi serenite apapun saya lakukan, dan saya akan terus tetap hidup sampai waktu itu tiba" ujar ferazh
"anak muda kau jangan gila" ujar nenek tersebut

ferazh pun terjun ke danau tersebut, tiba tiba ferazh merasakan kakinya ada yang menggerogoti ikan ikan kecil me matok kaki dan tubuhnya walau sakit ferazh terus berenang, cahaya cincin ferazh pun menyala dan melindungi tubuh ferazh, nenek tersebut melihat ke arah jari manis serenite, yang ikut menyala, nenek itu tersentak kaget, yang di kenakan oleh serenite adalah cincin Ikatan Batin, apakah 2 orang ini sedang melakukan Ujian berat dari gate master, nenek itupun berdoa, kepada yang maha kuasa, terlihat laki laki itu sangat menyintai perempuan yang sedang terbaring lemah disini, dan hebatnya sakit kuatnya perasaan mereka, cincin itu melindungi yang mengenakan cincin tersebut

ferazh pun naik ke sebuah batu, terlihat batu itu sangat tajam, ferazh tetap melangkahkan kakinya,kaki ferazh mulai tergores gores luka kecil, dan sakit yang luar biasa, ferazh tetap melewati dan berhasil meraih cahaya itu, ferazh pun meraih cahaya itu setelah cahaya itu di ambil dari tempatnya muncul sebuah kata kata.

"air mata, adalah simbol penyesalan dan kesukuran, setiap manusia di berikan anugrah, cintailah pasanganmu walau air mata bercucuran, ketia ia sedang jatuh, ulurkanlah tangan mu, jika dia bertindak membahayakan dirinya, tolonglah dia, dia hanya ingin menyampaikan sesuatu yang tidak terungkap dan sulit untuk dia katakan, tapi satu hall orang itu akan sangat mencintai pasangannya, maka saat dia menangis peluklah dekap erat lah itu akan menyadarkannya"

tiba tiba batu batu tajam tadi berubah menjadi padang rumput, luka di tubuh ferazh dan kaki pun lenyap, dan danau tadi muncul sebuah jembatan , nenek itu kagum melihat ferazh demi serenite rela melakukan apa saja, ferazh pun mendekatkan cahaya tadi ke cincin yang di gunakan serenite, tubuh serenite pun kembali menjadi hangat. tubuh mereka berduapun saling bercahaya.

"anak muda, jika kau bertemu dengan gate master tolong berikan benda ini, sebuah cristal, dan kalung ini gunakan kepada kekasih mu, terimakasih anak muda selamat jalan" ujar nenek tersebut sambil menangis
"baik nek aku akan menyampaikan pesan nenek dan memberikan cristal ini" ujar deva tersenyum.

saat muncul mereka berdua ada di udara, dan jatuh ke bumi dengan cepat, melewati awan, ferazh pun mencoba menghampiri serenite, dengan susah payah ferazh meraih, serenite akhirnya dapat meraih serenite, ferazh pun merangkul serenite dan merubah posisi jatuhnya, merubah posisi serenite berada di atas ferazh di bawah, ferazh menoleh ke bawah, mereka akan jatuh ke sebuah danau, ferazh pun merubah posisinya, dan kini posisinya ferazh menggendong serenite, agar saat jatuh ke air kaki ferazh duluan yang akan bertabrakan dengan air, dan akan membuat kulit air pecah hingga badan serenite tidak terluka.

serenite memandangi wajah ferazh, begitu juga ferazh memandangi wajah serenite, dalam hati ferazh berkata
"aku, sayang sangat sayang dan cinta kepada mu serenite, aku sayang kamu, aku cinta kamu, demi diri mu, aku rela melintasi padang rumput hijauh yang indah dan banya bunga yang indah tapi walau ladang berumput itu penuh duri, tapi aku rela dan sangat rela sekali, karena aku cinta dan sayang kepada mu"

ferazh tersenyum kepada serenite, mereka masih terjatuh,tiba tiba dari cincin itu menyala, dan melindungi tubuh mereka, melihat wajah serenite yang sangat cemas, ferazh pun tersenyum agar serenite tidak selalu cemas, tiba tiba, tubuh mereka bercahaya, cincin itu menyelamatkan mereka, ferazh sambil menggendong serenite, mendarat di atas air secara lembut, dan berdiri di atas air, ferazh pun berjalan, di atas air menuju tepian, dan menurunkan serenite, mereka pun berjalan berdua, tiba tiba hari hujan, ferazh menggandeng tangan serenite untuk mencari tempat berteduh, tapi serenite tidak begitu kuat terlihat dari wajahnya, ferazh pun menggendong kembali tubuh serenite ferazh melihat ada sebuah gua, ferazh pun berlari sekuat tenaga sambil menggendong serenite ke sebuah gua, baju serenite menjadi basah dan ke dinginan, ferazh membuat api unggun, untuk menghangatkan ruangan, ferazh membuka jubahnya dan menyelimutkan ke tubuh serenite, serenite bersendar di belakang ferazh. ferazh pun mulai menyanyi untuk mengantarkan serenite tidur.

Kini semua tentang mu hanya jadi kenangan
dan walau seperti itu aku janji kita takan berpisah
besok kita akan pergi
untuk memulai hidup baru

cari aku disana, cahaya ingatan mu
semua hari hari yang kita lalui akan menjadi suci
kau telah menenangkan hati ku dan menghilangkan ke sedihanku
cincin hati ini semuanya untuk mu serenite
dan hanya untuk mu hati ku

tak terasa air mata ferazh menetes kembali, semua ini terjadi karena ferazh, membuat serenite seperti ini, esok harinya serenite terbangun ferazh, memanggang kelinci, mereka pun memakan hasil buruan tersebut, setelah itu mereka pun pergi, dan berjalan, serenite memandangi dari punggung ferazh, wajah serenite menjadi murung, mengapa ferazh sebegitu gigihnya, serenite tidak dapat mengingat lebih jauh tentang ferazh, hanya masa kecil, awal bertemu ferazh, itu saja yang dapat dia ingat, apa sebenarnya, di kejauhan terjadi ke ributan, terlihat seekor burung legenda, ya itu Phonix, ferazh melihat cahaya itu ada di sayap phonix itu, ferazh pun langsung menggendong tubuh serenite, lagi lagi ferazh menggendong tubuh serenite lagi, karena ke seringan selalu berlari, ferazh menjadi cepat, orang orang memperhatikan ferazh yang sedang mengikuti arah burung legenda itu terbang, sambil menggendong serenite, penjaga gerbang menghalangi ferazh, tapi percuma dengan gesit ferazh terus berlari, sebuah hutan yang di jaga oleh beberapa tentara memperingatkan ferazh agar tidak mendekat,karena ini hutan terlarang dan banyak sudah korban gara gara burung tersebut, ferazh menoleh ke kanan melihat pohon yang rindang, serenite di turunkan di bawah pohon tersebut, dan ferazh menyuruh serenite untuk menunggunya, ferazh pun merubah arah, dan berlari lagi mencoba menerobos barisan tentara penjaga tersebut, komandan jaga pun menyiapkan tim pemanah dengan dua lapis, dan panah untuk menakuti ferazh, tapi ferazh tidak takut dan terus berlari, komandan jaga pun ke sulitan, mereka di perintahkan hanya untuk menakuti, tapi orang yang di hadapannya bernama ferazh tetap terus menerobos, dan berhasil melewati tentara penjaga tersebut, dan ferazh berhasil masuk, ke dalam hutan tersebut, hutan yang pohon yang besar, ferazh melihat burung legenda tersebut sedang berdiri di hadapannya.

menurut penelitiannya burung ini dapat mengerti bahasa manusia, dan dapat berbicara ferazh pun memulai percakapan, apa maksud kedatangan ferazh, teryata benar phonix tersebut dapat mengerti dan berbicara kepada manusia melewati telepati, tapi phonix tersebut memberikan ujian, dan akan memberikan cahaya yang di maksud ferazh.
tiba tiba ferazh berada di sebuah ruangan, di depan ferazh ada sebuah kotak berisi cahaya tersebut, ferazh melihat langkah pertamannya akan melewati lantai berduri dan tajam, karena rasa sayang dan cinta yang luar biasa ferazh pun melangkahkan kakinya ke lantai berduri tersebut, terasa sakit sekali, tapi itu tidak sebanding dengan rasa yang kini di rasakan oleh serenite, ferazh menahan sakit yang luar biasa yang menusuk nusuk telapak kakinya, tapi ferazh tetap berjalan, dan ferazh melihat sebuah tempat air di mana kuncinya ada di dalamnya, dan air itu mendidih, ferazh pun memasukan tangannya ke dalam air mendidih tersebut dan mengambil kunci tersebut, setelah itu ferazh membuka kotak tersebut, Phonix pun mengerti ferazh sangatlah tulus, demi yang dia cintai dia rela melakukan apa saja termasuk membahayakan hidup ya, tiba tiba ferazh berada di arah menuju pintu keluar, salah satu prajurit jaga pun, melihat ke adaan ferazh dengan luka tangan kanan yang mengerikan dan setiap langkah kakinya berdarah, ferazh berjalan prajurit jaga pun menghunuskan pedang ke arah ferazh, tapi ferazh tidak menghentikan langkahnya, melihat serenite yang menunggunya ferazh tetap berjalan, komandan jaga pun memperintahkan untuk, melepaskan ferazh, serenite meneteskan air matanya, ferazh mengusap air mata serenite, dan ferazh pun menyentuh jari manis serenite, dan cahaya kecil itu masuk ke dalam cincin itu, dan ferazh pun duduk di tanah menahan sakit sambil tersenyum, tiba tiba burung Phonix tersebut muncul, dan mendarat di hadapan ferazh, tidak lama tubuh ferazh dan serenite menyala, luka di tubuh ferazh kembali sembuh. dan di sayap phonix keluar tulisan.

"Cinta bukanlah sekedar hidup bersama, tapi bagai mana mereka saling memperdulikan, pasangan mereka, sesibuk apapun, luangkan lah waktu untuk pasangan mu, jangan siksa dia dengan rasa cinta yang ada di dalam dirinya, tau kah kamu, rasa di siksa sangatlah sakit, saling perduli, saling memberi, itulah salah satu arti cinta"

prajurit jaga tersebut melihat juga tulisan tersebut, mereka tertegun dan merasa terharu, melihat pasangan anak muda tersebut, tubuh mereka menyala makin terang, burung Phonix tersebut pun terbang ke angkasa seolah olah sedang mengantar mereka dengan cara penghormatan terakhir, tubuh ferazh dan serenite terbang ke udara secara perlahan lahan di kelilingi oleh bulatan bulatan cahaya, cahaya tersebut sangat lembut dan yaman serta memberikan ke damaian

"hei anak muda siapa nama mu!!!!!!" ujar komandan jaga
"aku ferazh, dan ini Serenite orang yang sangat berarti bagi ku" ferazh tersenyum
"kami semua akan mengingat ini semua" ujar komandan jaga tersebut dengan mata berkaca kaca

ferazh melihat ke arah serenite, dan tersenyum serenite pun menggandeng tangan ferazh, ferazh merasa senang dapat melihat senyum serenite, mereka pun menghilang lagi berpindah ke dimensi lain, saat perjalanan antar demensi itu entah kenapa ferazh dan serenite terpisah, ferazh mencari serenite kemana mana mana, ferazh down, saat itu kota menjadi sepi, Hujan salju pun turun  kemana serenite kemana dirinya, ferazh melihat cincinnya dan menyala,mengikuti kemana saja cincin itu menyala, saat itu di tengah jalan ferazh melihat seorang peria menggendong serenite, ferazh pun menghampiri laki laki itu, dan meminta serenite, laki laki itu pun memberikan kepada ferazh karena melihat cincin yang sama di kenakan oleh ferazh dan serenite, ke esokan harinya laki laki itu datang lagi, ferazh tidak masalah karena sudah menolong serenite, dan laki laki itu bernama Shuzu, shuzu menjaga serenite saat ferazh pregi mencari potongan cahaya tersebut. saat ferazh plang ke rumah kecil itu, terlihat shuzu dan serenite tertawa bersama mereka terlihat sangat bahagia berbeda dengan bersama ferazh serenite selalu menangis. Apakah ini yang di perlihatkan tuhan soal jodohnya, apakah aku tidak berjodoh dengannya, ferazh menyimpan perasaan sedihnya, saat membuka pintu suzhu melihat ke arah ferazh. ferazh pun tersenyum, dan membawa makanan, mereka bertiga makan bersama, serenite tersenyum dan menyuapi shuzu, seprti serenite dulu menyuapi ferazh, ferazh pun pergi lagi, serenite bertanya kemana, ferazh menjawab mencari cahaya itu, kali ini serenite memilih untuk tinggal biasanya selalu meminta untuk ikut kemana ferazh pergi...

Ferazh pun duduk di bawah pohon di dekat rumah tersebut, hujan saljupun turun, terasa dingin menembus kulit hingga ke hati, entha kena rasa sakit sekali hati ini melihat mereka berdua, tiba tiba cincin ferazh bereaksi, ferazh bangkit dari duduknya dan mengusap air matanya, dan berlari teryata sebuah Roh, dengan hawa yang sangat dingin.
"hahaha aku tau kau pasti mencari cahaya ini, aku penjaga cahaya ini" roh itu sambil tertawa
"berikan cahaya itu ke pada ku" ujar ferazh
"terima dulu ujian dari ku" roh itu tersenyum
"baiklah aku siap"

tiba tiba, hati ferazh menjadi panas, terasa terbakar, sisi gelap ferazh muncul, ferazh menjadi loss control, tapi ferazh yang satu ya lagi berusaha untuk melawan, serenite lagi asik bercanda dengan shuzu tiba tiba terdiam dan keluar rumah, shuzu mengikuti serenite berlari, serenite seperti orang ke bingungan menoleh ke kiri dan kekanan, sewaktu waktu terjatuh, ketanah dan bangkit lagi, dan memanggil nama ferazh, shuzu terus mengejar serenite, hingga di sebuah depan altar di gua, serenite melihat wuzut ferazh, yang mengerikan dengan darah di kiri dan kanannya, mata yang memerah dan bertaring, serenite sedih melihat ferazh yang berubah, shuzu pun langsung mencabut pedangnya dan merapal mantra 5 pedang di udara, bersiaga, mendengar suara tangis serenite, ferazh yang telah di kuasai ole sisi jahatnya, tiba tiba mata kanan ya berubah menjadi normal, dan menyuruh serenite untuk menjauh, saat itu shuzu langsung menyerang ferazh karena di takutkan membahayakan serenite, Shuzu mulai melakukan gerakan seolah olah sedang menari tapi 5 pedang di udara terus menyerang ferazh, dan pedang pedangnya menggores semua tubuh ferazh, ferazh terus mencoba melawan, dan terus melawan, shuzu melihat ferazh makin menggila, luka luka yang di buat oleh shuzu tidak berpengaruh dan dia makin memberontak, shuzu pun maju dan menendang kaki ferazh hingga terjatuh 5 pedang itu langsung menusuk telapak kiri dan kanan serta kaki kiri dan kanan. menjadi paku ferazh tidak dapat bergerak.

Serenite menangis berteriak jangan bunuh ferazh, tapi shuzu tetap memiliki pendapat lain.
"serenite hukum di dunia ini, harus di tegakan aku adalah sang pembawa hukum, Shuzu Rahvilia
Hukum 1. Menghancurkan seluruh jenis Iblis
2. gigi di ganti dengan gigi
3.darah di ganti dengan darah
4.mata di ganti dengan mata
5.tidak ada penyelamatan
6.tidak ada pengampunan
7.siapa yang berbuat salah, tetap akan salah
8. orang yang akan mengulangi ke salahan nanti akan mengulanginya lagi
9. Orang yang melukai orang lain baik fisik ataupun perasaan harus di hukum
10. Hukum harus di tegakan, yang berbuat kesalahan harus di lenyapkan agar dunia lebih damai

10 hukum dari sang pembawa hukum, Ferazh kau telah melanggar hukum, karena di darah mu ada memiliki darah iblis, kau di anggap melanggar hukum langit, kau telah melakukan kejahatan dengan bersekutu dengan iblis, kau juga telah menyakiti hati seorang wanita , hukuman kematian adalah ke putusannya.

serenite tersentak mendengar shuzu menyebutkan hukum tersebut, tiba tiba jurus segel shuzu tidak dapat menahan ferazh, ferazh berdiri ferazh langsung menendang shuzu, shuzu pun terpelanting terkena tembok, saat itu kuku tajam yang mengalir banyak darah, hendak menikam jantung shuzu, shuzu terlambat bergerak saat itu serenite langsung memeluk ferazh dari belakang. sambil menangis, tiba tiba ferazh berteriak, kadang mata ferazh menjadi warna normal pada manusia umumnya kadang kembali ke warna merah seperti mata rubah, ferazh terus melihat serenite dan tiba tiba kekuatan iblis itu lenyap dari ferazh, serenite pun memeluk ferazh

saat itu shuzu berdiri di belakang serenite, dan menghunuskan pedangnya ke arah ferazh yang ke lelahan, serenite langsung berdiri, dan membentangkan ke dua tangannya.
"jika kau ingin melukai ferazh, lakukan terhadapku dahulu, baru kau bisa melukai ferazh" serenite dengan mata berkaca kaca
"kau..serenite...kenapa kau melindunginya, suatu saat nanti dia akan melakukan seperti itu terhadap mu!!" Ujar Shuzu
"dengar baik baik shuzu, ferazh melakukan itu semua bukan ke hendakan dia, dia stres, dia kelelahan, menghadapi semua yang menimpa kepada dirinya, shuzu, sejahat apapun orang itu, jika dia ada niat dan orang yang mendukungnya untuk berubah, dia pasti akan berubah, berikan kesempatan, tidak adil jika dia tidak di berikan kesempatan, dan kata memaafkan, shuzu kau tidak tau apa yang dia rasakan dan beban hidup dia" ujar serenite sambil menangis

tiba tiba roh itu muncul, dan mengikat tubuh shuzu
"hei anak muda, kau terlau naif, dengan hukum mu" ujar roh tersebut
"siapa kau!!!!!" suju kesal
"aku adalah raja naga dari laut timur, aku bertugas menguji ke sungguhan orang ini, perintah dari gate keeper" ujar raja naga tersebut
"maaf tuan, saya memiliki trauma dengan orang orang sejenis dia" ujar shuzu
"sebelum kau bertindak, jangan kau pernah langsung menghukum seseorang, selidiki dulu ada apa, dan apa sebabnya, Hukum mu itu benar adanya tapi cara kau menjalankannya, dia ini setengah demon setengah manusia, kau tidak tau beban seperti apa yang dia tanggung, aku membaca ingatannya, orang ini hanya ingin membuat serenite bahagia, dan dia tiap hari berjuang melawan sisi gelapnya, untuk terus menjadi manusia normal, kadang kala dia merasa sepi, tapi jangan pernah menyamakan orang lain dengan orang yang lainnya, dia benar telah berbuat salah, tapi dia menyesalinya lihat dia mampu melawan sisi gelapnya itu tanda sebagai mana besarnya usaha dia, air mata dia menetes itu dia tanda sangat menyesalinya , teriakannya itu bukan untuk menakuti tapi dia sedang bertanya ada apa dengan dirinya, seharusnya kau berpikir kenapa dia seperti itu" ujar raja naga
"tapi yang mulia, orang seperti dia suatu saat nanti pasti mengulang" ujar shuzu
"apa kau tuhan ?, apa kau dewa?, sebegitunya kau memberikan kata kata "pasti", kau tau jika orang berniat berubah, masa lalu ke bodohan dia akan menjadi pelajaran yang berharga, itu adalah cobaan bagi hidup dia, lihat serenite ini dia menangis, siapa yang menggerakan hati ferazh menjadi makin kuat apa kau tau ?, itu orangnya serenite, ferazh itu bergerak atas ke bahagian, kasih, sayang dan cinta serenite, dan begitu pula ferazh, dan belajarlah lagi bercerminlah lagi shuzu, jangan pernah langsung menghukum seseorang seperti kau tuhan yang tau segalanya" raja naga marah

raja naga pun memberikan cahaya itu kepada serenite, saat melihat ke cincin mereka berdua, raja naga menjadi sedih, raja naga tau itu cincin legenda, Ujian cinta yang sangat besar, cajaya itupun langsung masuk ke cincin serenite, tapi entah kenapa, cahaya itu terbelah menjadi 2 bagian, 1 lagi masuk ke cincin ferazh, ingatan dulu teringat oleh serenite pertama kali dia merasakan perasaan hangat bersama ferazh seperti saat ini, serenite bingung dan sedih makin lama perjalanan ini di tempuh makin tidak jelas, apa yang terjadi ingatan ada yang hilang serenite bingung, ferazh pun menenangkan serenite bahwa cukup peracaya dengan dirinya , ferazh akan membawa kembali ingatan serenite.

ferazh pun berdiri, raja naga menyembuhkan semua luka yang di derita oleh serenite dan ferazh, dan memberikan sebuah baju yang layak dan rapi, shuzu pun di teleport (di pindahkan) oleh raja naga dimana shuzu harus belajar lagi tentang pengertian hidup dan hukum, tubuh ferazh dan serenite pun menyala tandanya mereka akan segera pergi ke dimensi lain.

saat terbangun ferazh berada di sebuah padang rumput yang luas, serenite masih belum bangun dari tidurnya, angin sepoy sepoy, di tengah padang rumput tersebut ada banyak cahaya memory serenite, teryata memory tersebut berada di padang rumput ini seperti dulu cerita mimpi serenite kepada ferazh, penuh bunga, phon besar yang rindang dan berbuah, udara musim semi yang harum, saat hendak mengambil seluruh cahaya memory serenite, sang gate keeper pun muncul di hadapan ferazh.

"ferazh, kau sudah memenuhi semua ujian antar demensi, nah apa kau pernah dengar kotak pandora, sampai sekarang kotak pandora tidak pernah di temuka, dan kotak pandora itu adalah hati, dan cahaya memory, kasih sayang, cinta itu adalah isi dari kotak pandora, ferazh ini syarat terakhir apa kau bersedia?" syarat trakhir dari gate keeper

"apa itu lady gate keeper" ferazh bertanya
"ini semua adalah cahaya terakhir serenite, untuk mendapatkan semua itu kau akan ke hilangan Indra penglihatan mu apa kau bersedia?" lady gate keeper memberikan syarat
"ya aku siap lady yang penting serenite pasti bahagia lagi pula dia juga tidak akan ingat tentang aku" ujar ferazh
"betul aku akan menghapus semua memory ya tentang diri mu ferazh, dan aku akan mengembalikan kalian ke negeri kalian"

cahaya itu pun berterbangan masuk ke dalam cincin serenite, lady gate keper pun, mengembalikan mereka semua ke negeri asal mereka, serenite tertidur di kamar, dan ferazh berada di rumahnya di dekat istana, tapi dalam ke adaan buta, mengorbankan mata untuk jembatan ke hidupan serenite. serenite bangun dari tidur nya, melihat ayahnya sernite langsung memeluk ayah, ibu, dan sodara serta sodarinya, serenite sangat senang sekali, sedangkan ferazh, mulai bekerja lagi, karena jasanya menolong serenite raja pun memberikan perawatan seumur hidup, ferazh dengan tongkatnya dan pendengarannya, selalu duduk di sebuah taman dekat istana, dimana taman itu adalah tempat dimana mereka saling bertemu, terdengar suara sorak sorai para penduduk, melihat putri serenite kembali dan sehat, tapi kejadian ini di rahasiakan oleh raja atas pesan gate keeper, begitu berat rasanya menghilangkan sebuah ke biasaan, ferazh sangat rindu akan serenite.

seminggu kemudian seperti biasa ferazh selalu, duduk di bangku itu sambil mendengarkan gemercik suara air, tiba tiba serenite melewati tempat itu, serenite melihat ferazh, seorang pemuda berumur 25 tahun tapi dalam ke adaan buta, entah kenapa detak jantung serenite berdebar kencang, seolah olah tempat ini adalah dimana tempat yang sangat penting, serenite melihat cincin di kenakan oleh ferazh, dan ingatan itu semakin sulit untuk di ingat apa sebenarnya terjadi serenite berlinang air mata, Rina pun hanya diam saja, rina mencoba membawa serenite kembali ke istana saat di istana serenite bertanya kepada rina, kepada ayahnya dan ibunya apa sebenernya yang terjadi tapi mereka mengarang cerita bahwa serenite hanya tertidur karena salah makan.

Hidup serenite makin gelisah, serenite sampai berteriak histeris, dan gate keeper muncul d depan serenite, serenite langsung bertanya ada apa dan siapa diri mu, gate keper pun merasa tersentuh dengan kisah serenite dan ferazh, gate keeper pun, mengeluarkan sebuah cahaya berwarna emas, dan langsung mendekatkan ke dada serenite, tiba tiba ingatan itu, kembali, serenite berapa kali memaggil ferazh, dan berteriak memanggil nama ferazh seisi istana mendengar dan berdatangan tapi mereka hanya diam mereka merasa bersalah, serenite pun keluar dari istana. hari sudah mulai gelap ferazh pun berdiri, dan ke tabrak seorang perempuan.

"kamu,.. kamu kenapa jahat sama aku" ujar serenite sambil menangis
"serenite... apa kah itu kau?" ferazh bertanya

serenite pun langsung memeluk ferazh
"jangan tinggalkan aku, jangan, jangan pernah bohong ke pada ku, jangan pernah melangkah pergi meninggalkan ku, karena aku sayang kamu, aku cinta kamu" ujar serenite
"aku juga sayang dengan qm serenite alias azhri rahmawati putri dari kerajaan jayakatar" ferazh menangis

mata hari yang terbenam, seolah olah membuka lembaran baru, tiba tiba cahaya mata ferazh kembali, dan dengan pelan pelan ferazh dapat melihat, pelukan mereka makin erat, rasa cinta dan rindu yang sangat dalam, kini terobati.

"ferazh janji jangan pernah tinggalin aku, ferazh dulu pernah ngomong kan, akan membesarkan anak anak bersama, terus berjanji akan menjdi suami yang baik dan suami yang menyayangi anak serta istri dan keluarganya" ujar serenite
"iya aku masih ingat itu" ujar ferazh
"terus ferazh harus kuat, aq gak mau membesarkan anak anak di mana anak q gak punya ayah"
"aku pasti pegang semua kata kata aku" ferazh tersenyum sambil memeluk serenite
"aku juga gak mau, ferazh berbuat bodoh yang ke 3 kalinya, yang dapat membahayakan hidup ferazh, itu rasanya sakit banget tau, sakit hati ini melihat ferazh seperti itu" serenite sambil menangis
"berikan aku ke sempatan 1 kali lagi aku tidak akan berbuat bodoh seperti itu" ujar ferazh
"iya, serenite akan berikan kesempatan itu, hanya untuk ferazh, serenite juga akan bercermin akan diri serenite dan ferazh juga, kita perbaiki semua kesalahan masa lalu di masa sekarang ini dan masa depan, karena aku sayang kamu" ujar serenite
"aku akan memperbaiki diri ku utuk diri ku dan diri mu serta sang hama kuasa"

saat itu tubuh mereka bercahaya kembali dan cincin yang ada pada ferazh tertulis pengorbanan dan ke setiaan sedangkan di cincin serenite tertulis cinta,ketabahan serta kasih dan sayang, teryata itu adalah ujian terakhir dari sang gate keeper, 2 minggu kemudian mereka pun menikah, di saat umur 32 ferazh, serenite melahirkan anak laki laki, yang di beri nama Ferazh el Islmay, kejadian yang sangat mengharukan perjalanan serta ujian untuk mencintai dan di cintai

semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita Cincin Tak Bertuan.
Cincin tak bertuan Tamat


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Semua karangan Ku